Connect with us

ERA INVESTIGASI

Viralnya Pemberitaan Dua Item Proyek di Agam, DPW LSM Garuda NI Sumbar Surati Dinas PUPR Agam

Published

on

Laporan : Fero

EraNusantara.co, Agam – DPW LSM Garuda NI Sumbar surati Dinas PUTR Kabupaten Agam Cq Bidang PSDA Agam setelah beberapa waktu lalu Viralnya Pemberitaan di beberapa media online di Kabupaten Agam tentang adanya proyek yang diduga bermasalah yang item pekerjaannya tidak sesuai spek dan progres kerja.

Proyek yang dimaksud ialah pekerjaan Pengembangan dan pengelolaan Irigasi Primer dan Skunder di Nagari Batu Kambiang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam. Yang dikerjakan oleh Cv Azzaq Aulian pratama dengan Pagu Rp 655.852.000,-.

Seterusnya, Pekerjaan pembangunan Bendungan Daerah Irigasi (DI) Cacang Tinggi Jorong Bukit Malintang Nagari Tiku Utara Kecamatan Tanjung Mutiara yang dikerjakan PT Inanta Bhakti Utama dengan pagu RP 2.272,694.000,- bersumber dari DAK 2021.

” Surat tersebut juga sudah di sampai kan kepada rekanan yang bersangkutan sebagai tembusan yang dititipkan langsung oleh pihak LSM Garuda NI Sumbar kepada PPTK kegiatan Masnal. ST,” ungkap Wakil Ketua DPW Garuda NI Sumbar Zamzami Edwar di kantornya Lubuk Basung, Rabu (22/12/21).

Mengingat waktu sudah akhir tahun lanjut Zamzami. DPW LSM Garuda NI Sumbar kembali mempertanyakan, sampai dimana tindak lanjut dari surat yang dimasukkan kepada Dinas terkait dan kepada rekanan.

” Dari beberapa kali tim Investigasi Garuda NI Sumbar mengunjungi Kantor PUTR melalui Bidang PSDA Agam untuk menemui Masnal. ST Kasi yang menjabat PPTK pada kegiatan yang dimaksud. Namun hingga kini belum berhasil berjumpa karena sering tidak dikantor,” jelasnya.

Lebih lanjut, LSM Garuda berharap kepada pihak terkait agar konsisten dalam pengelolaan keuangan negara. Fungsi Lembaga Sosial Kontrol adalah pengawasan yang bersifat mengingatkan para pemangku kebijakan yang notabenenya menggunakan keuangan negara.

Zamzami menegaskan, setelah beberapa kali ingin tahu tindak lanjut dari surat yang diberikan ke dinas terkait dan rekanan itu. Kini Pihak LSM Garuda menyimpulkan bahwa terkesan surat tersebut di abaikan karena belum adanya sampai kini respon dan balasan suratnya ke pihak LSM Garuda NI Sumbar.

” Sesuai kesepakatan bersama dengan tim investigasi LSM Garuda NI Sumbar, maka kita akan melakukan langkah yang semestinya dilakukan yaitu akan segera melanjutkan surat tersebut keranah hukum (Mapolres Agam, Kejaksaan Agam),” ucap Zamzami.

” Langkah tersebut diambil juga dari komitmen awal beberapa media online yang memberitakan proyek tesebut. Komitmen yang di maksud para wartawan online yang memberitakan meminta kepada DPW LSM Garuda NI Sumbar untuk dapat menyurati pihak terkait,” ulasnya.

Tidak hanya itu Wakil ketua DPW LSM Garuda NI Sumbar Zamzami Edwar meminta agar penegak hukum juga dapat menyikapi pemberitaan yang sudah menjadi pemberitaan di media sosial itu.

