Connect with us

ERA MEGAPOLITAN

Pemberlakuan Ganjil-Genap, Rustam; Ini Tidak Sejalan Dengan Penaganan Covid-19

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse
Penulis : Rizki Asdiarman
Editor : Wahyu Dwi Pratama
Media Online I Era Megapolitan

Jakarta – Pemberlakuan sistem Ganjil Genap di jalur protokol yang dimulai pada Senin (3/8/2020) besok, mengundang komentar dari Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim.

Melalui akun Twitter milik @RustamIbrahim yang diunggah pada Minggu (2/8/2020), penerapan Ganjil Genap akan berdampak terhadap penanganan pandemi virus corona yang kini tengah melanda Indonesia, tidak terkecuali Jakarta. Dia memprediksi penerapan Ganjil Genap akan membuat banyak orang beralih menggunakan transportasi umum. Sementara, transportasi umum rentan terhadap penularan virus corona.

“Mewajibkan pengendara mobil di DKI mengikuti aturan ganjil-genap, bisa mendorong meningkatnya penggunaan kendaraan umum yang lebih rentan terhadap penularan virus corona,” kicau Rustam.

Di kicauan berbeda, Rustam berharap pemerintah bekerja maksimal menangani pandemi virus corona. Dia ingin pemerintah memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan saat bepergian.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA MEGAPOLITAN

Anies Instruksikan Sampah Sisa Demo Omnibus Law Harus Bersih Sebelum Jam 6 Pagi

Published

on

ERANUSANTARA Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan kepada jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengupayakan agar masyarakat bisa menggunakan fasilitas umum pada Jumat pagi.

Instruksi itu keluar usai sejumlah fasilitas umun rusak dalam aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

“Lakukan langkah-langkah Identifikasi semua kerusakan. Sampah harus bersih 6 jam setelah unjuk rasa selesai,” kata Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

Dia mengatakan Gubernur menginstruksikan agar fasilitas taman harus pulih dalam 24 jam. Serta, kata dia, semua jalan harus bersih dan berfungsi normal sebelum jam 6 pagi.

Adapun dia mengatakan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiapkan 100 personel penyedia jasa lainnya perorangan(PJLP) #PasukanOrangeDLH

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan kendaraan street sweeper atau penyapu jalan otomatis 10 unit, mobil pickup 12 unit, dan truk sampah anorganik 20 unit.

Untuk sarana yang digunakan, kata dia, terdapat sarung 1.000 lebar dan sapu 500 batang

Tempo.Co

Continue Reading

ERA MEGAPOLITAN

Tanggapan Masyarakat Mengenai Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di wilayah DKI Jakarta mulai diterapkan, Senin (14/09/2020).

Kebijakan dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Ibu Kota yang terus melonjak.

Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai pemberlakuan kembalinya PSBB di DKI?

Selamet Anggoro (32), pengemudi Ojek Online menilai, kebijakan ini sangat merugikan para pekerja lepas.

“Tidak tahu mau bicara apa mas, terserah pemerintah saja, yang jelas kami pasrah ke ilahi, kalo dibilang rugi, sudah pasti, mau dapat uang dari mana” jelas Selamet di kawasan Bunderan HI, Jakarta Pusat, Sabtu (12/09/2020).

Sama halnya dengan Selamet, pengemudi Ojek Online, Wahyu Adi Nugroho yang juga mantan karyawan salah satu restaurant makanan di daerah Sudirman, Jakarta Selatan mengeluh akan kebijakan PSBB kembali.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA MEGAPOLITAN

Pemprov DKI Kumpulkan Dana 3.5 M dari Pelanggaran PSBB Transisi

Published

on

Jakarta – Penerapan denda pelanggaran PSBB transisi yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta hingga 21 Agustus 2020 telah terkumpul sebanyak Rp.3,5 miliar.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan denda tersebut diperoleh selama masa PSBB transisi, yakni dari 5 Juni hingga 21 Agustus 2020.

“(Denda) sudah di angka Rp 3,5 miliar,” ujar Arifin, Sabtu (22/8/2020).

Dirinya mengungkapkan, denda tersebut diperoleh dari pelanggaran penggunaan masker, pelanggaran di tempat fasilitas umum, dan pelanggaran di lokasi kegiatan sosial-budaya. Khusus denda dari pelanggaran penggunaan masker diperoleh Rp 1,7 miliar.

“Kalau yang (denda) dilakukan keseluruhan, ya besar. Artinya beberapa yang sudah (denda) untuk masker saja Rp 1,7 miliar,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menerapkan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Dikutip dari detik.com, pada sebelumnya, denda yang didapat Pemprov DKI Jakarta dari para pelanggar PSBB transisi sebanyak Rp 2,8 miliar. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan denda itu sudah disetorkan ke kas daerah.

“Keseluruhan Rp 2,8 miliar,” ujar Arifin saat dihubungi, Selasa (11/8).

Continue Reading

Trending