EraNusantara – Rencana kunjungan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, ke kantor PT ByteDance Indonesia (pengelola TikTok) dan Tokopedia yang sedianya dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, mendadak dibatalkan. Pembatalan ini menyusul tercapainya kesepakatan penting yang bertujuan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan kedua platform e-commerce tersebut.
Perkembangan positif ini merupakan buah dari pertemuan intensif di Gedung DPR RI, yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam dialog tersebut Menteri Ketenagakerjaan, Presiden Direktur Tokopedia Stevani, serta perwakilan manajemen TikTok dari Tiongkok, sebagai pemilik PT ByteDance yang telah mengakuisisi Tokopedia.

Dalam forum tersebut, Presiden Direktur Tokopedia, Stevani, secara tegas dan terbuka menyampaikan komitmen bahwa tidak akan ada PHK yang menimpa sekitar 1.250 karyawan. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi ribuan pekerja yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akan masa depan pekerjaan mereka.
Menanggapi hasil pertemuan yang konstruktif ini, Said Iqbal menyatakan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil oleh pimpinan DPR RI bersama pemerintah. "Saya menghargai upaya mereka dalam memfasilitasi dialog antara perusahaan dan para pemangku kepentingan, sehingga kekhawatiran mengenai PHK massal dapat dihindari," ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co pada Senin (6/7/2026). Ia menambahkan, "Oleh karena itu, saya membatalkan rencana kunjungan ke kantor PT ByteDance yang semula dijadwalkan pada Selasa, 7 Juli 2026. Saya menyambut baik hasil pertemuan yang dipimpin Prof. Sufmi Dasco Ahmad bersama pemerintah dan manajemen perusahaan karena telah menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menghindari PHK terhadap karyawan Tokopedia dan TikTok."
Kendati demikian, Said Iqbal melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh (PKP-BKKB) menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan komitmen tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses penataan organisasi benar-benar berjalan sesuai dengan hasil yang telah disepakati dan tidak merugikan hak-hak para pekerja.
PKP-BKKB berharap komitmen yang telah disampaikan secara terbuka oleh manajemen Tokopedia dan TikTok dapat dilaksanakan secara konsisten. Hal ini penting agar seluruh proses restrukturisasi perusahaan berlangsung melalui dialog yang baik, menghormati hak-hak pekerja, serta menjaga keberlangsungan usaha perusahaan di tengah dinamika ekonomi digital.
Editor: Rockdisc