” Kita mengharapkan ada tindak lanjut dari penegak hukum terkait pemberitaan beberapa media online tentang dua item pekerjaan yang dimaksud. sehingga dapat dijadikan sebagai acuan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di NKRI dengan transfaran,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA INVESTIGASI

Alami Cacat Pasca Tabrakan, Oknum Pejabat di Agam Diduga Tidak Bertanggungjawab

Published

on

Laporan : Fero

Agam, eranusantara.co – Salah satu oknum pejabat eselon III di Pemerintahan Kabupaten Agam diduga tidak bertanggung jawab lagi setelah sopirnya menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Lintas Lubukbasung-Bukittinggi, simpang Lubuk Kumbuak, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Kecelakaan naas itu terjadi sudah lebih kurang dua bulan yang lalu dan membuat korban cacat dengan kondisi pincang dibagian kaki sebelah kanan, bahkan dibagian selangkangannya terus terasa nyeri.

Setelah dicoba ditelusuri dan dihimpun informasi oleh pihak media online eranusantara.co ke lapangan bahwa didapati keterangan dari masyarakat dan korban bersama keluarga, bahwa hingga kini pertanggungjawaban dari oknum Pejabat saat itu yang menggunai Plat Merah BA 73 T milik Pemda Agam itu tidak ada kejelasan.

Seperti Peristiwa tersebut yang telah di ceritakan oleh yulianani korban tabrakan di Jalan raya oleh mobil plat merah itu bersama keluarga dikediamannya, Rabu 12 Januari 2022 ketika dikunjungi langsung pihak media online eranusantara.co.

Yulianani bersama suaminya Agustiar, menyebutkan, kalau peristiwa tersebut sudah lebih dari dua bulan yang lalu. Dengan kronologis kejadian setelah mengalami tabrakakan dari belakang saat ingin menyebrang jalan pulang di simpang Lubuk Kumbuak, Lubuk Basung.

Disampaikannya bahwa saat itu kendaraan yang menabrak dari arah bersamaan yaitu ke arah Bukittinggi itu ialah mobil berplat merah dan didalam mobil ada ibuk bernama Rozetta yang diketahuinya salah satu pejabat di Pemerintahan Kabupaten Agam selaku Kabag Perekonomian.

” Setelah mengalami kecelakaan, waktu itu istri saya langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Basung, untuk mendapatkan pengobatan. Sehingga dengan kejadian itu mengeluarkan biaya Rp. 19.000 yang dibiayai oleh ibuk Rozetta,” ungkap Agustiar.

Setelah dari puskesmas, Dianya langsung kembali mengunjungi ibuk itu tepatnya di depan Puskesmas untuk mencarikan jalan solusi agar istrinya dibiayai pengobatan untuk lebih lanjut.

” Istri saya merasa kakinya lemah, dan terasa sakit di bagian pinggul karena terhempas akibat tabrakan itu. Saya rencana selanjutnya ingin membawa istri ke tukang urut dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, jangankan ada perdamaian diantara duabelah pihak, malah ibuk tersebut hanya mau membantu dengan dikasih uang 100 ribu setelah dibayangkannya kalau biasanya sesuai dengan pengalaman berkendara bisa menghabiskan biaya jutaan.

” Dengan begitu saya menolak, dengan sebelum diberikannya uang 100 ribu dan ibuk itu kembali menambahkan uang dengan memberikan tambahan uang 100 ribu lagi,” ucapnya.

Selanjutnya, dengan ditolaknya uang dari ibuk itu, Agustiar mengaku tidak sampai banyak meminta bantuan kepadanya, karena tidak ingin memberatkan siapapun dalam kejadian ini karena sama-sama berkendara dijalan.

” Saya selanjutnya hanya meminta bantu untuk diberikan biaya kelanjutan pengobatan istri 1 juta saja seluruhnya. Tapi setelah diutarakan begitu, malah ibuk tersebut bilang kalau saya bersama istri ingin memerasnya dan bernada agak menghina kalau kami cari hidup dengannya dan terus menyalahi kami atas kejadian kecelakaan ini,” ulasnya.

Selanjutnya kata Agustiar, keesokan harinya dianya mendatangi ibuk Rozetta ke ruang kerjanya dilantai dua yang ada di kantor Bupati Agam, tetapi masih tidak ada titik temu dan kesepakatan.

