Connect with us

ERA Properti

Pengaspalan Jalan Di Jorong Puduang Ampek Nagari Lebihi Target Ditentukan

Published

on

Laporan : Hari

EraNusantara, Agam –  Kegiatan  Pengaspalan Jalan dengan bersumberkan dana DAK tahun anggaran 2021, No kontrak : 2.1.02/Kj.Dak-P.i/DPUTR-AG/lll.2021 Satu paket Lokasi Jorong Pudung, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat saat ini sudah mencapai target 30%.

Yang mana Pekerjaan itu dengan Nilai kontrak Rp.7.567.594.000 dengan waktu pelaksanaan 180 (Seratus delapan puluh) Hari kalender yang di laksanakan oleh PT. Sarana Mitra Saudara.

Terpantau oleh awak media, boleh dikatakan melebihi dari target awal yang sebelumnya ditargetkan 12% pengerjaannya. 

” Namun, setelah di lakukan evalusi oleh pihak PA, PPK PPTK, dan konsultan, target pada Rabu (30/06/21) pencapaian target sudah melebihi yang berada diangka 30%,” ungkap Saifudin yang didampingi oleh pelaksanaan lapangan Mardianto di lokasi proyek.
Dia menyebutkan, bahwa Pengaspalan jalan ini nantinya akan berdampak positif bagi masyarakat.

” Terutama mobilisasi, untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan, disamping itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat”, ucapnya pula.

Sementara, ketika di konfirmasi Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Agam Hermon Triyoga Kamis (01/07/2021) di ruangan kerjanya menyampaikan, Sepengetahuannya, setelah dilakukan evaluasi di lapangan memang target awal pencapaian 12%.

 ” Alhamdulillah saat ini target pencapaiannya sudah mencapai 30%”, mudahan penyelesaian pekerjaannya sesuai target dan berjalan lancar nantinya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA NEWS

Plt Wako Hendri Septa Imbau Warga Kota Padang Patuhi Perda AKB

Published

on

Eranusantara, Padang – Pemerintah Kota Padang menyambut baik seiring diberlakukannya penerapan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) No.6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah provinsi tersebut termasuk di Kota Padang.

Sebagaimana diketahui, adaptasi kebiasaan baru adalah penyelenggaraan aktifitas kehidupan sehari-hari mencakup dari aspek keagamaan, sosial, budaya dan ekonomi masyarakat dalam mendukung masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik pemberlakuan Perda AKB ini. Perda tersebut telah disahkan dan disetujui Mendagri, dan resmi diberlakukan terhitung mulai 10 Oktober 2020 ini,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa sewaktu mendampingi jajaran Pemprov Sumbar beserta unsur Forkopimda Sumbar dan unsur terkait lainnya saat melakukan sosialisasi sekaligus membagi-bagikan masker ke sejumlah pedagang di Pasar Raya Padang, Kamis (8/10/2020).

“Jadi pada hari ini kita di jajaran Pemerintah Kota Padang ikut mendampingi jajaran Pemprov Sumbar dan unsur Forkopimda Sumbar yang membantu kita di Kota Padang untuk menekankan kepada masyarakat betapa pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Terutama ke depan untuk mematuhi Perda AKB tersebut,” imbuhnya menambahkan.

Hendri melanjutkan, dengan demikian bagi warga masyarakat yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker akan menghadapi sanksi dan paling berat bisa dikenakan kurungan maksimal selama 2 hari atau membayar denda Rp250 ribu.

“Untuk itu kami meminta kepada seluruh warga masyarakat khususnya di Kota Padang, mari kita selalu menyadari akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini dikarenakan setiap hari jumlah warga Kota Padang yang terpapar Covid-19 itu selalu bertambah. Memang banyak juga yang sembuh, tetapi kita tentu ingin bagaimana cepat keluar dari pandemi ini,” ujarnya.

Plt Wako lanjut menekankan kepada semua warga Kota Padang untuk senantiasa mematuhi Perda Provinsi Sumbar No.6 Tahun 2020. Sebagaimana diketahui, sesuai aturan dalam Perda tersebut bagi pelanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi secara bertingkat. Di awali dengan sanksi teguran, sanksi administrasi dan terakhir sanksi pidana. Hal ini agar menimbulkan efek jera bagi yang masih mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

“Seperti yang kedapatan tidak memakai masker akan dikenakan sanksi sosial sebagai sanksi awal. Jika kembali didapati melakukan pelanggaran yang sama nantinya, maka akan dilanjutkan pemberian sanksi administratif berupa membayar denda maksimal Rp250 ribu atau sanksi pidana kurungan selama 2 hari,” jelasnya.

