EraNusantara – Panggung kebijakan moneter Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan satu nama tunggal sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sosok yang diamanahi tanggung jawab maha penting ini adalah Destry Damayanti, seorang ekonom berpengalaman yang kini diproyeksikan menggantikan Perry Warjiyo, yang telah mengundurkan diri pada 25 Juli lalu. Pengajuan ini menandai babak baru kepemimpinan di bank sentral, dengan Destry Damayanti sebagai pilihan utama untuk mengarahkan stabilitas ekonomi nasional.
Destry Damayanti, yang lahir di Jakarta pada tahun 1963, bukanlah sosok asing di kancah moneter nasional. Rekam jejak akademisnya pun tak main-main. Ia adalah alumni Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) dan kemudian melanjutkan studinya untuk meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, sebuah institusi pendidikan bergengsi di New York, Amerika Serikat. Kombinasi latar belakang pendidikan dari dua institusi ternama ini membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang ekonomi makro dan regional.

Perjalanan kariernya dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2003. Setelahnya, ia sempat mengabdikan diri di dunia akademis sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada periode 2005-2006. Pengalaman ini membentuk fondasi analisis ekonominya yang kuat.
Pengalaman di sektor keuangan swasta dan publik semakin mengukuhkan kapabilitasnya. Destry pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dari tahun 2005 hingga 2011, sebelum kemudian didapuk menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada periode 2011-2015. Tak hanya itu, ia juga sempat memimpin Satuan Tugas (Satgas) Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015, menunjukkan kemampuannya dalam mengelola isu-isu ekonomi strategis di sektor negara. Sebelum berlabuh di Bank Indonesia, Destry juga pernah menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.
Bukan sekadar pendatang baru di Bank Indonesia, Destry Damayanti telah mengukir jejak signifikan di lembaga tersebut. Ia resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk masa jabatan 2019-2024 dan dilantik pada 7 Agustus 2019. Kepercayaan terhadapnya kembali diperbarui dengan penetapan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024, dan kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Puncaknya, pada 25 Juli 2026, setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, Destry ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Kini, namanya secara resmi diajukan sebagai Gubernur BI definitif berikutnya, sebuah amanah yang menempatkannya di garis depan penentu kebijakan moneter negara.
Kabar mengenai pengajuan Destry Damayanti ini secara resmi dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat menyerahkan surat presiden (surpres) ke DPR pada Senin (10/8/2026). Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto hanya mengusulkan satu nama untuk posisi Gubernur Bank Indonesia, yakni Destry Damayanti. Selain itu, pemerintah juga menyertakan nama calon Deputi Gubernur Senior dan calon Deputi Gubernur lainnya untuk melengkapi struktur kepemimpinan di bank sentral.
"Hari ini atas petunjuk presiden secara resmi kami diutus dan ditugaskan untuk serahkan beberapa surpres ke DPR. Kami serahkan beberapa surpres, pertama mengenai calon definitif Gubernur BI, beserta calon pengganti Deputi Gubernur Senior dan untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya berkurang satu," ujar Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, seperti dilansir eranusantara.co.
Dengan rekam jejak yang solid dan pengalaman yang mumpuni di berbagai lini sektor keuangan dan moneter, Destry Damayanti kini bersiap menghadapi tantangan besar memimpin bank sentral di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.
Editor: Rockdisc