” Malahan waktu itu ibuk Rozetta tidak mau membantu lagi dengan alasan sudah tertutup hatinya untuk membantu dan menyebutkan saya sombong, karena tidak mau menerima uang yang diberikannya sebanyak 200 ribu, sambil membandingkan pekerjaannya dengan saya yang hanya masyarakat biasa ini,” sebut Agustiar ke awak media mengingat kembali perihal yang di alaminya itu.

Sembari demikian lanjut Agustiar menceritakan, karena tidak ada titik temu waktu itu sehingga, ibuk Rozetta menyuruh dirinya kalau ingin memperpanjang, silahkan melapor atas kejadian kecelakaan itu.

” Saya sebagai masyarakat biasa tentu merasa enggan untuk melapor. Sebab berfikir kalau persoalan ini panjang, tentu nanti saya dalam berusaha mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istri menjadi terganggu. Jadi, intinya saya tidak bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

” Sampai kini setelah lebih dua bulan sejak kejadian kecelakaan ini berlangsung, pihak Pemda Agam, dan ibuk Rozetta tidak pernah melihat dan mengunjungi istri saya yang saat ini mengalami cacat dan berjalan sudah pincang,” tambahnya.

Sementara dikonfirmasi ibuk Rozetta yang saat ini baru menjabat sebagai salah satu Inspektur Pembantu Inspektorat di Dinas Inspektorat Kabupaten Agam membantah kalau dianya tidak bertanggung jawab atas kejadian ini.

Akan tetapi, dengan banyak pertanyaan yang diutarakan mengenai peristiwa itu oleh pihak media ke ibuk Rozetta malah menyuruh pihak media untuk tidak membuat berita ini. Karena beralasan kalau informasi berita tersebut tidak update (sudah lama).

” Sebelumnya, Saya sudah menawarkan untuk mengobati. Saya pernah memberi uang 200 ribu untuk pergi ber urut setelah saya sarankan untuk ronsen, dan konsul. Namun suaminya menolak karena ingin meminta uang dengan jumlah banyak,” sebutnya di ruang kerjanya Rabu 12 Januari 2022 dengan nada yang agak kesal ke pihak media online¬†eranusantara.co.

Diakui oleh ibuk Rozetta bahwa memang setelah kejadian tidak ada pernah lagi melihat dan mengunjungi mereka yang pernah mengalami tabrakan dengan mobil dinas BA 73 T waktu saat di Kabag Perekonomian Pemkab Agam.

” Memang tidak ada, karena saya sudah kesal setelah diberikan uang, saran dan masukkan untuk berobat tidak diindahkan dan ditolak, jadi intinya semuanya tidak ada persoalan tentang itu jangan diungkit lagi, karena saya sudah pernah ditegur dan dipanggil oleh bapak Bupati,” tutupnya dengan buru-buru selesai sesi konfirmasi dengan awak media karena ingin memimpin rapat.

Menanggapi itu Zamzami wakil Dirwaster Badan Pembantau Kebijakan Publik (BPKP) Sumatera Barat sangat menyayangkan hal itu sampai terjadi.

Dikatakannya, seharusnya persoalan ini harus cepat disikapi kalau memang ingin punya niat untuk membantu masyarakat yang telah mengalami musibah itu.

” Kita melihat masyarakat tersebut tidak banyak neko-neko dan hanya ingin perhatian dan dibantu untuk pengobatannya pasca kecelakaan. Juga  Pejabat terkait sedang Udin (urusan dinas) dan memakai kendaraan Dinas. Jadi, tolong sebagai pejabat pemerintah agar memperlihatkan konsistensinya,” tegas Zamzami Rabu 12 Januari 2022.

Editor : Honest 

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Sungai Malili Keruh Akibat Ilegal Logging, Tim KPH Larona dan Kadis DLH Lakukan Peninjauan

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: AHA

Eranusantara, Lutim – Tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona Malili dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan peninjauan langsung di lokasi illegal logging yang diisuhkan menjadi penyebab Daerah Aliran Sungai (DAS) Pongkeru hingga ke muara sungai Malili menjadi keruh.

