EraNusantara – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menjadi pusat perhatian saat kunjungannya ke GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. Bukan hanya karena kehadirannya sebagai pejabat tinggi negara, melainkan juga karena sebuah cerita menarik yang ia bagikan: kegagalannya mendapatkan diskon khusus untuk motor gede (moge) Harley Davidson impiannya. Alasan pembatalan diskon tersebut ternyata terkait erat dengan prinsip integritas dan aturan gratifikasi yang ketat bagi pejabat publik.
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menceritakan bahwa ia sempat dijanjikan bonus atau potongan harga spesial untuk pembelian Harley Davidson. Tawaran menggiurkan itu datang dengan syarat yang cukup menantang, yakni jika ia berhasil memajukan perekonomian Indonesia. "Dia bilang, ‘kalau bisa majuin ekonomi, nanti akan dapat bonus kalau beli Harley.’ Saya sudah senang. Oke, saya beli Harley. Ada bonusnya, diskon lah," kenang Purbaya, menunjukkan antusiasmenya yang sempat melambung tinggi.

Namun, harapan untuk membawa pulang moge dengan harga istimewa itu harus pupus. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan dengan tegas mengingatkan Purbaya bahwa potongan harga semacam itu akan dianggap sebagai gratifikasi, sebuah pelanggaran etika dan hukum bagi pejabat publik. "’Eh Sekjen saya yang bilang, ‘Pak, kalau diskon itu gratifikasi, jadi nggak boleh. Bapak harus bayar pada harga penuh,’ katanya. Yah, lemes gue," seloroh Purbaya, mengundang tawa hadirin yang memahami dilema tersebut.
Di balik cerita jenaka yang mengundang gelak tawa tersebut, Purbaya juga menyampaikan pesan penting mengenai arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sering tertahan di angka 5% atau di bawahnya. "Kami menargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di rentang 6% pada semester kedua tahun ini. Jadi, demand lebih kuat dan bisnis Anda berkembang pesat, ya," jelasnya, menggarisbawahi upaya pemerintah untuk menciptakan iklim ekonomi yang lebih kondusif dan dinamis.
Selama kunjungannya ke GIIAS, Purbaya terlihat menikmati suasana pameran, berkeliling melihat berbagai merek kendaraan, mulai dari motor hingga mobil. Ia secara khusus menyambangi booth Harley Davidson, di mana ia menunjukkan ketertarikan pada salah satu model edisi terbatas yang baru diluncurkan. Purbaya bahkan sempat menjajal duduk di beberapa model moge, dengan candaan khasnya. "Cocok ya? Bungkus? Duit lu," ujarnya sambil tertawa, disambut gelak tawa pengunjung lain yang turut menyaksikan momen tersebut.
Kisah Purbaya ini menjadi pengingat menarik tentang bagaimana prinsip integritas harus dijunjung tinggi, bahkan dalam hal-hal yang tampak sepele seperti diskon pembelian. Ini juga menunjukkan sisi humanis seorang pejabat tinggi negara yang tetap berpegang pada aturan, meskipun harus mengorbankan impian pribadi untuk mendapatkan moge dengan harga miring, demi menjaga transparansi dan menghindari potensi konflik kepentingan, sebagaimana dilaporkan oleh eranusantara.co.
Editor: Rockdisc