EraNusantara – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan sebuah target ambisius yang siap diemban oleh kementeriannya. Dalam rentang waktu lima tahun ke depan, tepatnya hingga tahun 2029, Indonesia ditargetkan mampu menarik investasi fantastis senilai lebih dari Rp 13.000 triliun. Angka ini bukan sekadar target biasa, melainkan sebuah misi strategis yang disusun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level 8%.
Target monumental ini, yang berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menandai peningkatan signifikan dalam ambisi investasi negara. Rosan menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan realisasi investasi selama satu dekade terakhir, yakni dari tahun 2014 hingga 2024, total investasi yang berhasil dihimpun Indonesia hanya mencapai sekitar Rp 9.100 triliun. "Peningkatannya memang cukup signifikan," ujar Rosan, sebagaimana dikutip oleh eranusantara.co, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa lalu.

Meski diakui sebagai tantangan yang tidak mudah, Rosan P. Roeslani tetap memancarkan optimisme tinggi. Ia yakin target tersebut dapat dicapai, bahkan di tengah gejolak politik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, minat investor asing maupun domestik terhadap Indonesia tetap sangat kuat. "Kalau kami lihat bahwa ternyata terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, geoekonomi dunia, ternyata minat dan interest mereka untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi ya, masih sangat-sangat baik ya," tegas Rosan.
Keberhasilan mencapai angka Rp 13.000 triliun ini akan menjadi tonggak penting bagi perekonomian Indonesia, membuka jalan bagi penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Misi ini bukan hanya tentang angka, melainkan tentang masa depan ekonomi bangsa.
Editor: Rockdisc