Eranusantara.co – Perum Bulog mencatatkan pencapaian yang sangat signifikan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga memasuki periode 10 Oktober 2026, lembaga pangan negara tersebut dilaporkan telah berhasil menyerap sebanyak 4,11 juta ton beras hasil panen petani domestik. Angka fantastis ini menunjukkan bahwa Bulog telah melampaui target pengadaan awal yang sebelumnya dipatok pada angka 4 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi seluruh jajaran perusahaan. Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (9/10/2026), ia mengungkapkan bahwa tren positif serapan beras ini sudah terlihat sejak akhir September lalu. Pada saat itu, Bulog sudah menyentuh angka psikologis 4 juta ton, dan kini terus merangkak naik hingga melampaui target tersebut.

Menurut Ahmad Rizal, pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi Perum Bulog. Selain keberhasilan dalam penyerapan hasil panen, kondisi cadangan beras nasional yang dikelola Bulog saat ini juga berada pada level tertinggi sepanjang sejarah operasional perusahaan. Saat ini, total stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog telah mencapai angka 4,5 juta ton.
Lebih jauh lagi, keberhasilan pengadaan beras dalam skala besar ini dipandang sebagai sinyal kuat menuju visi besar pemerintah. Ahmad Rizal menyebutkan bahwa capaian ini menjadi salah satu indikator penting bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto berada di jalur yang tepat. Ia bahkan menyebut keberhasilan ini sebagai salah satu "kado" berharga bagi dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Capaian serapan lebih dari 4 juta ton ini merupakan indikasi nyata bahwa kita sedang bergerak menuju swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Ahmad Rizal saat memberikan keterangan pers di Kantor Bulog.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak mungkin diraih oleh Bulog secara sendirian. Ada kerja keras kolektif dan sinergi yang sangat kuat antara berbagai elemen negara. Mulai dari koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, dukungan dari jajaran TNI dan Polri, hingga peran krusial para petani di seluruh pelosok tanah air yang telah mengoptimalkan hasil panen mereka.
Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan secara masif, mulai dari pengawalan masa tanam, proses panen, hingga teknis penyerapan gabah dan beras di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, semangat gotong royong inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Dengan stok yang melimpah dan serapan petani yang tinggi, diharapkan ketahanan pangan Indonesia akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan global di masa depan.