Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Rahasia di Balik Lonjakan Ekonomi Bali: 110 Peserta dari 8 Negara Siap Guncang Industri F&B Global di Ajang Spektakuler Ini! Peluang Emas untuk Bisnis Anda Terkuak di Sini!

    01-09-2026 - 05.06

    Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!

    01-09-2026 - 02.06

    Emas Kian Menggila! Harga Patokan Ekspor Melonjak Drastis, Investor Siap-siap Hadapi Gelombang Baru di Pasar Global?

    31-08-2026 - 22.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Rahasia di Balik Lonjakan Ekonomi Bali: 110 Peserta dari 8 Negara Siap Guncang Industri F&B Global di Ajang Spektakuler Ini! Peluang Emas untuk Bisnis Anda Terkuak di Sini!
    • Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!
    • Emas Kian Menggila! Harga Patokan Ekspor Melonjak Drastis, Investor Siap-siap Hadapi Gelombang Baru di Pasar Global?
    • Bukan Pesta Mewah, Rayakan Ultah ke-64, Menteri Ini Bikin Heboh Jakarta! Borong Habis Dagangan UMKM, Warga Berbondong-bondong Nikmati Rezeki Nomplok. Ada Apa Sebenarnya?
    • Liburan Musim Gugur Anda Bisa Jauh Lebih Untung! Terungkap, Strategi Cerdas Maksimalkan Pengeluaran dengan Benefit Eksklusif yang Jarang Diketahui!
    • Terungkap! Strategi Berani Prabowo Selamatkan Triliunan Rupiah Negara: Ratusan BUMN ‘Sakit’ Disuntik Mati, Target Rp 100 Triliun di Depan Mata!
    • Bukan Sekadar Angka! Sensus Ekonomi 2026: Presiden Prabowo Ungkap Kunci Pembaruan Data Ekonomi RI Setelah Satu Dekade, Apa Dampaknya pada Kebijakan Negara dan Peluang Bisnis Anda?
    • Pintu Gerbang Vital Ekonomi Patimban Kini Berbayar! Siapkah Logistik Jawa Barat Hadapi Era Baru Tarif Tol Cipeundeuy? Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
    • Tanggal Krusial 15 September: Kemenkeu Siap Ambil Alih Utang Whoosh, Skema Rahasia Penyelamatan Terkuak!
    Selasa, 1 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Rahasia di Balik Lonjakan Ekonomi Bali: 110 Peserta dari 8 Negara Siap Guncang Industri F&B Global di Ajang Spektakuler Ini! Peluang Emas untuk Bisnis Anda Terkuak di Sini!

      01-09-2026 - 05.06

      Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!

      01-09-2026 - 02.06

      Emas Kian Menggila! Harga Patokan Ekspor Melonjak Drastis, Investor Siap-siap Hadapi Gelombang Baru di Pasar Global?

      31-08-2026 - 22.06

      Bukan Pesta Mewah, Rayakan Ultah ke-64, Menteri Ini Bikin Heboh Jakarta! Borong Habis Dagangan UMKM, Warga Berbondong-bondong Nikmati Rezeki Nomplok. Ada Apa Sebenarnya?

      31-08-2026 - 19.06

      Liburan Musim Gugur Anda Bisa Jauh Lebih Untung! Terungkap, Strategi Cerdas Maksimalkan Pengeluaran dengan Benefit Eksklusif yang Jarang Diketahui!

      31-08-2026 - 16.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!

    Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!

    Ekonomi 01-09-2026 - 02.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!

    EraNusantara – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, sebuah melodi unik kerap terdengar dari sudut-sudut Kampung Dukuh, Desa Pasir Mukti, Citeureup, Bogor. Bukan alunan musik, melainkan ritme khas "tak-tek-tok, tak-tek-tok" yang makin nyaring menjelang hari-hari besar seperti Lebaran. Suara ini, jauh dari kesan mistis, justru menjadi penanda denyut nadi perekonomian yang menghidupi warga setempat, mengubah lembaran aluminium menjadi pundi-pundi rezeki yang kini bahkan merambah pasar global.

    Salah satu maestro di balik dentuman tersebut adalah Mansur (67). Meski tak lagi muda, tangan terampilnya tak pernah kehilangan sentuhan magis dalam menyulap lempengan aluminium menjadi aneka kerajinan, terutama kaleng kerupuk mini yang presisi. Berbekal palu kecil, tang potong, dan alas kayu, setiap pukulan "tak-tek-tok" yang ia hasilkan bukan sekadar proses produksi, melainkan warisan keahlian yang telah diasah selama 15 tahun. Mansur muda mewarisi kepiawaian ini dari sang ayah, seorang perajin kompor minyak tanah dan perangkat dapur, yang menanamkan fondasi ketekunan dan adaptasi sejak dini.

    Bukan Mistis! Dentuman "Tak-Tek-Tok" Ini Jadi Denyut Nadi Ekonomi Warga Bogor, Sampai Tembus Ekspor!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Di tengah gempuran produk plastik pabrikan, Mansur dan perajin Kampung Dukuh teguh menjaga tradisi ini. Dentang "tak-tek-tok" yang terus bergema bukan hanya simbol proses produksi, melainkan lambang ketahanan ekonomi yang diwariskan turun-temurun. Berkat ketekunan ini, Mansur bersyukur mampu menafkahi keluarga, bahkan membangun rumah untuk buah hatinya. Kunci keberlanjutan mereka terletak pada adaptasi. Dulu, kampung ini didominasi perajin kompor minyak, namun seiring perubahan pasar, mereka beralih ke diversifikasi produk aluminium seperti loyang, cetakan kue, hingga kaleng kerupuk. "Dulu bikin kompor minyak tanah, terus minyak tanah nggak ada. Bikin kompor batu bara, tapi nggak lama. Akhirnya bikin kaleng kerupuk," cerita Mansur kepada eranusantara.co.

