Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Modus Baru Pungli Ancam Program Gizi Gratis

    02-10-2026 - 22.35

    Pastikan Dapur MBG Higienis dan Disiplin

    02-10-2026 - 22.35

    Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu

    02-10-2026 - 22.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Modus Baru Pungli Ancam Program Gizi Gratis
    • Pastikan Dapur MBG Higienis dan Disiplin
    • Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu
    • Transformasi Pelindo: Lonjakan Produktivitas 70 Persen
    • Perluasan Dapur Umum BGN di Wilayah 3T
    • Impor KRL Bekas Jepang Segera Tiba
    • Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai 8 Juta Lebih
    • KRL Jepang Segera Tiba KAI Commuter Siap Dana Mandiri
    • Ekonomi Indonesia Tangguh Hadapi Gejolak Global
    • Rahasia Bisnis: Pelanggan Pergi? Deteksi Dini Lewat Data
    Jumat, 2 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Modus Baru Pungli Ancam Program Gizi Gratis

      02-10-2026 - 22.35

      Pastikan Dapur MBG Higienis dan Disiplin

      02-10-2026 - 22.35

      Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu

      02-10-2026 - 22.20

      Transformasi Pelindo: Lonjakan Produktivitas 70 Persen

      02-10-2026 - 22.06

      Perluasan Dapur Umum BGN di Wilayah 3T

      02-10-2026 - 20.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu

    Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu

    Ekonomi 02-10-2026 - 22.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu

    <strong>Eranusantara.co – > Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah agresif untuk memutus rantai ketergantungan terhadap impor susu melalui penguatan produksi dalam negeri. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan target ambisius untuk menambah populasi sapi perah indukan sebanyak 600 ribu ekor hingga tahun 2029. Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan susu nasional yang mandiri dan berkelanjutan.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah mendorong produktivitas peternak lokal. Menurutnya, jika peternak domestik mampu memenuhi permintaan pasar, maka kebijakan impor tidak lagi diperlukan. Pemerintah berkomitmen membangun ekosistem persusuan yang komprehensif, mulai dari penyediaan pakan berkualitas, skema pembiayaan yang mudah, hingga jaminan penyerapan hasil produksi oleh industri.

    Strategi Besar Pemerintah Kejar Swasembada Susu
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan fakta bahwa saat ini produksi susu segar dalam negeri baru mampu menyuplai sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional. Angka ini menunjukkan adanya celah besar yang harus segera diisi oleh industri peternakan rakyat. Namun, Agung menekankan bahwa penambahan jumlah sapi saja tidak cukup.

    "Kita memang butuh penambahan populasi sapi perah dalam jumlah besar. Namun, yang harus dibangun bukan sekadar jumlahnya, melainkan juga produktivitas, kesehatan hewan, ketersediaan pakan, hingga kepastian pasar bagi peternak," ujar Agung saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Pasuruan, Jawa Timur.

    Untuk mempercepat proses ini, pemerintah menyiapkan berbagai skema dukungan finansial. Peternak akan diberikan kemudahan berupa uang muka pembelian sapi, asuransi ternak, bantuan pembangunan kandang, hingga penyediaan alat perah. Bahkan, sebagian kebutuhan modal dapat diakses melalui skema perbankan agar peternak tidak terbebani biaya awal yang besar.

    Di sisi lain, penguatan peran koperasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas rantai pasok. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyatakan bahwa koperasi memiliki posisi strategis untuk menghubungkan peternak kecil dengan industri besar. Dengan koperasi yang kuat, ekosistem persusuan akan lebih terorganisir dan efisien.

    Salah satu contoh sukses terlihat pada Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Kabupaten Pasuruan. Koperasi ini menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 ekor sapi perah, yang mampu menghasilkan sekitar 35 ton susu segar setiap harinya. Keberhasilan ini didorong oleh kemitraan yang sehat antara koperasi, peternak, dan industri pengolahan susu.

    Selain masalah populasi dan pasar, ketersediaan pakan tetap menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Pemerintah dan para pelaku industri diharapkan dapat berkolaborasi dalam menjamin ketersediaan bahan baku pakan agar produktivitas sapi perah tetap optimal. Dengan sinergi antara pemerintah, koperasi, dan industri, target swasembada susu pada tahun 2030 diharapkan bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Modus Baru Pungli Ancam Program Gizi Gratis

    Ekonomi 02-10-2026 - 22.35

    Pastikan Dapur MBG Higienis dan Disiplin

    Ekonomi 02-10-2026 - 22.35

    Transformasi Pelindo: Lonjakan Produktivitas 70 Persen

    Ekonomi 02-10-2026 - 22.06

    Perluasan Dapur Umum BGN di Wilayah 3T

    Ekonomi 02-10-2026 - 20.35

    Impor KRL Bekas Jepang Segera Tiba

    Ekonomi 02-10-2026 - 20.20

    Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai 8 Juta Lebih

    Ekonomi 02-10-2026 - 19.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.