EraNusantara – PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo), entitas anak dari konglomerat pangan terkemuka PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), baru-baru ini mengukir sejarah dengan melakukan ekspor perdana vaksin hewan unggas ke empat negara di benua Afrika: Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi. Langkah strategis ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan sebuah penetrasi pasar yang bernilai fantastis, mencapai US$ 106.875 atau setara dengan sekitar Rp 1,9 miliar. Ini menandai babak baru dalam upaya Vaksindo memperluas jangkauan globalnya sekaligus memperkuat akses terhadap solusi pencegahan penyakit unggas di kawasan tersebut.
Presiden Direktur Vaksindo yang juga menjabat sebagai Head of Animal Health and Livestock Equipment Japfa, Teguh Yodiantara Prajitno, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa Vaksindo telah memiliki rekam jejak panjang dalam mengekspor beragam produk vaksin dan obat-obatan hewan ke berbagai negara. "Penetrasi ke pasar Afrika ini adalah kelanjutan dari dedikasi kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas yang didukung oleh riset ilmiah mendalam, pengalaman bertahun-tahun, serta standar kualitas yang konsisten di kancah global," papar Teguh dalam pernyataan tertulisnya yang diterima eranusantara.co.

Ke depan, Vaksindo berambisi untuk terus menjalin kemitraan strategis di berbagai wilayah baru. Tujuannya jelas: memastikan semakin banyak peternak di seluruh dunia dapat mengakses vaksin berkualitas tinggi. Teguh optimistis bahwa produk kesehatan hewan buatan Indonesia akan semakin dipercaya dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan pangan global.
Dalam pengiriman perdana ini, Vaksindo memboyong sepuluh produk vaksin unggulan yang dirancang khusus untuk mengendalikan berbagai penyakit pada unggas. Di antaranya adalah Vaksimune NDL IB Plus, Vaksimune IBH Duo, Vaksimune ND Inaktif, Vaksimune ND Inaktif 0,1, Vaksimune Coryza LE, Vaksimune ND Clone IB, Vaksimune IBD D, Vaksimune Pox, Vaksimune NDHV, dan Vaksimune ND LS IB. Rangkaian vaksin ini diharapkan menjadi penopang utama dalam menjaga produktivitas peternakan serta keberlanjutan sektor peternakan di negara-negara tujuan Afrika.
Pencapaian ekspor ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah Indonesia. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, menyatakan bahwa langkah Vaksindo selaras dengan agenda pemerintah untuk memperkuat industri kesehatan hewan nasional. "Melalui penguatan industri dalam negeri dan dorongan ekspor ini, Indonesia tidak hanya berperan mengurangi kerugian ekonomi akibat penyakit hewan secara global, tetapi juga memperkuat diplomasi serta membuka peluang pasar bagi sektor obat-obatan dan kesehatan hewan nasional," ujar Agung. Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertanian secara ketat memastikan mutu dan keamanan obat hewan melalui sertifikasi CPOHB dan registrasi yang ketat, demi meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ekspor ke Afrika ini menambah panjang daftar capaian Vaksindo dalam memasarkan produk kesehatan hewan ke pasar internasional. Sebelumnya, perusahaan telah sukses menembus lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Perluasan pasar ini merupakan bagian integral dari strategi Vaksindo untuk mengembangkan jangkauan produk kesehatan hewan Indonesia ke berbagai belahan dunia. Kolaborasi erat antara sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mendukung akses peternak global terhadap vaksin berkualitas tinggi.
Dengan sinergi yang kuat antara Vaksindo dan dukungan pemerintah, optimisme membuncah bahwa Indonesia akan semakin memperkokoh posisinya sebagai pemain penting dalam industri kesehatan hewan global, sekaligus berkontribusi nyata pada ketahanan pangan dunia.
Editor: Rockdisc