EraNusantara – Jakarta – PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan bergengsi IDX Channel Anugerah ESG 2026. Apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen kuat Pegadaian dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek strategi bisnisnya, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pionir keuangan inklusif di Indonesia.
Penghargaan khusus ini diberikan dalam kategori "Inovasi Keuangan Inklusif Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan," sebuah pengakuan atas upaya Pegadaian yang tak kenal lelah dalam menciptakan solusi finansial yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. "Penghargaan ini adalah cerminan dari dedikasi seluruh Insan Pegadaian yang secara konsisten menerapkan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) di seluruh operasional," ungkap Jainuddin, Kepala Divisi ESG PT Pegadaian (Persero), dalam keterangan resminya yang diterima eranusantara.co pada Selasa (4/8/2026). Ia menambahkan, ini juga menjadi validasi atas konsistensi perusahaan dalam menyediakan layanan keuangan yang berwawasan lingkungan, berkeadilan sosial, dan didukung oleh tata kelola korporasi yang transparan. Penyerahan penghargaan sendiri berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Rabu (29/7).

Keunggulan Pegadaian dalam kategori ini tidak lepas dari kemampuannya merancang dan mengimplementasikan program-program keuangan yang sangat inklusif. Perusahaan dinilai berhasil melampaui sekadar kepatuhan regulasi, menjadikan inisiatif ESG sebagai motor utama dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi korporasi. Melalui berbagai produk unggulan berbasis emas dan pembiayaan mikro, Pegadaian sukses membuka gerbang akses permodalan bagi segmen masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked) maupun yang kurang terlayani (underbanked). Lebih jauh, inovasi ini turut berperan aktif dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh penjuru negeri.
"Keuangan inklusif dan keberlanjutan adalah dua fondasi yang saling menguatkan. Pegadaian bertekad untuk terus melahirkan inovasi keuangan yang tidak hanya memberikan keuntungan bisnis, tetapi juga menghasilkan dampak sosial-lingkungan yang signifikan dan berkelanjutan bagi kemajuan Indonesia," tegas Jainuddin. Pencapaian ini semakin memperkokoh kedudukan Pegadaian sebagai lembaga jasa keuangan yang adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi global, dengan berpegang teguh pada prinsip keberlanjutan yang kuat, transparan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Bersama Danantara Indonesia, Pegadaian berkomitmen untuk terus berbakti kepada negeri, melayani sepenuh hati demi "MengEMASkan Indonesia."
Sebagai informasi, ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 mengusung tema besar "Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value." Penganugerahan ini dirancang khusus untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan serta eksekutif puncak di Indonesia yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan inisiatif bisnis berkelanjutan dan berdampak positif bagi entitas bisnis itu sendiri, masyarakat luas, serta kelestarian lingkungan. Penyelenggaraan penghargaan oleh IDX ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah katalisator untuk memacu seluruh pelaku industri di Indonesia agar berkomitmen penuh pada prinsip-prinsip keberlanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Proses penilaian untuk IDX Channel Anugerah ESG 2026 dilakukan secara metodis dan komprehensif, mencakup empat pilar utama: Lingkungan (Environment), Sosial (Social), Tata Kelola (Governance), serta Inovasi dalam Keuangan Berkelanjutan (Innovation in Sustainable Finance). Evaluasi melibatkan kriteria bobot penilaian yang ketat, termasuk Kinerja ESG (ESG Performance) yang mengukur dampak implementasi di lapangan, serta Strategi & Kebijakan (Strategic & Policy) yang meninjau kebijakan korporasi berbasis keberlanjutan. Tak hanya itu, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam program ESG, transparansi dan akuntabilitas dalam Laporan Keberlanjutan, serta komitmen kuat dari jajaran pimpinan perusahaan juga menjadi faktor penentu.
Editor: Rockdisc