Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    KRL Bekas Jepang: Menhub Belum Putuskan Bos Danantara Buka Suara

    06-10-2026 - 02.35

    DPR Ketok Palu Dua Anggota BPK Baru Periode 2026

    06-10-2026 - 02.06

    Banyak Kementerian Baru Anggaran Siap

    06-10-2026 - 01.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • KRL Bekas Jepang: Menhub Belum Putuskan Bos Danantara Buka Suara
    • DPR Ketok Palu Dua Anggota BPK Baru Periode 2026
    • Banyak Kementerian Baru Anggaran Siap
    • Mobil Maung Jadi Kendaraan Menteri Baru
    • Hanya 15 BUMN Sumbang Dividen Mayoritas Negara
    • Nasib Buruh Segera Menemukan Titik Terang
    • Hampir Seribu Dapur Gizi Baru Segera Hadir
    • Nasib Utang Kereta Cepat Kini Menanti
    • Rencana BUMN Tekstil Jadi Sorotan
    • BUMN Dirampingkan Ratusan Perusahaan Mati Suri Efisien
    Selasa, 6 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      KRL Bekas Jepang: Menhub Belum Putuskan Bos Danantara Buka Suara

      06-10-2026 - 02.35

      DPR Ketok Palu Dua Anggota BPK Baru Periode 2026

      06-10-2026 - 02.06

      Banyak Kementerian Baru Anggaran Siap

      06-10-2026 - 01.35

      Mobil Maung Jadi Kendaraan Menteri Baru

      05-10-2026 - 22.35

      Hanya 15 BUMN Sumbang Dividen Mayoritas Negara

      05-10-2026 - 22.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Bahodopi Bergelora Ekonomi Warga Melesat

    Bahodopi Bergelora Ekonomi Warga Melesat

    Ekonomi 05-10-2026 - 19.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Bahodopi Bergelora Ekonomi Warga Melesat

    Eranusantara.co – Bahodopi, sebuah kecamatan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kini tak lagi sunyi. Dulu terpencil, kini denyut ekonominya bergelora, memicu geliat usaha lokal yang luar biasa. Ribuan sepeda motor yang meraung setiap pergantian sif pekerja di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bukan sekadar kebisingan, melainkan simfoni peluang yang membuka lembaran baru bagi banyak warga, termasuk Fitra.

    Fitra, yang pada 2017 masih bekerja di tambang Kalimantan, melihat potensi besar ini. Ia memulai bengkel motor pertamanya di Desa Siumbatu, dikelola sang istri, sebelum akhirnya memindahkannya ke Bahodopi setahun kemudian. Jalanan yang kala itu belum beraspal sempurna, kini menjadi urat nadi bisnisnya. Setelah 14 tahun merantau dan terdampak pandemi COVID-19, Fitra memutuskan untuk pulang dan fokus mengembangkan bengkelnya. Keputusan ini didasari pengamatannya bahwa mayoritas karyawan IMIP mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi utama.

    Bahodopi Bergelora Ekonomi Warga Melesat
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Perubahannya sangat cepat. Dari jalanan belum beraspal di 2018, dua tahun kemudian warga sudah membangun masif, hingga 2026 ini perkembangannya sangat pesat," ungkap Fitra dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026). Bengkel "Segar Jaya Berkah" miliknya kini telah berkembang pesat dengan enam cabang dan mempekerjakan lebih dari 50 karyawan, mulai dari admin hingga mekanik, dengan upah mekanik mencapai Rp8 juta per bulan. Sekitar 90 persen pelanggannya adalah karyawan IMIP, sebuah bukti nyata bagaimana pertumbuhan industri raksasa ini turut menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

    Bahodopi, yang terletak di sisi timur Sabuk Tengah Sulawesi dengan akses strategis ke Teluk Tolo, dulunya nyaris tak dikenal di peta nasional. Titik baliknya terjadi pada 2013, saat pemerintah menggalakkan kebijakan hilirisasi mineral dan melarang ekspor bijih mentah. Morowali, dengan kekayaan nikel melimpah dan potensi pelabuhan industri, terpilih sebagai lokasi strategis. Tiang pancang pertama ditancapkan di Bahodopi, menandai berdirinya IMIP. Tiga belas tahun berselang, IMIP telah bertransformasi menjadi magnet ekonomi, menarik ribuan perantau yang datang dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