Hendri pun mengaku optimis dengan bersama semua pihak dan seluruh warga Kota Padang pandemi Covid-19 bisa segera dilalui dengan baik.

“Mudah-mudahan, dengan diberlakukannya Perda tersebut, setiap masyarakat menjadi patuh terhadap aturan protokol kesehatan ke depan. Sehingga dengan itu jumlah warga kita yang terpapar bisa menurun dari hari ke hari. Dan dalam waktu yang tidak begitu lama kita keluar dari zona merah dan kembali ke zona hijau (aman-red),” cetus dia.

“Manfaatnya untuk kita juga, jika Kota Padang ini kembali ke zona hijau maka aktifitas kita yang sempat terganggu bahkan terhenti selama pandemi bisa dimulai kembali. Seperti contohnya anak-anak generasi muda kita sempat terhenti belajar secara tatap muka, belum lagi dari sektor perekonomian masyarakat dan sektor lainnya,” pungkas Hendri Septa mengakhiri.

Dalam aksi sosialiasi Perda Sumbar No.6 Tahun 2020 tersebut tampak diikuti beberapa pimpinan OPD di Pemprov Sumbar. Diantaranya Kepala Dinas Perikanan Yosmeri, Kepala Dispora Bustavidia, Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol-PP dan Damkar serta mewali Kapolda, Pengadilan Agama, Wakil Rektor II UIN IB Padang Firdaus dan unsur terkait lainnya.

Redaksi

Continue Reading

ERA Properti

Brixmor Property Group Menerbitkan Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Tahunan

Published

on

Penulis : Tim Redaksi
Editor : Rizki Asdiarman
Media Online I Era Properti

Eranusantara.co, NEW YORKBrixmor Property Group Inc. hari ini mengumumkan perilisan Corporate Responsibility Report tahunannya, yang menyediakan tinjauan komprehensif dari Strategi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan lingkungan, sosial dan ekonomi dari para pemangku kepentingannya dan ukuran kemajuan Brixmor untuk inisiatif terkait.

Laporan tahun ini mencakup peningkatan transparansi terkait dengan keanekaragaman dan praktik serta metrik gender Perusahaan, serta tinjauan umum tentang bagaimana Brixmor merespons krisis kesehatan COVID-19, termasuk inisiatif dukungan untuk masa sewa dan komunitasnya.

Dibangun di atas tiga pilar yakni budaya, properti, dan pemangku kepentingan – strategi tanggung jawab sosial perusahaan Perusahaan berfungsi sebagai fondasi untuk semua yang dilakukannya. Prestasi penting baru-baru ini meliputi:

1. Memenuhi dan melampaui target pengurangan 40 persen Perusahaan untuk emisi GRK area umum yang mirip untuk yang serupa dan penggunaan listrik lebih cepat dari jadwal, sebagian besar merupakan hasil dari percepatan program pencahayaan LED-nya.
2. Meningkatkan 75 persen portofolio menjadi pencahayaan LED, dengan sasaran 100 persen pada tahun 2025
3. Melaksanakan pengembangan surya baru di delapan properti yang mewakili lebih dari empat megawatt
4. Meraih Green Lease Leader Penunjukan emas dari Institute for Market Transformation (IMT) dan Aliansi Bangunan yang Lebih Baik dari Departemen Energi AS (DOE)

“Kami percaya dalam memberikan pertumbuhan berkelanjutan melalui fokus tanpa henti pada kesejahteraan lingkungan, sosial dan ekonomi karyawan kami, penyewa kami, properti kami dan masyarakat yang kami layani,” kata James Taylor , Chief Executive Officer dan Presiden. “Kemajuan yang kami capai ke arah tujuan ini mengesahkan kerja keras tim kami untuk beroperasi dengan standar tertinggi.”

