Connect with us

ERA BISNIS

Pemprov dan DPRD Sumbar Dukung Investasi, Pemkab Solok Jamin Permudah Urusan Investor

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse
Reporter : WahyuEditor : Wandre DP

Eranusantara.com, Solok – Rombongan DPRD Sumatera Barat yang diwakili oleh Komisi IV beserta Pemprov Sumbar yang diwakili oleh Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, berkunjung ke lokasi proyek pembukaan jalan PT. Arosuka Mandiri, di Kec. IX Koto Sungai Lasi, Kab. Solok, pada Sabtu, (4/7), siang.

Kunjungan kali ini dalam rangka meninjau, mengontrol dan mengawasi proyek pembukaan jalan baru yang dilakukan oleh PT. Arosuka Mandiri.

“Kali ini kedatangan kita kesini dalam rangka melakukan pengawasan karena ini merupakan salah satu tupoksi DPRD. Kita ingin tau kendisi lapangan, makanya kita turun langsung ke lokasi untuk mengetahui fakta dilapangan seperti apa, ” ungkap Rico Afriano, ST, selaku anggota DPRD Sumbar Komisi IV, kepada eranusantara.com, Sabtu, (4/7) siang di lokasi.

Rico juga menegaskan bahwa DPRD dan Provinsi Sumbar sangat mendukung investasi di Sumbar.

“Pada prinsipnya kita di DPRD Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung investasi yang masuk ke daerah. Namun kita juga menyampaikan kepada investor bahwa para investor harus tetap memperhatikan keselamatan lingkungan, aspek lingkungan dan keselamatan kerja,” tegas Rico.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA BISNIS

BPJS Kesehatan Bersiap Hadapi Tantangan

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Setpres

Eranusantara, Jakarta – Tantangan di sektor kesehatan nasional ke depannya akan semakin kompleks. Tak hanya berkutat pada permasalahan pandemi, tapi juga persoalan kesehatan mendasar lainnya yang perlu diakui masih menjadi tugas besar banyak pihak.

Oleh karena itu, Achmad Yurianto yang baru saja dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja lebih keras untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Tugas berat harus segera kami jalankan karena BPJS Kesehatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sistem kesehatan dan kesehatan secara nasional. Tentunya dengan bekerja lebih keras lagi karena tantangan kita hadapi ke depan tidak semakin ringan, tetapi semakin kompleks,” ujar pria yang akrab disapa Yuri ini di Istana Negara, Jakarta, selepas prosesi pelantikan pada Senin, (22/2).

Yuri memohon doa restu dari seluruh masyarakat dan menyatakan bahwa pihaknya akan terbuka untuk tiap masukan agar pekerjaan pihaknya ke depan dapat menjadi lebih baik.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA BISNIS

Awali Karir di Surabaya, Warga India Masuk Deretan Orang Terkaya Dunia

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Eranusantara, Jakarta – Lakshmi Narayan Mittal merupakan pria kelahiran India yang kini menjadi orang kaya di dunia karena komoditas baja. Kekayaan yang diperolehnya itu salah satunya dimulai dari Indonesia.

Berdasarkan Forbes, Lakshmi Mittal dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 91 di dunia dengan harta US$ 11,1 miliar. Dia juga dinobatkan sebagai orang paling kaya ke-9 di tanah India.

Lakshmi Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Churu, Rajasthan, India. Selagi kecil, Mittal besar di rumah kakeknya. Setelah mengecap pendidikan SMA, dirinya pindah bersama orang tuanya ke Calcutta lantaran perusahaan baja rintisan ayahnya menjadi mitra sebuah perusahaan besar.

Berbekal ijazah bisnis dan akuntansi dari St. Xavier College di Calcutta, pada tahun 1976 Mitta mendirikan perusahaan di Indonesia tepatnya di Surabaya. Hal ini dilakukan demi menjalankan tugasnya sebagai divisi internasional di perusahaan baja keluarganya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA NEWS

Moeldoko: Semua Ditegur Jokowi, Komunikasi Publik UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Published

on

ERANUSANTARA,JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui bahwa komunikasi publik pemerintah sangat buruk ketika menggodok UU Cipta Kerja. Semua jajaran kabinet, ujar Moeldoko, kena tegur oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Khusus Omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak. Kami semua ditegur presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek,” ujar Moeldoko di kantornya, Rabu, 21 Oktober 2020.

Belajar dari omnibus law ini, kata Moeldoko, pemerintah akan memperbaiki gaya komunikasi menjadi lebih baik. “Ini sebuah masukan dari luar maupun presiden, kami segera berbenah diri untuk ke depan lebih baik,” ujar Purnawirawan TNI ini.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya secara terbuka telah menegur gaya komunikasi publik para pembantunya terkait UU Cipta Kerja yang dianggap tidak detail menjelaskan aturan sapu jagat itu, sehingga banyak diprotes publik.

“Soal vaksin Covid-19, ke depan saya minta jangan tergesa-gesa, karena sangat kompleks. Menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa kejadian kayak UU Cipta. Dijelaskan detail, jangan sampai masyarakat demo lagi,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin, 19 Oktober 2020.

Sumber: TEMPO

Continue Reading

Trending