Eranusantara.co – Langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional mulai menunjukkan wujud nyatanya di Sulawesi Selatan. Sebuah proyek ambisius bertajuk Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) kini tengah digarap di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi tulang punggung penyediaan protein hewani bagi masyarakat Indonesia dalam waktu dekat.
Pembangunan ekosistem peternakan ayam yang komprehensif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara tiga entitas besar, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero), PT Berdikari (Persero), dan PT Ugiagri Harapan Indonesia (PT UHI). Melalui sinergi ini, pemerintah berupaya menciptakan rantai pasok unggas yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar domestik.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa proyek ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo, proyek HAT ini ditargetkan sudah mulai beroperasi secara penuh pada 1 Juli 2027. Amran menekankan bahwa seluruh hambatan, baik yang bersifat birokrasi maupun kendala teknis di lapangan, harus segera diselesaikan agar target tersebut tercapai tepat waktu.
Dalam pelaksanaannya, PTPN I mengambil peran kunci dengan mengoptimalkan aset lahan di Regional 8 Kebun Camming. Melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Berdikari, lahan seluas 22 hektare disiapkan untuk jangka waktu kerja sama selama 30 tahun. Pada fase awal, sekitar 15 hektare lahan akan difokuskan untuk membangun infrastruktur vital seperti Farm Parent Stock (PS) Broiler, Farm PS Layer, fasilitas penetasan (hatchery), hingga pabrik pakan ternak yang terpadu.
Tak berhenti di situ, kerja sama antara PTPN I dengan PT UHI juga turut memperkuat proyek ini. Sebanyak 8,9 hektare lahan akan dialokasikan untuk pembangunan kandang komersial, farm pullet, fasilitas komersial petelur, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan di Kebun Camming ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan protein hewani secara berkelanjutan. Menurutnya, proyek di Bone ini akan membentuk sebuah ekosistem yang sangat lengkap, mulai dari proses pembibitan, produksi pakan, peternakan, hingga tahap pengolahan akhir.
"Kolaborasi ini dirancang untuk membentuk rantai pasok unggas yang terintegrasi dan efisien. Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah Bone dan sekitarnya," ungkap Rivai.
Pihak PTPN I juga memastikan bahwa seluruh proses pemanfaatan lahan telah mengikuti regulasi tata ruang yang berlaku. Tahapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah rampung diselesaikan. Perusahaan juga menjamin bahwa pembangunan fasilitas seperti RPHU dan cold storage tidak akan mengganggu kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga keseimbangan ekosistem pertanian tetap terjaga.