Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar

    27-09-2026 - 22.35

    Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI

    27-09-2026 - 22.35

    Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone

    27-09-2026 - 22.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar
    • Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI
    • Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone
    • Trump Xi Sepakat Pangkas Tarif Redakan Tegang
    • Sinergi Baru bank bjb dan UPI
    • Aset Haji Melonjak Drastis ke Angka Fantastis
    • Jalur Jawa Bali Lumpuh Total Ribuan Truk Terjebak
    • Indonesia Intip Rahasia Jepang Makan Bergizi
    • Transmart Full Day Sale: Tangga Multifungsi Hemat Jutaan
    • Alarm Bahaya PHK Massal dan Rapuhnya Industri Nasional
    Minggu, 27 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar

      27-09-2026 - 22.35

      Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI

      27-09-2026 - 22.35

      Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone

      27-09-2026 - 22.20

      Trump Xi Sepakat Pangkas Tarif Redakan Tegang

      27-09-2026 - 22.06

      Sinergi Baru bank bjb dan UPI

      27-09-2026 - 20.36
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh

    Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh

    Ekonomi 26-09-2026 - 20.202 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh

    Eranusantara.co – Kabar buruk menyelimuti dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan, angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 telah menyentuh angka fantastis, yakni sebanyak 53 ribu orang. Lonjakan angka pengangguran ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan serikat pekerja dan pengamat ekonomi nasional.

    Menanggapi situasi kritis tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan bahwa fenomena PHK massal ini tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, seperti melemahnya daya beli masyarakat semata. Menurutnya, terdapat empat faktor utama yang menjadi biang kerok di balik badai efisiensi yang menghantam berbagai sektor industri.

    Gelombang PHK Massal Mengancam Buruh
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Faktor pertama yang menjadi pemicu utama adalah merosotnya pesanan dari pembeli internasional atau buyer. Kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, termasuk adanya konflik perang di berbagai belahan dunia, telah menyebabkan permintaan pasar global menurun drastis. Hal ini berdampak langsung pada industri padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Ketika pesanan dari luar negeri berhenti, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pengurangan tenaga kerja.

    Kedua, kenaikan biaya produksi menjadi beban berat bagi para pelaku usaha. Lonjakan harga energi dan bahan baku, ditambah dengan fluktuasi nilai tukar rupiah yang melemah, membuat ongkos produksi membengkak. Perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor harus membeli menggunakan dolar AS, namun saat menjual produknya di pasar domestik, mereka hanya menerima rupiah. Ketimpangan ini memaksa perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga keberlangsungan bisnis.

    Faktor ketiga adalah tekanan dari produk impor, terutama dari China, yang membanjiri pasar domestik. Kehadiran barang-barang luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah membuat produk lokal semakin sulit bersaing. Akibatnya, daya beli masyarakat yang beralih ke barang impor semakin menekan pendapatan perusahaan dalam negeri.

    Terakhir, Said Iqbal menyoroti adanya tren relokasi produksi. Beberapa perusahaan besar atau prinsipal memutuskan untuk memindahkan basis produksinya keluar dari Indonesia, seperti yang terjadi pada beberapa manufaktur yang kembali ke negara asal mereka.

    Senada dengan hal tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, menyebutkan bahwa angka PHK di lapangan mungkin jauh lebih besar dari yang tercatat secara resmi. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi industri dalam negeri. Ristadi mendesak pemerintah untuk segera memperketat kebijakan impor dan secara agresif memberantas praktik impor ilegal yang merusak ekosistem pasar lokal. Tanpa langkah proteksi yang nyata, gelombang PHK diprediksi akan terus berlanjut dan semakin meluas.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.35

    Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.35

    Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.20

    Trump Xi Sepakat Pangkas Tarif Redakan Tegang

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.06

    Sinergi Baru bank bjb dan UPI

    Ekonomi 27-09-2026 - 20.36

    Aset Haji Melonjak Drastis ke Angka Fantastis

    Ekonomi 27-09-2026 - 20.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0623 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.