Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Harga Emas Antam Terjun Bebas Investor Waspada

    26-09-2026 - 16.35

    Polemik Aturan PIP di Maybank Akhirnya Terjawab

    26-09-2026 - 16.35

    Starbucks Tutup Ratusan Gerai di Amerika

    26-09-2026 - 16.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Harga Emas Antam Terjun Bebas Investor Waspada
    • Polemik Aturan PIP di Maybank Akhirnya Terjawab
    • Starbucks Tutup Ratusan Gerai di Amerika
    • Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini
    • Gelombang PHK Masif Mengancam Pekerja
    • Mengenal Transfer Pricing dan Cara Belajarnya
    • Pucuk Pimpinan KNKT Berganti Tantangan Besar Menanti
    • Brevet A B Saja Tak Cukup Ini Level Berikutnya
    • Harga Emas Antam Melonjak Tajam Hari Ini
    • Strategi Baru Prabowo Jaga Ekonomi
    Sabtu, 26 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Harga Emas Antam Terjun Bebas Investor Waspada

      26-09-2026 - 16.35

      Polemik Aturan PIP di Maybank Akhirnya Terjawab

      26-09-2026 - 16.35

      Starbucks Tutup Ratusan Gerai di Amerika

      26-09-2026 - 16.20

      Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini

      26-09-2026 - 16.06

      Gelombang PHK Masif Mengancam Pekerja

      26-09-2026 - 13.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini

    Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini

    Ekonomi 26-09-2026 - 16.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini

    Eranusantara.co – Kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) yang akan diterapkan secara penuh pada tahun 2027 mendatang memicu perhatian serius dari kalangan industri transportasi. Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menyuarakan permohonan agar pemerintah mempertimbangkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam implementasinya. Mereka menekankan pentingnya melihat komitmen perusahaan dalam mematuhi aturan, bukan semata-mata fokus pada pelanggaran yang sudah ada.

    Wakil Ketua Umum DPP Askarindo, Budi Setiyadi, secara khusus meminta adanya relaksasi bagi perusahaan-perusahaan yang masih memiliki armada truk bermasalah. Menurutnya, proses adaptasi terhadap regulasi Zero ODOL memerlukan waktu yang tidak sebentar, terutama bagi entitas bisnis dengan jumlah truk yang signifikan dan riwayat pelanggaran dimensi yang cukup banyak. Budi menggarisbawahi bahwa perusahaan-perusahaan ini membutuhkan jeda waktu untuk melakukan normalisasi kendaraan mereka.

    Jalan Terjal Zero ODOL Pengusaha Minta Ini
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Biarkan mereka membenahi truk-truknya sambil tetap beroperasi agar para pengemudi juga bisa terus bekerja. Artinya, pemberlakuan Zero ODOL itu jangan berdasarkan kepada pelanggaran yang ada, tapi dilihat dari komitmen perusahaannya," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa hal terpenting adalah adanya komitmen kuat dari perusahaan untuk melakukan perbaikan, sehingga penegakan hukum tidak perlu langsung diberlakukan secara sporadis.

    Budi juga menyoroti dampak finansial yang akan ditanggung perusahaan dalam proses normalisasi truk ODOL. Perubahan dimensi dan kapasitas kendaraan tentu akan memengaruhi arus kas operasional. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan strategi dan perencanaan matang agar proses transisi ini tidak mengganggu kelangsungan operasional mereka. "Jadi, memang perlu memperhitungkan waktu operasinya, dan sebagainya. Makanya, kita harapkan kepada Kementerian Perhubungan, minimal komitmen dululah yang dimintai dari semua pelaku industri pemilik barang dan pemilik kendaraan. Jadi, jangan langsung melakukan penegakan hukum," tegasnya.

    Lebih lanjut, Askarindo mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini harus mempertimbangkan potensi efek domino terhadap biaya logistik. Normalisasi ODOL dan penegakan hukum yang terlalu ketat dikhawatirkan dapat memicu kenaikan ongkos transportasi barang, yang pada akhirnya akan berdampak pada melonjaknya harga komoditas di pasaran. Situasi ini berpotensi menimbulkan tekanan inflasi yang signifikan di berbagai daerah, yang pada akhirnya akan membebani masyarakat luas.

    "Masalahnya, ini kan menyangkut hajat hidup orang banyak juga. Karena, jangan sampai nanti begitu normalisasi ODOL diberlakukan, terjadi inflasi di beberapa daerah gara-gara ongkos logistiknya tinggi," ungkap Budi. Untuk itu, Askarindo berharap pemerintah dapat memberikan intervensi berupa insentif bagi para pemilik truk yang menunjukkan komitmen serius dalam melakukan normalisasi. Insentif ini diharapkan dapat meringankan beban finansial perusahaan dan mempercepat proses kepatuhan terhadap regulasi.

    Pendekatan yang kolaboratif antara pemerintah dan pelaku industri dinilai krusial untuk mencapai tujuan Zero ODOL tanpa menimbulkan gejolak ekonomi yang tidak diinginkan. Askarindo percaya bahwa dengan adanya kelonggaran dan dukungan, target kepatuhan dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan, demi terciptanya sistem logistik yang efisien dan berkeadilan.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Harga Emas Antam Terjun Bebas Investor Waspada

    Ekonomi 26-09-2026 - 16.35

    Polemik Aturan PIP di Maybank Akhirnya Terjawab

    Ekonomi 26-09-2026 - 16.35

    Starbucks Tutup Ratusan Gerai di Amerika

    Ekonomi 26-09-2026 - 16.20

    Gelombang PHK Masif Mengancam Pekerja

    Ekonomi 26-09-2026 - 13.35

    Mengenal Transfer Pricing dan Cara Belajarnya

    Ekonomi 26-09-2026 - 13.20

    Pucuk Pimpinan KNKT Berganti Tantangan Besar Menanti

    Ekonomi 26-09-2026 - 12.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0626 Views

    Mengejutkan! Daya Saing Indonesia Terjun Bebas di Kancah Global: Apakah Sinyal Bahaya Bagi Investasi dan Masa Depan Ekonomi?

    24-06-2026 - 22.0622 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0622 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.