Continue Reading

ERA NEWS

Ibu Ani Sakit, Nasib Rumah SBY Berubah

Published

on

Eranusantara.com – Keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Rumah mewah SBY ini merupakan aset ‘hadiah’ yang keberadaannya sebenarnya begitu spesial. Rumah mewah SBY ini adalah hadiah untuknya sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia

Eranusantara.com, Jakarta – Aktivitas terkini Presiden Republik Indonesia yang ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono kerap diperbincangkan. Kini, Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk tinggal tidak lagi di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan kegiatan pengobatan istrinya yang mengalami penyakit Leukimia.

SBY diketahui terus mendampingi sang istri tercinta di Singapura. SBY menemani istrinya yang dirawat di National Hospital University, Singapura. Dalam usaha penyembuhan penyakit Ani Yudhoyono, Leukimia, SBY tak pernah kembali ke Indonesia. Ia tetap setia menemani sang istri melewati berbagai harinya di rumah sakit.

Dikutip dari Wartakota, SBY mulai mendampingi Ani Yudhoyono mulai dari 9 Februari 2019 lalu. Diketahui rumah sakit yang menjadi tempat ibu Ani dirawat adalah National University Hospital, Rumah Sakit bintang lima Singapura. SBY sangat setia menamani sang istri bahkan sampai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 kemarin di Singapura. SBY terlihat tidak ingin sekalipun meninggalkan sang istri menghadapi penyakitnya.

Kabar mengharukan terkait kondisi Ani Yudhoyono sering dibagikan oleh anggota keluarganya, terutama para anak dan menantunya. Kepergian SBY ke Singapura membuatnya harus meninggalkan kediaman mewahnya untuk sementara waktu.

Baru-baru ini diketahui kondisi terbaru rumah SBY yang sudah lama ditinggalkannya itu. Dikutip TribunJatim.com, sepeninggal SBY, rumah tersebut seringkali sangatlah sepi. Hunian tersebut berlokasi di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan. Rumah mewah milik SBY ini berada tepat di belakang Kedutaan Besar Qatar.

Kabarnya, hunian tersebut adalah hadiah untuknya sebagai Presiden ke-6 Indonesia. Rumah itu saat ini masih tetap dijaga oleh pasukan khusus yang selalu mengawasi lokasi tersebut. Rumah yang mulai ditempati awal 2017 itu selalu dijaga ketat oleh Paspampres. Sehingga, selain mewah rumah tersebut juga dijamin begitu aman.

Rumah mewah SBY ini merupakan aset ‘hadiah’ yang keberadaannya sebenarnya begitu spesial. Rumah mewah SBY ini adalah hadiah untuknya sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia. Rumah SBY tepat berada di belakang kedutaan besar Qatar di Indonesia.

Sejak dahulu, rumah SBY cukup ramai dibicarakan lantaran harganya. Rumah mewah SBY ini adalah hadiah untuknya sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia. Rumah SBY tepat berada di belakang kedutaan besar Qatar di Indonesia. Sejak dahulu, rumah SBY cukup ramai dibicarakan lantaran harganya.

Kabar tersebut secepat itu pula ditampik pihak keluarga SBY. Disebutkan ternyata bahwa luas tanah kediaman mewah SBY ini tidak mencapai hingga 1.500 meter persegi. Tetapi sayangnya, nominal luasan tidak disebutkan secara gamblang oleh pihak SBY.

Menurut perhitungan Suar.ID, sebut saja luas rumah SBY mencapai 1.200 meter persegi. Jika 1.200 meter persegi x Rp 90 juta = Rp 108 miliar.

Itu hanya nilai tanahnya saja belum dengan bangunan dan dekorasi serta bagian dalam rumah. Selain rumah SBY yang mewah, kediaman anak bungsunya juga cukup mengejutkan.

Ibas Yudhoyono belakangan sering disoroti juga karena kondisi rumahnya bersama istri, Aliya Rajasa. Diketahui, sosok anak bungsu SBY dan Ani Yudhoyono, Ibas Yudhoyono tak begitu disoroti seperti kakaknya, Agus Yudhoyono. Padahal sebenarnya, Ibas Yudhoyono juga memiliki segudang fakta yang mengejutkan dan jarang diketahui.

Ibas Rajasa dan Aliya Rajasa ternyata tinggali kediaman yang amat mewah.
Tak hanya modern, rumah ini juga dilengkapi fasilitas seperti kolam renang, ruang olahraga serta ruang bemain anak.

Fahad Hasan_Redaksi

Continue Reading

Trending