EraNusantara – Kabar kurang menyenangkan datang dari pasar pangan nasional. Tren harga komoditas strategis menunjukkan pergerakan yang bervariasi, namun dominasi kenaikan cukup terasa, terutama pada beberapa kebutuhan pokok. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Minggu, 21 Juni 2026, mengindikasikan bahwa sejumlah bahan pangan utama seperti cabai rawit merah, beras medium, bawang putih, dan daging sapi kompak merangkak naik, berpotensi membebani anggaran rumah tangga.
Puncak kenaikan yang paling mencolok adalah harga cabai rawit merah. Komoditas pedas ini kini dibanderol di angka Rp 76.300 per kilogram, mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,35%. Kondisi ini tentu membuat para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner harus memutar otak lebih keras dalam mengelola pengeluaran. Tak hanya cabai, harga beras medium juga menunjukkan tren serupa. Beras medium kualitas I naik 0,31% menjadi Rp 16.300 per kilogram, sementara beras medium kualitas II juga mengalami kenaikan 0,31% menjadi Rp 16.100 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang, yang kini mencapai Rp 43.100 per kilogram setelah melonjak 1,89%. Sektor protein hewani pun tak luput dari tren ini. Harga daging sapi kualitas I naik 0,47% menjadi Rp 149.300 per kilogram, dan daging sapi kualitas II juga naik 0,61% menjadi Rp 140.500 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tekanan yang cukup merata pada beberapa bahan pokok penting di dapur masyarakat.
Meskipun demikian, tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan. Beberapa jenis cabai lainnya justru menunjukkan penurunan, meski harganya masih tergolong tinggi. Cabai merah keriting, misalnya, turun 1,16% menjadi Rp 55.500 per kilogram, dan cabai merah besar juga turun 5,87% menjadi Rp 57.700 per kilogram. Komoditas lain yang menunjukkan penurunan adalah telur ayam ras segar, yang turun 0,50% menjadi Rp 29.950 per kilogram, serta bawang merah ukuran sedang yang turun 3,25% menjadi Rp 53.650 per kilogram. Gula pasir lokal juga sedikit turun 0,26% menjadi Rp 19.100 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas terpantau stabil tanpa perubahan harga. Ini termasuk beras kualitas super I yang tetap di Rp 17.550 per kilogram, minyak goreng curah di Rp 20.600 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 1 di Rp 24.200 per kilogram. Namun, minyak goreng bermerek 2 justru naik tipis 0,21% menjadi Rp 23.350 per kilogram. Daging ayam ras segar juga sedikit turun 0,27% menjadi Rp 37.100 per kilogram.
Fluktuasi harga pangan ini menjadi perhatian serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Kenaikan pada komoditas utama seperti cabai, beras, dan daging sapi berpotensi memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera merumuskan strategi mitigasi yang efektif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga, demi kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Editor: Rockdisc