Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    BJB Pimpin Inovasi Ekonomi dan UMKM

    28-09-2026 - 02.06

    Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah

    28-09-2026 - 01.35

    Nasib Buruh di Tangan Presiden Prabowo

    28-09-2026 - 01.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • BJB Pimpin Inovasi Ekonomi dan UMKM
    • Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah
    • Nasib Buruh di Tangan Presiden Prabowo
    • Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar
    • Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI
    • Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone
    • Trump Xi Sepakat Pangkas Tarif Redakan Tegang
    • Sinergi Baru bank bjb dan UPI
    • Aset Haji Melonjak Drastis ke Angka Fantastis
    • Jalur Jawa Bali Lumpuh Total Ribuan Truk Terjebak
    Senin, 28 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      BJB Pimpin Inovasi Ekonomi dan UMKM

      28-09-2026 - 02.06

      Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah

      28-09-2026 - 01.35

      Nasib Buruh di Tangan Presiden Prabowo

      28-09-2026 - 01.20

      Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar

      27-09-2026 - 22.35

      Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI

      27-09-2026 - 22.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah

    Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah

    Ekonomi 28-09-2026 - 01.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah

    Eranusantara.co – Pemerintah Indonesia tengah bersiap melakukan revolusi besar dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) di tanah air. Salah satu langkah paling signifikan yang diambil adalah dengan menerapkan teknologi digitalisasi berbasis biometrik wajah atau face recognition. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan negara tepat sasaran dan tidak lagi salah alamat.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa penggunaan teknologi pengenalan wajah ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan. Dengan sistem ini, verifikasi identitas tidak lagi hanya mengandalkan dokumen fisik yang rentan dimanipulasi, melainkan melalui pemindaian wajah yang terintegrasi langsung dengan basis data kependudukan nasional.

    Sistem Baru Bansos Pakai Scan Wajah
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Sekarang tahap pertama adalah untuk mengakurasikan data penerima bantuan sosial dengan face recognition," ujar Tito dalam sambutannya di acara FEKDIxIFSE yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

    Deteksi Aset Secara Real-Time

    Keunggulan utama dari sistem digitalisasi ini adalah kemampuannya untuk melakukan sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga secara instan. Tidak hanya terhubung dengan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di bawah naungan Kemendagri, sistem ini juga akan "berbicara" dengan database instansi lain yang memegang data aset masyarakat.

    Tito menjelaskan bahwa begitu seseorang melakukan pemindaian wajah, identitas mereka akan langsung muncul di sistem. Secara otomatis, sistem akan menarik data dari Kepolisian untuk mengecek kepemilikan kendaraan bermotor, serta data dari Kementerian ATR/BPN untuk mengecek kepemilikan tanah.

    "Begitu menggunakan wajahnya, face recognition, namanya langsung keluar. Lantas terkoneksi dengan kepolisian, dia punya mobil atau enggak, punya motor atau enggak, punya tanah atau enggak dengan ATR/BPN, nanti langsung keluar tidak layak atau layak. Dia masuk desil 1, 2, 3, 4, dan seterusnya," papar Tito dengan lugas.

    Dengan adanya integrasi ini, klasifikasi ekonomi seseorang (desil) akan terlihat sangat jelas. Hal ini akan menutup celah bagi warga yang secara ekonomi mampu namun masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

    Uji Coba dan Target Perluasan

    Penerapan teknologi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil uji coba di Banyuwangi, ditemukan fakta mengejutkan bahwa hampir 70 persen penerima bansos di wilayah tersebut ternyata tidak tepat sasaran. Temuan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem distribusi bantuan.

    Saat ini, pemerintah telah menetapkan 42 kabupaten/kota sebagai daerah percontohan untuk pengembangan sistem digitalisasi ini. Namun, pemerintah tidak ingin berlama-lama dalam tahap uji coba. Targetnya, pada akhir tahun 2026, cakupan validasi menggunakan sistem gabungan Dukcapil dan kementerian/lembaga ini akan diperluas hingga ke 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

    Senada dengan Mendagri, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya juga telah menyatakan komitmennya untuk memperkuat perlindungan sosial melalui digitalisasi. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa tidak semua penerima bansos saat ini diwajibkan melakukan pemindaian wajah secara serentak. Teknologi ini merupakan bagian dari pengembangan mekanisme perlindungan sosial jangka panjang yang sedang diperluas secara bertahap oleh pemerintah guna menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    BJB Pimpin Inovasi Ekonomi dan UMKM

    Ekonomi 28-09-2026 - 02.06

    Nasib Buruh di Tangan Presiden Prabowo

    Ekonomi 28-09-2026 - 01.20

    Semarang Siap Jadi Saksi Final Race Lari Terbesar

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.35

    Pengusaha Ungkap Resep Jitu Dongkrak Ekonomi RI

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.35

    Proyek Raksasa Hilirisasi Ayam di Bone

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.20

    Trump Xi Sepakat Pangkas Tarif Redakan Tegang

    Ekonomi 27-09-2026 - 22.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0623 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.