EraNusantara – Suasana Istana Kepresidenan Jakarta kembali diwarnai urgensi ekonomi ketika Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta percepatan penyelesaian perjanjian dagang komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). Arahan strategis ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mengindikasikan prioritas tinggi pemerintah terhadap kesepakatan krusial ini.
Menurut Airlangga, dokumen IEU-CEPA saat ini sedang dalam tahap akhir penyelesaian kelengkapan bahan berbahasa Inggris. Ini merupakan langkah awal sebelum naskah tersebut diajukan ke Parlemen Eropa untuk proses persetujuan. Setelah itu, perjanjian ini juga harus diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk diratifikasi, menandai perjalanan panjang menuju implementasi penuh.

Sinyal positif dari Eropa pun tak kalah kuat. Airlangga membocorkan rencana kunjungan penting dari Komisioner Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Hubungan Antarlembaga dan Transparansi, Maroš Šefčovič, yang dijadwalkan menyambangi Tanah Air paling lambat awal November. Tak hanya itu, Presiden Uni Eropa juga diagendakan akan berkunjung ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November, mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk merampungkan kesepakatan ini, seperti yang dilaporkan oleh eranusantara.co.
Dari sisi Kementerian Perdagangan, Menteri Budi Santoso optimistis. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang, sementara 15 perjanjian lainnya masih dalam tahap negosiasi. IEU-CEPA, menurut Budi, termasuk dalam kategori yang 15 tersebut, bahkan disebut-sebut "sudah tinggal tanda tangan." Dengan optimisme yang tinggi, Budi menargetkan perjanjian IEU-CEPA ini dapat segera ditandatangani dan mulai diimplementasikan pada tahun depan, membuka babak baru bagi hubungan ekonomi Indonesia-Eropa.
Percepatan IEU-CEPA ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah strategi ambisius untuk menggenjot ekspor Indonesia, menarik investasi, dan memperkuat posisi tawar di kancah perdagangan global. Arahan Presiden Prabowo menjadi penanda jelas bahwa pemerintah siap tancap gas demi mewujudkan potensi ekonomi yang lebih besar melalui kemitraan strategis dengan salah satu blok ekonomi terbesar di dunia.
Editor: Rockdisc