EraNusantara – Ekosistem perdagangan komoditas nasional terus menunjukkan geliat positif dengan inovasi terbaru. PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (PT KPBI), sebagai bagian dari PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI), kini resmi menjadi pengelola gudang berstandar. Langkah ini akan mempermudah penerbitan resi gudang bagi para produsen dan pelaku usaha komoditas.
Keputusan penting ini tertuang dalam Keputusan Kepala BAPPEBTI Nomor 41/BAPPEBTI/Kep-SRG/PG/11/2025 yang diterbitkan pada 26 November 2025. Dengan kepercayaan ini, PT KPBI siap memainkan peran kunci dalam menjaga kualitas penyimpanan komoditas dan memperlancar proses penerbitan resi gudang.

Dalam menjalankan perannya, PT KPBI akan memanfaatkan aplikasi Is-Ware, sebuah platform SRG berbasis blockchain yang dikembangkan oleh PT KBI. Teknologi ini akan meningkatkan akurasi pencatatan stok, mempercepat registrasi resi gudang, dan membuka akses pembiayaan berbasis resi gudang yang lebih luas bagi produsen komoditas.
Fajar Hari Utomo, Direktur Utama PT KPBI, menyatakan bahwa penunjukan ini adalah momentum penting bagi perusahaan untuk memperluas kontribusinya dalam ekosistem SRG. "Dengan izin sebagai pengelola gudang SRG, KPBI tidak hanya menyediakan fasilitas penyimpanan berstandar nasional, tetapi juga memperkuat posisi kami sebagai aggregator ekosistem resi gudang," ujarnya. KPBI berencana menawarkan layanan terintegrasi yang mendukung kebutuhan produsen komoditas, menjadi "one stop service" bagi mereka. Tahap awal akan fokus pada komoditas beras dan kopi, dua komoditas strategis yang memiliki peran besar dalam rantai pasok nasional.
Heryono Hadi Prasetyo, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG dan PLK BAPPEBTI, mengapresiasi kesiapan PT KPBI dalam memenuhi persyaratan sebagai pengelola gudang. Ia berharap KPBI dapat menjadi tolok ukur bagi pengelola gudang lainnya, terutama dalam menjaga integritas data, keamanan komoditas, dan akurasi layanan.
Hingga Oktober 2025, ekosistem SRG terus menunjukkan pertumbuhan positif. PT KBI, sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang ("PUSREG"), telah meregistrasi 497 resi gudang dengan total volume komoditas mencapai 89.000 ton. Semakin banyak pengelola gudang bersertifikasi, termasuk PT KPBI, akan memperluas jangkauan layanan penyimpanan dan mempercepat proses registrasi resi gudang di berbagai daerah. Informasi ini dikutip dari eranusantara.co.
PT KPBI juga membuka diri untuk melayani komoditas SRG lainnya sesuai dengan kebutuhan pasar. Langkah ini menjadi landasan penting bagi KPBI untuk berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan pemanfaatan SRG, serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan komoditas yang lebih modern, efisien, dan terstandar.
Editor: Rockdisc