Connect with us

ERA VIDEO

Terbantu Manfaatkan Lahan Tidur, Ranah Minang Tak Lagi Alergi Akan Investasi

Published

on

aktifitas membuka jalan. Foto Istimewa
Tim RedaksiEditor : Wandre DP

Eranusantara.com, Solok – Persepsi atas sulitnya berinvestasi di Ranah Minang sudah tak ada lagi saat ini. Sebelumnya investasi di Ranah Minang dianggap terlalu rumit akibat banyaknya lahan yang dimiliki oleh kaum adat yang dalam pengurusannya harus melibatkan banyak orang.

Kemudahan berinvestasi ini dirasakan oleh salah satu perusahaan milik putra daerah Kab. Solok yang terkenal dengan daerah penghasil beras ternama ini. Beberapa tokoh adat di Nagari Siaro – Aro dan Nagari Taruang – Taruanh di Kec. IX Koto Sungai Lasi, Kab. Solok – Sumbar bahkan rela memberikan lahan mereka secara cuma – cuma demi menarik Investor masuk ke daerah mereka.

Perwakilan kaum Suku Dalimo, Marzul Indra, kaum Suku Melayu, Zairusman dan sekretaris Kerapatan Adat Nagari (KAN) Siaro – Aro, M. Adam Dt Sampono Ameh, senada menyatakan sikap untuk mendukung Investor datang ke Ranah Minang.

“Kami sangat mendukung investor datang ke daerah kami. Yang penting mereka bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang terjadi nanti,” Zairusman kepada Eranusantara.com, Senin, (22/6), siang di Nagari Taruang – Taruang, Kab. Solok.

Diwaktu yang bersamaan, Marzul Indra memastikan tak pernah ada masalah maupun komentar miring masyarakat terkait investasi di Nagari Taruang – Taruang.

“Saat ini ada PT. Arosuka Mandiri yang berinvestasi disini. Selama 4 bulan beraktifitas membuka jalan, tak satupun masyarakat yang mengganggu. Ini karna masyarakat nantinya akan terbantu dalam proses pemanfaatan lahan tidur mereka setelah terbukanya jalan ini. Selama ini kami tak miliki akses jalan untuk memanfaatkan lahan kami, nah drngan adanya investor dan bersedia membuka jalan, tentu nantinya kami dapat memanfaatkan lahan kami sebagai lahan pertanian nantinya,” jelas Indra kepada Eranusantara.com.

Diwaktu berbeda, Sekretaris KAN Nagari Siaro – Aro yang saat ini merangkap sebagai ketua sementara menegaskan bahwa masyarakat adat di Nagari Siaro – Aro sangat ramah akan investasi.

“Sebagian besar dari kaum adat disini malah memberikan lahan kami untuk digunakan sebagai akses jalan dengan cuma – cuma. Ini kami lakukan demi mendukung kemajuan daerah kami. Dengan adanya jalan, kedepannya anak cucu kami akan dapat memanfaatkan lahan yang selama ini tak tergarap karena tidak adanya akses jalan,” papar M. Adam Dt Sampono Ameh.

Tak hanya itu, pemerintah Nagari bahkan mengatakan bahwa hingga saat ini tak ada keluhan masyarakat terkait aktifitas pembukaan jalan yang ada di daerah tersebut. Wali Nagari Siaro – Aro, Deswandri yang didampingi Wali Jorong Taratak, Armen Putra, menegaskan bahwa hingga saat ini tak satupun menerima keluhan masyarakat terkait aktifitas pembukaan jalan yang dilakukan Investor di daerah mereka.

“Hingga saat ini belum satupun masuk lapuran maupun keluhan secara lisan dari masyarakat terkait kegiatan yang dilakukan investor disini,” tegas Walinagari kepada Eranusantara.

Tak berbeda jauh dengan Walinagari Siaro – Aro, Walinagari Taruang – Taruang melalui Kasi Kesranya, Yuhendri, juga sangat mendukung imvestasi demi terbukanya lapangan pekerjaan. Ia juga mengatakan tak ada keluhan, hanya saja masyarakat mempertanyakan kenapa pembukaan jalan tak dilakukan secara menyeluruh.

