EraNusantara – Pemerintah Jepang dikabarkan tengah menyiapkan amunisi dahsyat untuk menggairahkan kembali perekonomiannya yang lesu. Sebuah paket stimulus jumbo senilai 21,3 triliun yen atau setara dengan US$ 135,5 miliar (sekitar Rp 2.265 triliun dengan kurs Rp 16.772/US$) siap digelontorkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Langkah ini menjadi respons atas perlambatan ekonomi Jepang dan bertujuan untuk menekan inflasi, memperkuat fondasi ekonomi, serta meningkatkan kapasitas pertahanan dan diplomasi negara. Menurut laporan eranusantara.co yang mengutip NHK, paket stimulus ini akan menjadi yang terbesar sejak pandemi COVID-19 melanda dunia.

Bantuan langsung akan menyasar masyarakat melalui berbagai cara. Pemerintah akan meningkatkan dana hibah untuk pemerintah daerah, memberikan subsidi listrik dan gas sebesar 7 ribu yen per keluarga selama tiga bulan mulai Januari 2026, serta menghapuskan pajak bensin. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban hidup masyarakat dan mendorong konsumsi.
Selain itu, pemerintah Jepang berencana membentuk dana khusus selama 10 tahun untuk memperkuat industri galangan kapal. Anggaran pertahanan juga akan ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun fiskal 2027. Untuk membiayai program-program ambisius ini, pemerintah akan menyusun rancangan anggaran tambahan.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengungkapkan bahwa sebagian besar dana stimulus akan berasal dari penerimaan negara, sementara sisanya akan ditutupi melalui penerbitan obligasi. Namun, jumlah obligasi yang diterbitkan diperkirakan lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai 42,1 triliun yen.
Keputusan untuk meluncurkan paket stimulus ini diambil setelah ekonomi Jepang mengalami kontraksi sebesar 0,4% pada kuartal III-2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, perekonomian Jepang mengalami kontraksi sebesar 1,8%. Dengan adanya stimulus ini, diharapkan ekonomi Jepang dapat segera bangkit dan kembali pada jalur pertumbuhan yang positif.
Editor: Rockdisc