EraNusantara – Indonesia kini memiliki platform baru yang berpotensi mengubah peta persaingan pasar emas global: Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Dideklarasikan secara resmi, asosiasi ini mengemban misi vital untuk mengakselerasi pengembangan pasar bullion di Tanah Air, menjadikannya lebih terpercaya, efisien, dan berkelanjutan. Pembentukan IBMA, yang diperkenalkan dalam sebuah acara di BSI Tower pada Kamis (20/8), menandai langkah strategis dalam mengukuhkan jejaring ekosistem emas nasional melalui sinergi, standardisasi, edukasi, serta penguatan industri dari hulu hingga hilir.
Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. Dalam kesempatan tersebut, Selfie Dewiyanti, yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), resmi dilantik sebagai Ketua Umum IBMA. Kehadiran 11 direktur utama perusahaan pendiri IBMA turut menjadi saksi peresmian yang diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri emas Indonesia.

Selfie Dewiyanti, dalam keterangannya kepada eranusantara.co pada Jumat (21/8/2026), mengungkapkan optimisme bahwa IBMA akan menjadi motor penggerak utama bagi seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: mewujudkan pasar bullion Indonesia yang tidak hanya kredibel dan kompetitif, tetapi juga berstandar internasional. Ia menegaskan, "Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional." Visi besar IBMA adalah mentransformasi Indonesia dari sekadar produsen menjadi pusat bullion regional.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlangsungan organisasi ini, PT Pegadaian (Persero) telah menyiapkan kantor sekretariat dan ruang rapat IBMA yang berlokasi strategis di lantai dua kawasan perkantoran Pegadaian Tower. Penempatan ini bukan tanpa alasan, sebab kawasan Pegadaian telah berkembang menjadi salah satu sentra ekosistem emas nasional yang terintegrasi. Di sana, tersedia beragam fasilitas mulai dari layanan Bullion Pegadaian, penyimpanan Vault berstandar internasional, ATM Emas, Galeri 24, G-Lab, pusat lelang emas, hingga berbagai kegiatan bazar emas yang rutin diselenggarakan. Kawasan ini telah dikenal masyarakat sebagai destinasi utama untuk investasi, pembiayaan berbasis emas, dan layanan pendukung industri bullion lainnya.
Pembentukan IBMA ini juga selaras dengan inisiatif besar pemerintah, yakni peluncuran kegiatan usaha bullion atau Layanan Bank Emas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Setelah satu tahun beroperasi, layanan bullion menunjukkan perkembangan positif yang signifikan, berhasil membangun fondasi awal ekosistem emas nasional. Saat ini, bank emas di Indonesia telah mengelola lebih dari 170 ton emas, dengan 153 ton di antaranya berada di bawah pengelolaan Pegadaian.
Capaian impresif ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas Indonesia sebagai salah satu terobosan strategis yang krusial untuk mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Sebagai negara dengan potensi emas yang melimpah, Indonesia memiliki fondasi geologis yang kuat untuk menjadi pusat pasar bullion di kawasan. Namun, potensi ini selama ini belum sepenuhnya optimal karena ketiadaan lembaga yang mampu menyatukan para pelaku usaha sekaligus menetapkan standar industri yang seragam. Kehadiran IBMA diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut, berperan sebagai mitra strategis regulator dan penghubung vital bagi berbagai pemangku kepentingan dalam rantai industri emas nasional. Lingkupnya mencakup sektor pertambangan, jasa keuangan, pemurnian (refinery), manufaktur, hingga berbagai layanan pendukung bisnis lainnya.
Saat ini, IBMA diperkuat oleh anggota-anggota kunci di industri, meliputi PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana (CMK) yang menaungi Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler, PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia.
Pengembangan pasar bullion melalui IBMA merupakan bagian integral dari agenda transformasi ekonomi nasional, yang bertujuan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah melalui penguatan hilirisasi dan pemanfaatan optimal sumber daya nasional. Berdasarkan data World Gold Council, produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton, menempatkan Indonesia di posisi ke-10 dunia. Potensi ini semakin didukung oleh tren global, di mana permintaan investasi emas melalui ETF serta pembelian emas batangan dan koin terus meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Melalui integrasi yang diinisiasi IBMA, proses hilirisasi komoditas emas diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Selain itu, instrumen keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas juga dapat semakin berkembang dengan pasar yang lebih dalam dan tingkat likuiditas yang lebih tinggi.
Lebih jauh, IBMA juga akan mendorong pengembangan produk bullion yang inovatif, sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat tentang emas. Upaya-upaya ini diharapkan mampu memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional secara lebih luas.
Pembentukan IBMA adalah manifestasi dari komitmen kolektif para pemangku kepentingan untuk memperkuat seluruh rantai nilai emas Indonesia, dari hulu hingga hilir. Melalui kolaborasi yang terintegrasi, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di pasar bullion global.
Editor: Rockdisc