“Tak ada keluhan masyarakat Taruang – Taruang sejauh ini. Hanya saja beberapa masyarakat menanyakan kenapa pembukaan jalan tak dilakukan dari depan jalan raya, kanapa langsung ke atas,” ungkap Yuhendri.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT. Arosuka Mandiri, Deliswar, mengatakan bahwa itu sengaja ditinggal karena masih dalam tahap penyiapan desaint.

“Ooo itu, itu memang sengaja kita tinggalkan dulu, pembebasannya sudah selesai, namun saat ini kita sedang merancang desaint karena ini merupakan pintu masuk. Nantinya kita akan bangun gerbang dengan dihiasi lampu, pohon dan pendukung lainnya. Lebar jalan disitu nantinya sekitar 15 M. Karena itu, kita harus mempersiapkan desaint yang matang untuk gerbang masuk ini,” Deliswar menjelaskan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA VIDEO

ART dan Petugas Jaga, Beberkan Fakta Penggembokan Rumdis DPRD Kab. Solok

Published

on

Laporan: Wandre DP

Continue Reading

News

Rizieq Shihab Resmi Di Tahan,Terkait Penghasutan saat Kerumunan.

Published

on

Eranusantara,Jakarta – Polda Metro Jaya resmi menahan pimpinam Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selama 20 hari ke depan setelah melakukan pemeriksaan sekitar 11 jam.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut ada dua alasan mendasar mengapa Rizieq harus ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Alasan penahanan ada dua yaitu objektif dan subjektif,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Polda Metro Jaya di Jakarta, Minggu (13/12/2020).

Argo menjelaskan alasan objektif penahanan Rizieq secara singkat. Ia mengatakan Rizieq terkena ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

“Untuk objektif, ancaman di atas 5 tahun,” ujar Argo Yuwono.

Selanjutnya alasan subjektif penahanan Rizieq, agar tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu, alasan penahanan subjektif lainnya adalah agar Rizieq tidak mengulangi perbuatannya serta mempermudah proses penyidikan.

“Kemudian yang subjektif kenapa dilakukan penahanan, agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” ucap Argo Yuwono

Argo menambahkan penahan tersebut untuk mempermudah pemeriksaan Rizieq.

“Intinya dilakukan penahanan MRS adalah agar mempermudah proses penyidikan dan tidak mengulangi perbuatannya,” tandas Argo Yuwono.

Redaksi

Continue Reading

News

Camat Koto Tangah Tindak Tegas Warga Tak Bermasker

Published

on

Eranusantara, Padang – Sejak Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberlakukan, warga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Masker harus tetap terpasang, jika tidak, siap-siap saja disanksi.

Seperti di Kecamatan Koto Tangah. Camat beserta unsur Forkopimcam mengintai warga tak bermasker. Jika tidak bermasker, warga tersebut disanksi tegas.

Selama empat hari (22-25/10/2020), Tim Satgas Covid-19 turun ke tengah-tengah masyarakat. Menyasar pasar tradisional, objek wisata, pemukiman warga, sopir angkot, serta tempat umum lainnya.

Tim Satgas Covid-19 yang dipimpin Camat Koto Tangah Magdalena, bersama Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Lurah, Forum Anak Nagari, tokoh pemuda, serta ormas, turun ke lokasi keramaian. Tim ini lantas mensosialisasikan kewajiban melaksanakan protokol kesehatan sesuai Perda AKB.

Dalam sosialisasi itu, Tim Satgas Covid-19 Koto Tangah mengingatkan siapa saja untuk mengenakan masker. Kendaraan angkutan kota juga menjadi bidikan. Bahkan juga pengunjung pasar.

“Kita juga membagikan masker,” kata Magdalena.

Magdalena menyebut, selama empat hari itu cukup banyak warga yang masih belum disiplin. Bahkan ada yang enggan bermasker. Warga yang tidak disiplin kemudian disanksi sosial, membersihkan pasar atau fasilitas umum.

“Malu wak, dicaliak urang banyak. Bisuak yo pakai masker lai nyo (malu saya dilihat orang banyak. Besok saya pakai masker lagi),” celetuk seorang warga usai melaksanakan sanksi sosial.

Tim Satgas Covid-19 Koto Tangah selain turun bersama ormas, juga melibatkan Dinas Kominfo Kota Padang. Satu unit Mobil Info Kota (MIK) diikutkan untuk memberi edukasi kepada warga.

Redaksi

Continue Reading

Trending