    Data dari Departemen Sumber Daya Manusia PT IMIP menunjukkan lonjakan tenaga kerja yang fenomenal. Dari 35.592 orang pada 2020, angka ini terus meroket menjadi 51.542 pada 2021, 68.466 pada 2022, 74.350 pada 2023, dan sekitar 83.000 pada 2024. Puncaknya, pada September 2026, total karyawan di kawasan ini mencapai 100.310 orang, terdiri dari 91.904 laki-laki dan 8.406 perempuan. Dengan populasi pekerja yang masif ini, perputaran uang di Bahodopi pun tak kalah fantastis. Pada 2025, dengan 86.804 pekerja, diperkirakan perputaran uang mencapai Rp499,1 miliar per bulan, atau sekitar Rp6 triliun per tahun. Angka ini menciptakan kebutuhan harian yang tak mungkin dipenuhi oleh kawasan industri semata, membuka lebar pintu bagi usaha-usaha lokal.

    "Pertumbuhan kawasan yang begitu masif turut mendorong sektor usaha di Bahodopi ikut berkembang," jelas Dedy Kurniawan, Head of Media Department PT IMIP. Riset dari tim SGA Department IMIP mengidentifikasi lima jenis UMKM terbanyak di Bahodopi: kios Pertamini (981 unit), stan minuman (735), stan makanan non-bangunan (670), kios umum (648), dan warung makan (591). Meskipun sebagian besar berskala mikro dengan omzet hingga Rp300 juta per tahun, tren pertumbuhannya menunjukkan potensi besar untuk naik kelas, menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

    Dampak positif ini bahkan terasa hingga tingkat provinsi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, dalam laporannya Februari 2026, mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2025 mencapai 9,43 persen (yoy), meningkat dari 7,79 persen pada triwulan sebelumnya. Angka ini menempatkan Sulawesi Tengah di atas banyak provinsi lain. "Kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh dominannya peran industri pengolahan berbasis nikel, pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi daerah," tulisnya.

    Di luar gerbang smelter, limpahan rezeki ini mengalir ke berbagai usaha domestik yang jeli melihat peluang. Geliat ekonomi serupa dirasakan oleh Ayu Lestari Rahman, warga Desa Fatufia. Ia melihat potensi dari tumpukan pakaian kotor para pekerja. Di tengah rutinitas buruh pabrik yang menguras energi, urusan mencuci baju seringkali menjadi pekerjaan yang melelahkan. "Di sini banyak orang yang sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mencuci," kata Ayu.

    Bersama suaminya, ia merintis usaha laundry "BlueSea" pada 2022. Bermodal awal Rp20 juta dan satu mesin cuci, mereka memanfaatkan jaringan pertemanan pekerja pabrik untuk mengembangkan usaha. Kini, mesin cuci BlueSea mampu memproses sekitar 200 kilogram pakaian per hari, melayani pekerja, kontraktor, hingga pedagang dan warga sekitar. Dengan tarif Rp7.000 per kilogram untuk layanan reguler dan Rp15.000 untuk layanan kilat, ditambah fasilitas antar gratis dalam radius 3 kilometer, BlueSea kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga Ayu, dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan.

    Ayu berharap kawasan industri ini akan terus memberikan ruang bagi usaha warga lokal. "Semoga IMIP terus berkembang dan bisa terus menyerap tenaga kerja. Kalau karyawan sudah capek bekerja, jangan capek lagi mencuci. Bawa saja ke sini," pungkasnya. Kisah Bahodopi adalah cerminan bagaimana sebuah kebijakan industri strategis dapat memicu transformasi ekonomi lokal yang masif, mengubah desa terpencil menjadi pusat denyut nadi kehidupan dan harapan bagi ribuan jiwa.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    KRL Bekas Jepang: Menhub Belum Putuskan Bos Danantara Buka Suara

    Ekonomi 06-10-2026 - 02.35

    DPR Ketok Palu Dua Anggota BPK Baru Periode 2026

    Ekonomi 06-10-2026 - 02.06

    Banyak Kementerian Baru Anggaran Siap

    Ekonomi 06-10-2026 - 01.35

    Mobil Maung Jadi Kendaraan Menteri Baru

    Ekonomi 05-10-2026 - 22.35

    Hanya 15 BUMN Sumbang Dividen Mayoritas Negara

    Ekonomi 05-10-2026 - 22.35

    Nasib Buruh Segera Menemukan Titik Terang

    Ekonomi 05-10-2026 - 22.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.