    Upaya adaptasi ini semakin diperkuat dengan kolaborasi strategis. Mansur dan perajin lainnya menjalin kemitraan dengan Kampung Kaleng, sebuah inisiatif yang digagas oleh CEO Arif Rahmat pada pertengahan 2015. Arif menyadari bahwa produk-produk berkualitas dari Kampung Dukuh seringkali kesulitan menembus pasar yang lebih luas. "Mereka itu kesulitan untuk terserap pasarnya. Pasarnya itu terbatas," ungkap Arif. Kampung Kaleng hadir sebagai jembatan, membantu para pelaku usaha memaksimalkan penjualan melalui promosi di media sosial, situs web, hingga toko daring di marketplace seperti Shopee.

    Strategi pemasaran digital ini membuahkan hasil signifikan. Toko daring Kampung Kaleng, yang telah beroperasi selama 11 tahun, kini memiliki puluhan ribu pesanan dengan rating 4,7 dari 5. Produk-produk seperti kaleng kerupuk, celengan, panggangan ikan, dan cetakan kue laris manis, terutama saat pandemi COVID-19. Pembatasan sosial mendorong banyak orang beraktivitas di rumah, termasuk membuat kue, yang memicu lonjakan permintaan. "Pernah sampai ribuan pesanan per bulan, apalagi kalau menjelang Hari Raya," kenang Arif. Namun, perjalanan bisnis ini tak luput dari tantangan. Kenaikan harga bahan baku aluminium menjadi momok, dengan keluhan perajin mengenai kenaikan hingga 20%. Data London Metal Exchange (LME) mencatat kenaikan harga aluminium lebih dari 13% sejak konflik AS-Israel vs Iran pada 28 Februari, bahkan mencapai level tertinggi sejak 2022, dipengaruhi oleh faktor global seperti penutupan Selat Hormuz.

    Keberhasilan Kampung Kaleng tidak hanya terbatas di pasar domestik. Produk-produk kerajinan mereka kini mulai dilirik negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina, meskipun ekspor masih dalam skala kecil, dengan pesanan terbesar mencapai 2.000 unit. Potensi ekonomi kreatif Indonesia memang sangat besar, terbukti dari data Badan Pusat Statistik 2025 yang menempatkan fesyen, kriya, dan kuliner sebagai penyumbang nilai ekspor tertinggi. Untuk mengoptimalkan potensi pasar global, Arif gencar mengikuti berbagai pelatihan ekspor, termasuk Program Ekspor Shopee dan Kampus Shopee.

    Lebih dari itu, ekosistem industri kerajinan kaleng ini juga melahirkan lapangan kerja baru di era digital, seperti host dan spesialis media sosial. Moya (23), seorang host dan content creator di Kampung Kaleng, merasakan langsung dampak positifnya. "Dulu sih pas awal live streaming sempat grogi, sekarang sudah nggak," ujarnya. Peran konten video, seperti yang diungkap riset AdWeek 2020, sangat efektif dalam membangun koneksi konsumen dan mendorong pembelian, sebuah tren yang juga masif di Indonesia dengan 221 juta pengguna internet.

    Kisah Kampung Dukuh adalah cerminan kontribusi besar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional. Kementerian UMKM mencatat 65,5 juta UMKM di Indonesia pada 2025, menyumbang 61% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja. "Kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 57-60 persen. Jadi kalau kalian benar-benar ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara, UMKM adalah salah satu ruang dan kesempatan terbaik itu," tegas Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

    Menyadari peran krusial ini, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menekankan pentingnya adaptasi UMKM terhadap teknologi digital. Keterampilan digital dan pemasaran online menjadi kunci untuk memaksimalkan platform daring. Shopee, melalui berbagai inovasinya, berupaya membuka akses pasar, meningkatkan eksposur produk lokal, menyederhanakan manajemen operasional, hingga membantu perluasan pasar domestik dan ekspor, serta melindungi hak kekayaan intelektual (HKI) produk lokal. Menteri Perdagangan Budi Santoso pun menyambut baik kolaborasi ini, menegaskan bahwa ekosistem e-commerce yang kuat, melibatkan produsen, platform, dan konsumen, adalah fondasi penting bagi pertumbuhan UMKM Indonesia.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Rahasia di Balik Lonjakan Ekonomi Bali: 110 Peserta dari 8 Negara Siap Guncang Industri F&B Global di Ajang Spektakuler Ini! Peluang Emas untuk Bisnis Anda Terkuak di Sini!

    Ekonomi 01-09-2026 - 05.06

    Emas Kian Menggila! Harga Patokan Ekspor Melonjak Drastis, Investor Siap-siap Hadapi Gelombang Baru di Pasar Global?

    Ekonomi 31-08-2026 - 22.06

    Bukan Pesta Mewah, Rayakan Ultah ke-64, Menteri Ini Bikin Heboh Jakarta! Borong Habis Dagangan UMKM, Warga Berbondong-bondong Nikmati Rezeki Nomplok. Ada Apa Sebenarnya?

    Ekonomi 31-08-2026 - 19.06

    Liburan Musim Gugur Anda Bisa Jauh Lebih Untung! Terungkap, Strategi Cerdas Maksimalkan Pengeluaran dengan Benefit Eksklusif yang Jarang Diketahui!

    Ekonomi 31-08-2026 - 16.06

    Terungkap! Strategi Berani Prabowo Selamatkan Triliunan Rupiah Negara: Ratusan BUMN ‘Sakit’ Disuntik Mati, Target Rp 100 Triliun di Depan Mata!

    Ekonomi 31-08-2026 - 12.06

    Ekonomi 31-08-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0617 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4411 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.