EraNusantara – Gelaran akbar MotoGP Mandalika yang dijadwalkan pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi dengan target perputaran uang mencapai angka fantastis Rp 5 triliun. Prediksi ambisius ini datang dari Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang optimis terhadap dampak signifikan event balap motor kelas dunia ini bagi perekonomian nasional.
Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut sangat realistis. Menurut Dony, dukungan penuh dari ekosistem Danantara, ditambah dengan sinergi lintas BUMN yang melibatkan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney sebagai penyelenggara utama, akan menjadi tulang punggung kesuksesan event ini.

Dony menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar ajang balap, melainkan katalisator ekonomi yang diharapkan membawa dampak besar bagi perekonomian nasional, khususnya Nusa Tenggara Barat. "Ini adalah tahun pertama penyelenggaraan MotoGP di bawah payung Danantara. Dengan ekosistem yang kami miliki, ekspektasi kami tentu lebih tinggi dalam mendukung event ini," ujar Dony dalam pernyataan resminya yang dikutip eranusantara.co. Mengacu pada kesuksesan MotoGP Mandalika tahun 2025, ajang serupa telah membuktikan diri dengan menghasilkan multiplier effect ekonomi sebesar Rp 4,96 triliun. Lebih dari itu, event tersebut berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dan memberdayakan sekitar 600 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Daya jangkau globalnya pun tak main-main, dengan Advertising Value Equivalent (AVE) mencapai €361,6 juta yang berhasil menjangkau lebih dari 200 negara.
Namun, Dony mengingatkan bahwa pencapaian sebesar ini tidak datang secara instan. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang dan detail dari seluruh panitia. "Tidak ada hasil besar yang instan, begitu pula dengan MotoGP. Oleh karena itu, saya berharap panitia, terutama rekan-rekan di ITDC dan MGPA, dapat melakukan persiapan dengan sangat detail. Pekerjaan rumahnya cukup besar, namun dengan persiapan yang cermat, kami optimis event ini akan berjalan sukses," pungkas Dony, menyoroti tantangan sekaligus peluang yang ada.
Analisis demografi penonton juga menunjukkan potensi besar bagi sektor pariwisata domestik. Dengan 84% penonton berasal dari dalam negeri dan 16% sisanya merupakan wisatawan mancanegara, ajang ini secara langsung memperkuat sektor pariwisata, transportasi, perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Kehadiran ribuan penonton, baik lokal maupun internasional, akan memicu pergerakan ekonomi di berbagai lini, menjadikan MotoGP Mandalika lebih dari sekadar tontonan, melainkan investasi strategis bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Editor: Rockdisc