EraNusantara – Dinamika harga komoditas pangan di pasar domestik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Minggu (19/7/2026). Sejumlah bahan pokok vital mengalami kenaikan signifikan, sementara beberapa lainnya justru menunjukkan tren penurunan, memberikan gambaran fluktuatif terhadap daya beli masyarakat.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dihimpun eranusantara.co, salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga paling mencolok adalah cabai rawit hijau. Komoditas pedas ini melonjak 5,26%, kini dibanderol Rp 53.000 per kilogram. Tak hanya itu, daging ayam ras segar juga ikut merangkak naik sebesar 3,92%, mencapai harga Rp 38.450 per kilogram. Kenaikan tipis juga terpantau pada daging sapi kualitas 1 dan beras kualitas bawah I.

Di sisi lain, kabar baik datang dari beberapa jenis cabai lainnya. Cabai rawit merah mengalami penurunan harga sebesar 4,34%, kini berada di angka Rp 57.250 per kilogram. Tren penurunan juga diikuti oleh cabai merah besar dan cabai merah keriting, yang masing-masing turun 2,87% dan 4,32%. Telur ayam ras segar juga sedikit mereda, turun 0,50% menjadi Rp 29.950 per kilogram. Penurunan harga juga terpantau pada bawang merah dan bawang putih ukuran sedang, serta daging sapi kualitas 2.
Sementara itu, stabilitas menjadi kata kunci untuk beberapa komoditas strategis. Harga beras, baik kualitas medium maupun super, terpantau relatif tidak berubah. Beras medium I tetap di angka Rp 16.350 per kilogram, dan beras kualitas super I bertahan di Rp 17.650 per kilogram. Gula pasir lokal dan premium, serta minyak goreng curah, juga menunjukkan harga yang stagnan, memberikan sedikit kelegaan di tengah gejolak harga lainnya.
Secara lebih rinci, data per Minggu (19/7/2026) menunjukkan bahwa harga beras kualitas super I (Rp 17.650/kg), super II (Rp 17.150/kg), medium I (Rp 16.350/kg), dan medium II (Rp 16.150/kg) tetap stabil. Hanya beras kualitas bawah I yang mengalami kenaikan tipis 0,34% menjadi Rp 14.750/kg, sementara kualitas bawah II tidak berubah di Rp 14.550/kg. Untuk gula, baik gula pasir lokal (Rp 19.100/kg) maupun premium (Rp 20.300/kg) juga terpantau stagnan. Pada sektor minyak goreng, curah stabil di Rp 20.550/kg, minyak kemasan bermerek 1 sedikit turun 0,21% ke Rp 24.200/kg, dan bermerek 2 naik 0,21% menjadi Rp 23.350/kg. Sementara itu, telur ayam ras segar turun ke Rp 29.950/kg. Untuk cabai, selain cabai rawit hijau yang melonjak, cabai merah besar turun ke Rp 47.450/kg, cabai merah keriting ke Rp 46.500/kg, dan cabai rawit merah ke Rp 57.250/kg. Di kategori daging, daging sapi kualitas 1 naik tipis ke Rp 150.600/kg, namun kualitas 2 turun ke Rp 141.550/kg. Terakhir, bawang merah ukuran sedang turun ke Rp 43.800/kg dan bawang putih ukuran sedang turun ke Rp 43.750/kg.
Fluktuasi harga komoditas pangan ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Meskipun beberapa harga menunjukkan kenaikan yang perlu diwaspadai, stabilnya harga beras sebagai makanan pokok utama serta penurunan pada beberapa jenis cabai dan bawang dapat memberikan sedikit keseimbangan bagi pengeluaran masyarakat. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan ini untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Editor: Rockdisc