EraNusantara – Proyeksi mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren yang sangat menjanjikan bagi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Whoosh. Perusahaan ini memperkirakan volume penumpang kereta cepat Whoosh akan mencapai angka fantastis, menembus 301 ribu orang, sebuah peningkatan signifikan sebesar 4% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 290 ribu penumpang pada Lebaran 2025.
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, dalam keterangannya pada Minggu (15/3/2026), menyoroti bahwa lonjakan jumlah penumpang ini merupakan indikasi kuat atas semakin tingginya kepercayaan dan minat publik terhadap Whoosh sebagai moda transportasi pilihan utama selama musim libur Lebaran. "Dengan efisiensi waktu tempuh yang tak tertandingi serta konektivitas antar kota yang terus membaik, Whoosh telah memantapkan posisinya sebagai solusi perjalanan cepat dan nyaman bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi atau berlibur," jelas Eva.

Tren peningkatan ini juga tercermin dari potensi lonjakan penumpang harian. Jika pada Angkutan Lebaran 2025 puncak penumpang harian Whoosh tercatat sekitar 23 ribu orang, untuk tahun 2026 ini, KCIC memprediksi angka tersebut dapat mendekati 25 ribu penumpang per hari. Ini menunjukkan kapasitas dan daya tarik Whoosh yang semakin kuat di mata konsumen.
Puncak pergerakan penumpang diperkirakan akan terbagi dalam dua periode krusial. Gelombang peningkatan volume penumpang diproyeksikan mulai terasa sejak 17 Maret 2026 dan akan terus menanjak hingga mendekati hari raya. Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada H-1 Lebaran, yakni 20 Maret 2026. Sementara itu, gelombang balik atau lonjakan penumpang pasca-Lebaran diprediksi akan kembali terjadi pada H+2 Lebaran, tepatnya 22 Maret 2026.
Menariknya, pola pembelian tiket Whoosh pada periode Lebaran tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk membeli tiket mendekati hari keberangkatan. Fenomena ini, menurut Eva, tidak terlepas dari karakteristik perjalanan Whoosh yang relatif singkat, hanya sekitar 30 menit. "Banyak masyarakat yang memilih untuk tetap melaksanakan Salat Idul Fitri di kota asal terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan perjalanan menggunakan Whoosh untuk berwisata atau bersilaturahmi setelah merayakan Lebaran," imbuhnya, menggambarkan fleksibilitas yang ditawarkan Whoosh.
Data sementara menunjukkan bahwa lebih dari 25 ribu tiket telah terjual untuk keberangkatan antara 15 hingga 21 Maret 2026. Dari angka tersebut, 18 Maret 2026 tercatat sebagai hari dengan pemesanan tertinggi sementara. KCIC optimis bahwa jumlah pemesanan tiket akan terus bertambah seiring dengan semakin dekatnya tanggal keberangkatan.
Untuk kemudahan masyarakat, tiket perjalanan Whoosh selama periode Angkutan Lebaran telah tersedia dan dapat dipesan melalui berbagai kanal penjualan resmi. Baik secara daring maupun luring, pemesanan bisa dilakukan melalui Aplikasi Whoosh, situs web ticket.kcic.co.id, serta aplikasi mitra terkemuka seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
"Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari melalui seluruh kanal penjualan resmi yang tersedia. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan jadwal perjalanan yang diinginkan dan demi kenyamanan maksimal selama periode Angkutan Lebaran," tutup Eva, menegaskan komitmen KCIC dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat.
Editor: Rockdisc