EraNusantara – Sektor waralaba di Indonesia kini bukan lagi pemain pinggiran, melainkan kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Dengan nilai transaksi yang melampaui Rp 143 triliun, industri ini menunjukkan pertumbuhan rata-rata impresif antara 10-15% setiap tahunnya. Kenaikan signifikan ini didominasi oleh kontribusi dari segmen makanan dan minuman (F&B), layanan jasa, serta ritel, yang secara konsisten menjadi penopang utama.
Menurut Levita G. Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), pesatnya perkembangan waralaba tak bisa dilepaskan dari fondasi kemitraan yang kuat antara pemilik merek dan para mitranya. Beliau menekankan bahwa ‘kepercayaan’ adalah pilar utama dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan. "Waralaba berkembang karena adanya kepercayaan, dan kepercayaan itu paling efektif dibangun melalui interaksi tatap muka," jelas Levita dalam pernyataan resminya, seperti dikutip eranusantara.co. "Di ajang seperti FLEI, calon mitra memiliki kesempatan emas untuk berdialog langsung dengan pemilik merek, mengajukan pertanyaan mendalam, membandingkan berbagai tawaran, dan memastikan legalitas serta prospek bisnis yang mereka pilih. Kemitraan yang diawali dengan transparansi dan pemahaman yang baik akan menghasilkan kolaborasi yang sehat dan menguntungkan," tambahnya.

Salah satu platform strategis yang berhasil menjembatani pertemuan antara para pemilik merek waralaba dan calon investor adalah FLEI Business Show 2026. Pameran franchise dan lisensi yang kini memasuki edisi ke-27 ini, diselenggarakan oleh Panorama Media, dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026. Lokasinya yang prestisius berada di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.
FLEI Business Show 2026 dipastikan akan menjadi magnet bagi para pebisnis, dengan menghadirkan ratusan merek waralaba dari spektrum industri yang luas. Mulai dari sektor makanan dan minuman yang selalu diminati, layanan jasa yang esensial, ritel modern, hingga penyedia solusi teknologi ritel dan lisensi kekayaan intelektual (IP). Pameran ini juga menawarkan beragam opsi investasi, mulai dari paket usaha yang ramah di kantong bagi para entrepreneur pemula, hingga peluang kemitraan berskala besar yang menarik bagi investor berpengalaman.
Tidak hanya sekadar pameran, FLEI juga mengunggulkan program ‘Business Matching’ yang dirancang khusus untuk mempertemukan pemilik merek dengan calon franchisee, investor, distributor, hingga reseller. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka gerbang peluang kemitraan baru dan akselerasi perluasan usaha. Lebih lanjut, para pengunjung juga berkesempatan untuk menikmati berbagai penawaran istimewa, mulai dari promo menarik hingga cashback eksklusif yang hanya berlaku selama gelaran FLEI Business Show 2026. Ini adalah momentum ideal bagi mereka yang telah memantapkan pilihan bisnisnya untuk memulai kolaborasi dengan keuntungan optimal.
Sebagai nilai tambah, FLEI turut menyelenggarakan International Business Summit. Acara ini menjadi forum penting yang mempertemukan para pelaku usaha dari Indonesia dengan rekan-rekan pebisnis terkemuka dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Deretan pembicara internasional yang akan hadir meliputi Patrick Ng (Malaysia), Arnold Chua Santillan (Filipina), Jonathan Choy (Singapura), Jorge Rodriguez (Vietnam), dan Seth (Thailand), yang siap berbagi wawasan dan pengalaman berharga. Dengan segala penawaran dan peluang yang ada, FLEI Business Show 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem waralaba di Indonesia dan regional.
Editor: Rockdisc