Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang ‘Gali Lubang Tutup Lubang’!

    27-07-2026 - 22.06

    TERBONGKAR! BGN Siapkan ‘Mata-Mata Digital’ untuk Orang Tua: Intip Langsung Dapur & Menu Makan Bergizi Gratis Anak Anda, Cek Kandungan Nutrisi dalam Genggaman! Transparansi Penuh Segera Hadir!

    27-07-2026 - 19.06

    Alarm Merah di Laut Nusantara! 95% Armada Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Siapkan Strategi ‘Guncang’ Industri Perkapalan Nasional!

    27-07-2026 - 16.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang ‘Gali Lubang Tutup Lubang’!
    • TERBONGKAR! BGN Siapkan ‘Mata-Mata Digital’ untuk Orang Tua: Intip Langsung Dapur & Menu Makan Bergizi Gratis Anak Anda, Cek Kandungan Nutrisi dalam Genggaman! Transparansi Penuh Segera Hadir!
    • Alarm Merah di Laut Nusantara! 95% Armada Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Siapkan Strategi ‘Guncang’ Industri Perkapalan Nasional!
    • Geger Bank Sentral! Usai Perry Warjiyo Mundur, Menkeu Purbaya Langsung Bergerak Cepat Temui Pejabat BI, Ada Apa di Balik Pertemuan Mendesak Ini?
    • Bencana Iklim di Depan Mata: Afrika Bersiap Hadapi Kerugian Fantastis US$20 Miliar Akibat Super El Nino, Migrasi Massal Tak Terhindarkan?
    • Terkuak! Strategi Ambisius Whitesky Group: 60 Pesawat Listrik Canggih Siap Mengubah Peta Ekonomi dan Mobilitas Udara Indonesia. Bukan Sekadar Taksi Terbang, Ini Revolusi Konektivitas Nasional!
    • Harga Pangan Bergejolak: Daging dan Telur Ayam Melonjak Tajam, Tapi Cabai Rawit Justru Anjlok! Ada Apa di Pasar Hari Ini?
    • Misteri Terpecahkan: Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) Bangun Megah Tanpa Kuras APBN? Begini Skema Pendanaannya!
    • Panci Jutaan Rupiah Kini Hanya Puluhan Ribu! Transmart Full Day Sale Guncang Pasar, Ini Rahasia Diskonnya!
    • Terbongkar! Trik Belanja Cerdas di Transmart Full Day Sale: Bikin Sofa Auto Mewah Hanya dengan Rp 20 Ribu? Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini!
    Senin, 27 Juli 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang ‘Gali Lubang Tutup Lubang’!

      27-07-2026 - 22.06

      TERBONGKAR! BGN Siapkan ‘Mata-Mata Digital’ untuk Orang Tua: Intip Langsung Dapur & Menu Makan Bergizi Gratis Anak Anda, Cek Kandungan Nutrisi dalam Genggaman! Transparansi Penuh Segera Hadir!

      27-07-2026 - 19.06

      Alarm Merah di Laut Nusantara! 95% Armada Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Siapkan Strategi ‘Guncang’ Industri Perkapalan Nasional!

      27-07-2026 - 16.06

      Geger Bank Sentral! Usai Perry Warjiyo Mundur, Menkeu Purbaya Langsung Bergerak Cepat Temui Pejabat BI, Ada Apa di Balik Pertemuan Mendesak Ini?

      27-07-2026 - 12.06

      Bencana Iklim di Depan Mata: Afrika Bersiap Hadapi Kerugian Fantastis US$20 Miliar Akibat Super El Nino, Migrasi Massal Tak Terhindarkan?

      27-07-2026 - 05.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang ‘Gali Lubang Tutup Lubang’!

    Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang ‘Gali Lubang Tutup Lubang’!

    Ekonomi 27-07-2026 - 22.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang 'Gali Lubang Tutup Lubang'!

    EraNusantara – Sebuah pergeseran mencolok dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia kini menjadi sorotan tajam para ekonom dan pelaku industri keuangan. Jika dulu layanan pinjaman digital seperti Paylater dan Pinjaman Online (Pinjol) identik dengan pembelian barang-barang bernilai tinggi, kini fasilitas ‘bayar nanti’ tersebut justru marak digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, bahkan sembako. Fenomena ini, meski menunjukkan kemudahan akses finansial, sekaligus membunyikan alarm merah terkait potensi peningkatan utang konsumtif yang mengkhawatirkan.

    Indina Andamari, Head of Marketing PT Kredivo Finance Indonesia, mengungkapkan adanya transformasi signifikan dalam perilaku pengguna layanan kredit mereka. Menurut Indina, tren penggunaan Paylater Kredivo yang sebelumnya didominasi untuk pembelian produk ‘high ticket size’ seperti gawai dan elektronik, kini beralih drastis ke kategori kebutuhan primer.

    Alarm Merah Ekonomi: Belanja Sembako Pun Kini Mengandalkan Paylater? Analis Ungkap Potensi Jebakan Utang 'Gali Lubang Tutup Lubang'!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Produk seperti multi-gadget atau elektronik memang agak melambat. Namun, kami melihat ada perpindahan ke kategori lain, misalnya pulsa dan belanja kebutuhan rumah tangga atau groceries," jelas Indina dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan transaksi tidak menunjukkan perlambatan berarti, hanya terjadi pergeseran kategori.

