EraNusantara – Gejolak di pucuk pimpinan Bank Indonesia (BI) akan segera berakhir. Istana Kepresidenan memastikan keputusan krusial mengenai siapa yang akan menahkodai bank sentral akan diambil pada pekan ini. Posisi strategis ini, yang saat ini diisi oleh Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) Destry Damayanti, menjadi sorotan utama mengingat perannya yang vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan moneter nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi jadwal tersebut. "Insya Allah nanti minggu ini, minggu ini diputuskan," ujar Prasetyo saat ditemui oleh eranusantara.co di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Kamis (6/8/2026), memberikan sinyal kuat bahwa teka-teki kepemimpinan BI akan segera terjawab.

Kekosongan posisi Gubernur BI terjadi setelah Perry Warjiyo secara resmi mengundurkan diri pada akhir Juli 2026. Pengunduran diri tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi dalam sebuah konferensi pers. "Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," kata Prasetyo di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), menjelaskan transisi kepemimpinan yang tengah berlangsung.
Spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kursi panas tersebut telah beredar luas di kalangan ekonom dan pasar keuangan. Beberapa nama besar mencuat ke permukaan, termasuk Burhanuddin Abdullah, yang pernah menjabat sebagai Gubernur BI, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang saat ini memegang kendali fiskal negara.
Menanggapi namanya yang santer disebut-sebut dalam bursa calon Gubernur BI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons santai namun penuh makna. "Saya mah isu abadi, diisukan sana sini, nggak pernah jadi. Cuma di sini aja jadi Menteri Keuangan," tutur Purbaya pada Selasa (28/7/2026), seolah meredakan spekulasi yang mengarah kepadanya.
Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya belum menerima informasi apapun terkait nama calon Gubernur BI yang akan diusulkan. Ia menyatakan akan sepenuhnya mengikuti arahan dan keputusan dari pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam menentukan figur yang paling tepat untuk memimpin Bank Indonesia ke depan.
Keputusan Istana pekan ini akan sangat dinanti oleh seluruh pelaku pasar dan masyarakat, mengingat peran sentral Gubernur BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta merumuskan kebijakan moneter yang adaptif di tengah dinamika ekonomi global.
Editor: Rockdisc