EraNusantara – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan, membongkar dugaan praktik tidak etis dan ‘aksi nakal’ di balik pengelolaan sistem Coretax. Pengungkapan ini muncul setelah kendala teknis yang sempat diatasi, kembali menghantui sistem perpajakan vital tersebut.
Purbaya menjelaskan, pihaknya mendapati sistem Coretax kembali mengalami gangguan berupa proses yang berputar-putar, padahal masalah serupa sebelumnya telah berhasil diatasi dan layanan kembali berjalan lancar. Penelusuran mendalam kemudian mengungkap fakta mencengangkan: ada oknum internal yang secara sembunyi-sembunyi kembali memasukkan vendor lama yang sebelumnya telah dihentikan karena dinilai memiliki kinerja layanan yang lambat dan bermasalah.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Purbaya dengan tegas menyatakan, "Tiba-tiba di Coretax ada laporan lagi bahwa itu muter-muter Coretax-nya, padahal sebelumnya sudah hilang. Rupanya di tempat kita juga ada yang nakal, ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita udah berhentiin karena lelet service-nya dimasukin lagi diem-diem." Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada pihak yang mengakui perbuatan tersebut, namun Purbaya berjanji akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan siap memberikan tindakan tegas kepada siapa pun yang terlibat.
Tak hanya soal vendor, Purbaya juga menyoroti desain sistem Coretax yang dinilainya ‘agak aneh’. Menurutnya, seharusnya sistem baru dirancang dengan antarmuka langsung ke masyarakat agar mudah digunakan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, desainnya dibuat rumit dengan adanya aplikasi antarmuka di tengah. "Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar, saya baru tahu," ungkap Purbaya, mengindikasikan adanya potensi keuntungan pribadi atau kelompok dari kerumitan yang sengaja diciptakan tersebut.
Meskipun demikian, perbaikan menyeluruh tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat karena sistem Coretax masih dalam tahap operasional. Untuk sementara, fokus utama akan diarahkan pada pengamanan sistem serta menghilangkan hambatan-hambatan yang ada. Pembenahan lebih lanjut dan perombakan desain yang lebih ideal direncanakan akan dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu tahun ke depan. "Saya akan beresin itu. Tapi nggak bisa sekarang kan, karena udah lagi jalan, nanti ke depan setahun ke depan kita beresin itu. Kita amankan dulu semua Coretax itu yang ada hambat-hambat habis itu saya bersihin yang ruang interface yang sengaja diciptakan," jelasnya.
Di luar isu Coretax, Purbaya juga menginformasikan bahwa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan masih akan diperpanjang hingga akhir April. Keputusan ini diambil mengingat jumlah wajib pajak yang telah melaporkan SPT belum mencapai target. Hingga saat ini, sekitar 9 juta wajib pajak telah menyampaikan SPT, sementara masih ada sekitar 7-8 juta lainnya yang belum menunaikan kewajiban pelaporan mereka, sebagaimana dilaporkan oleh eranusantara.co.
Editor: Rockdisc