    Meskipun demikian, Indina belum dapat memastikan apakah pergeseran ini murni disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat atau karena strategi program dan promo yang gencar dilakukan Kredivo. "Kami masih mengkaji apakah kenaikan ini karena kondisi ekonomi atau karena program yang kami jalankan," imbuhnya, menekankan bahwa penggunaan Kredivo kini meluas hingga transaksi harian seperti belanja supermarket senilai Rp 50.000-60.000.

    Indina juga menegaskan keyakinannya bahwa Paylater, termasuk Kredivo, telah menjelma menjadi metode pembayaran yang mainstream di tengah masyarakat. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan, tetapi juga adaptasi terhadap kemudahan bertransaksi digital. "Masyarakat kini merasa nyaman menggunakan fasilitas bayar nanti, bahkan untuk cicilan jangka pendek atau hanya satu bulan," pungkasnya.

    Jebakan Utang Konsumtif Semakin Nyata

    Data dari Pefindo Biro Kredit (IdScore) yang diperoleh eranusantara.co sebelumnya, menguatkan tren ini dengan mencatat lonjakan fantastis pada layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Hingga akhir Februari 2026, pertumbuhan BNPL mencapai 86,7% secara tahunan (YoY), menembus angka Rp 56,3 triliun, melampaui pertumbuhan kredit konsumtif konvensional.

    Sektor peer-to-peer (P2P) lending atau Pinjaman Online (Pinjol) menjadi motor utama pertumbuhan ini, melonjak 153,49% YoY dengan outstanding Rp 16,9 triliun. Bank digital menyusul dengan pertumbuhan 37,12% YoY (Rp 16,2 triliun), sementara bank umum mencatat kenaikan 6,81% YoY (Rp 18,9 triliun).

    Kondisi ini diperparah oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan total outstanding utang masyarakat Indonesia pada layanan Pinjol secara keseluruhan telah mencapai Rp 103,73 triliun per Mei 2026. Angka ini melonjak 25,60% secara tahunan. Yang lebih mengkhawatirkan, dalam kurun waktu satu bulan saja, dari April ke Mei 2026, total pinjaman masyarakat melalui platform Pinjol bertambah sekitar Rp 1,66 triliun, dari Rp 102,07 triliun menjadi Rp 103,73 triliun.

    Dari ‘Makan Tabungan’ ke ‘Makan Utang’

    Menanggapi fenomena ini, Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, menyampaikan kekhawatirannya. Menurut Tauhid, pertumbuhan outstanding utang Pinjol dan Paylater yang terus meroket adalah indikator jelas bahwa masyarakat semakin bergantung pada pinjaman untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

    "Jika kita melihat tren pertumbuhannya, jelas utang masyarakat semakin membengkak. Ini bukan pertanda baik, sebab mayoritas pinjaman tersebut bersifat konsumtif, bukan produktif untuk menggerakkan sektor usaha," ujar Tauhid kepada eranusantara.co.

    Tauhid menyoroti bahwa meskipun rasio kredit macet (NPL) masih relatif terjaga, beban bunga yang tinggi pada layanan pinjaman ini justru menjerat masyarakat dalam lingkaran setan ‘gali lubang tutup lubang’. "Begitu satu pinjaman lunas, mereka langsung mencari pinjaman lain untuk menutupi kebutuhan atau utang sebelumnya. Ini yang membuat kondisi keuangan masyarakat kian tidak sehat," paparnya.

    Ia bahkan menyebut fenomena ini sebagai pergeseran dari ‘makan tabungan’ menjadi ‘makan utang’ demi menyambung hidup, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah yang minim atau bahkan tidak memiliki tabungan. "Mereka yang memiliki tabungan sedikit atau tidak punya tabungan sama sekali, justru menjadi konsumen utama layanan pinjaman online semacam ini," pungkas Tauhid dengan nada prihatin.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    TERBONGKAR! BGN Siapkan ‘Mata-Mata Digital’ untuk Orang Tua: Intip Langsung Dapur & Menu Makan Bergizi Gratis Anak Anda, Cek Kandungan Nutrisi dalam Genggaman! Transparansi Penuh Segera Hadir!

    Ekonomi 27-07-2026 - 19.06

    Alarm Merah di Laut Nusantara! 95% Armada Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Siapkan Strategi ‘Guncang’ Industri Perkapalan Nasional!

    Ekonomi 27-07-2026 - 16.06

    Geger Bank Sentral! Usai Perry Warjiyo Mundur, Menkeu Purbaya Langsung Bergerak Cepat Temui Pejabat BI, Ada Apa di Balik Pertemuan Mendesak Ini?

    Ekonomi 27-07-2026 - 12.06

    Bencana Iklim di Depan Mata: Afrika Bersiap Hadapi Kerugian Fantastis US$20 Miliar Akibat Super El Nino, Migrasi Massal Tak Terhindarkan?

    Ekonomi 27-07-2026 - 05.06

    Terkuak! Strategi Ambisius Whitesky Group: 60 Pesawat Listrik Canggih Siap Mengubah Peta Ekonomi dan Mobilitas Udara Indonesia. Bukan Sekadar Taksi Terbang, Ini Revolusi Konektivitas Nasional!

    Ekonomi 27-07-2026 - 02.06

    Harga Pangan Bergejolak: Daging dan Telur Ayam Melonjak Tajam, Tapi Cabai Rawit Justru Anjlok! Ada Apa di Pasar Hari Ini?

    Ekonomi 26-07-2026 - 22.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4411 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.