EraNusantara – Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan keyakinan penuhnya bahwa ketersediaan beras nasional akan tetap terjaga, bahkan di tengah ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino yang dijuluki ‘Godzilla’. Jaminan ini datang dari persiapan matang pemerintah dan pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi tantangan iklim serupa.
Amran menegaskan bahwa dari sisi produksi, pasokan beras sebagai komoditas pangan pokok masyarakat Indonesia tidak akan mengalami kekurangan signifikan. Ia mengakui adanya potensi kekeringan di beberapa wilayah, namun langkah antisipasi telah lama diterapkan. "Sejak awal, kami telah menggalakkan program pompanisasi dan pengelolaan irigasi yang cermat untuk memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap optimal," jelasnya.

Indonesia, menurut Amran, bukan pemain baru dalam menghadapi El Nino. Pengalaman menghadapi El Nino parah pada tahun 2016, serta siklus yang terjadi pada 2023, menjadi bekal berharga. "Dulu El Nino juga terjadi di 2023, dan 2016 adalah yang paling keras. Dengan pengalaman tiga kali selama kami di kabinet, dulu saja dengan persiapan yang mungkin kurang kita bisa aman, apalagi sekarang," ungkap Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin lalu.
Menjawab pertanyaan mengenai potensi gagal panen, Amran tidak menampik kemungkinan tersebut. Namun, ia meyakini dampaknya tidak akan signifikan terhadap produksi beras secara nasional. "Mungkin ada kasus gagal panen kecil-kecil di beberapa titik, tapi itu tidak akan memengaruhi stok nasional secara keseluruhan," tegasnya.
Dari sisi pasokan, Amran memaparkan data yang meyakinkan. Kesiapan panen di sawah-sawah yang telah memasuki siklus tanam diperkirakan mencapai 10-11 juta ton. Selain itu, stok di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) tercatat mencapai 12 juta ton.
Yang tak kalah penting, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5 juta ton. Amran optimis stok CBP ini dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga 10 bulan ke depan. "Dengan 5 juta ton di Bulog, kita masih bisa bertahan 10 bulan. Jika kita hitung dari sekarang (Agustus), hingga Maret tahun depan, itu akan tumpang tindih dengan masa panen puncak. Jadi, situasinya sangat aman," papar Amran.
Dengan berbagai strategi dan data yang ada, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh. "Persiapan kita saat ini memastikan stok pangan kita aman," pungkasnya, memberikan jaminan kepada publik.
(Sumber: eranusantara.co)
Editor: Rockdisc