Meski menempuh jarak puluhan kilometer dan waktu sekitar empat jam menggunakan mobil, motor hingga berjalan kaki, tim KPH dan Kadis DLH akhirnya tiba dibeberapa titik lokasi illegal logging ini. Kegiatan dalam rangka tinjauan lapangan yang dilakukan di beberapa titik sekitar wilayah Pertambangan PT.Citra Lampia Mandiri (CLM) pada Kamis (2/12).

Ini merupakan tahapan dan langka awal dilakukan KPH Larona-Malili terkait Vidio Pembalakan liar yang beredar di Medsos belum lama ini. Langka-langka ia lakukan dalam pengawasan hutan hingga seterusnya. Hal itu dikatakan Mandar S.Hut., M.M.Kepala UPT Kesatuan Pengolaan Hutan Larona Malili.

Adapun wilayah pengamanan hutan KPH Larona-Malili kurang lebih 2.41.000Hektar harus dijaga yang tersebar di enam Kecamatan, yakni Kecamatan Angkona, Kecamatan Malili, Kecamatan Wasponda, Towuti dan Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

“Kita terus tingkatkan Patroli rutin bersama dengan teman-teman personil Polisi Hutan (Polhut) lima orang yang berstatus PNS dan dibantu Tenaga Pengamanan Hutan (Pamhut) yang jumlahnya delapan orang yang masi kategori tenaga kontrak Pengamanan Hutan, maka selayaknya kami perlu ada penambahan tenaga Pengamanan Hutan,” kata Mandar S.Hut., M.M.Kepala UPT Kesatuan Pengolaan Hutan Larona Malili.

Pantauan media ini dalam kunjungan itu, tim telah meninjau beberapa titik diduga menjadi tempat aktivitas Illegal logging. Namun tidak ditemukan aktivitas illegal logging yang baru saat peninjauan disekitar wilayah itu. Tim KPH Larona Malili yang dipimpin Mandar S.Hut., M.M. dan Andi Tabacina Akhmad Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Babak Baru Kelanjutan Dugaan Penggunaan Besi Banci Pada Pembangunan RPS dan RKB di Disdik Riau

“Harusnya PPK tegas bahwa besi yg digunakan harus SNI apalagi penggunaan dana negara, harusnya di kontrak jelas – jelas saja minta SNI. Nanti bisa diminta data dukung sertifikat SNI dan NPB besi tersebut dan lihat juga merek”

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Af

Eranusantara, Riau – Fungsi dan manfaat penggunakan besi untuk bangunan memang penting dalam membuat konstruksi menjadi kokoh, sebagai penyangga dan bagian-bagian lain dalam sebuah bangunan. Namun apa jadinya jika didalam pengerjaan bangunan menggunakan besi – besi yang berkualitas rendah, bangunan bisa saja dalam waktu pendek akan mengalami kerusakan dan berpotensi mengancam nyawa manusia.

Dalam mekanisme pembangunan fisik, Pemerintah sudah mengeluarkan standar dimana itu diatur secara rinci dalam Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis), agar semua pembangunan yang dilakukan menggunakan uang negara berkualitas, efisien dan transparan.

Informasi dari Efialdi, Pimpinan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Jaringan Informasi Himpunan Rakyat (LPKSM JIHAT) kepada awak media tentang dugaan penyimpangan penggunaan besi – besi non SNI atau besi banci pada proyek – proyek pembangunan sekolah dalam bentuk Ruang Kelas Baru (RKB) dan Ruang Praktek Siswa (RPS) pada Dinas Pendidikan Provinsi Riau memasuki babak baru. Dari hasil investigasi, konfirmasi dan klarifikasi dilapangan, awak media mencoba merangkum hal tersebut.

Zul Ikram, Kadisdik Riau kepada awak media mengakui telah mendatangi pembangunan sekolah tersebut namun ia tidak menjawab ketika awak media menanyakan apakah ia paham tentang pembesian, ia hanya mengarahkan awak media kepada Kabid dan PPTK.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending