Connect with us

ERA INVESTIGASI

Pasutri Bersatus PNS, Lakukan Aktifitas Ilegal di Kab. Sijunjung

Published

on

Eranusantara.com – Video kawasan tambang ilegal di daerah sijunjung

Eranusantara.com, Kab. Sijunjung – Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil menjadi mimpi bagi sebagian besar putra putri bangsa. Pasalnya, bekerja sebagai PNS dapat dikatakan suatu titik aman dalam keberlangsungan ekonomi. Penghasilan yang cukup serta tunjangan yang memadai, dapat menUKngkatkan taraf hidup para PNS dibeberapa daerah di Indonesia.

Meski demikian, status PNS bukan tanpa aturan. Para pegawai yang digaji oleh negara ini tentu diatur dengan berbagai macam aturan negara, seperti Uundang- undang, Peraturan Presiden, Peraturan Mentri, Peraturan Daerah dan berbagai macam aturan lain yang salah satu tujuannya demi memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Berbagai kegiatan maupun prilaku seorang PNS juga diatur dan tidak diperbolehkan berbuat dan berprilaku seenaknya.

Berbeda dengan salah satu Guru sekolah dasar yang berstatus PNS di Kab. Sijunjung, Sumatra Barat. Tak tanggung – tanggung, pasangan suami istri yang keduanya berstatus PNS ini, bersama – sama menjalankan bisnis ilegal meaning di Kab. Sijunjung.

MA yang merupakan salah satu guru SDN di Kab. Sijunjung, beserta istrinya R yang merupakan tenaga kesehatan di RSUD Sijunjung, dan juga berstatus PNS ini menjalankan bisnis ilegal didaerah Tan Laweh, Padang Sibusuk, Kab. Sijunjung. Tak tanggung – tanggung, tiga alat berat dipekerjakan sekaligus pada daerah pertanian produktif. Kerusakan lahan pertanian terlhat jelas saat eranusantara.com datang langsung ke lokasi milik MA beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diturunkan, MA maupun R tak dapat dihubungi. Bahkan, pesan whatsapp yang awalnya terkitim dengan tujuan untuk mengkonfirmasi, akhirnya di blok oleh MA.

Saat dihubungi via telepon selular milik MA, suara wanita yang diduga adalah R mengatakan bahwa telpon yang dilakukan salah sambung.

“Maaf ya pak..salah sambung pak,” ungkap wanita yang diduga R, kemudian langsung mematikan telpon, pada, Rabu, (17/7), lalu.

Sementara itu, Ramler, SH. MM, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sijunjung, mengaku belum tau akan hal ini. Meski demikian, Ramler mengatakan akan mencari tahu dan menanyakan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

“Sementara saya no coment dulu, karena ini baru informasi, saya akan menanyakan dulu kepada yang bersangkutan, apakah hal ini benar. Jika benar, nanti akan ada pejabat yang akan menimbang kesalahan jika hal ini benar,” ungkapnya kepada eranusantara.com, Selasa, (31/7), via telepon selularnya.

Wandre DP

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA INVESTIGASI

Proyek Rehab Kolam BBI Bermasalah, Dinas Perikanan dan Pangan Merasa Tak Bertanggung Jawab

Ilustrasi

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wandre Dp

Eranusantara, Kab. Solok – Proyek rehabilitas kolam induk Balai Benih Ikan (BBI) Sungai Janiah, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok terpantau dikerjakan asal jadi oleh pelaksana yang merupakan perusahaan lokal Kab. Solok. Proyek yang menggunakan dana DAK senilai Rp.199.762.004 ini terpantau dilaksanakan dengan mengabaikan SOP pengerjaan. Hal ini disampaikan oleh salahsatu narasumber yang tak ingin disebutkan namanya kepada eranusantara.co beberapa waktu lalu dilokasi proyek.

“Sangat banyak permainannya pak, bahan saja bapak bisa lihat sendiri, masa ada pasir bercampur tanah yang dipakai untuk pengecoran, padahal standarnya kan bukan seperti itu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, standar ukuran dalam pengecoran pun dinilai jauh dari aturan yang sudah ditentukan. Narasumber yang juga merupakan masyarakat setempat ini menilai sangat banyak kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor yang beralamat di Koto baru, Kec. Kubung, Kab. Solok ini.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada pihak kontraktor, AR dan AT kepada eranusantara.co mengakui bahwa memang ada bahan bercampur tanah yang dipergunakan.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Merasa Berita Opini, CV. Hilma Putra Suplayer BPNT Akan Layangkan Surat Ke Dewan Pers

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wasim Mursalim/ Kang Ben

ERANUSANTARA KARAWANG, JABAR : CV. Hilma Putra Suplayer Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Wilayah Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang akan mengirimkan surat pengaduan ke Dewan Pers terkait pemberitaan di salah satu media online, bahwa dalam isi berita di Desa Gepolkarya tersebut tidak benar.

Seharus pihak media konfirmasi terlebih dahulu kepada beberapa warga atau ke suplayer yang memasok barang tersebut, dan ini jelas sudah melanggar kode etik Jurnalis, bukan itu saja saat dilihat website beritanya dalam bentuk Blogger bukan wordpress. Hal tersebut dikatakan oleh Samsudin Kmd biasa di sapa Ewon kepada eranusantra.co, Selasa (17/11/2020).

Lanjut Samsudin, dalam berita tersebut di sebutkan bahwa karung tidak bermerk, satu ekor ayam kurang lebih 6,ons juga buah salak campur yang busuk sekira 5 ons dan kacang ijo 2,5 ons semua itu saya ambil di warung Wakil Asep Desa Gepolkarya Kecmatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Itu semua tidak benar, “yang kami kirim Ayam satu Ekor 1 kg, Kacang Ijo 4 Ons, Beras 10 Kg, Telur 15 Butir, buah satu kilo dalam bentuk salak, kalau di situ ada tulisan busuk itu tidak semua dan selama ini warga yang tidak ada yang komplin.” Tegasnya

Samsudin, menjelaskan kembali, masalah beras tidak ada mereknya, betul beras yang kami tidak ada merek, tetapi dalam keadaan Transisi. Bahwa BPNT sudah tidak kerjasama lagi dengan BULOG per oktober 2020, bisa dikatakan masih masa transisi, nantinya BPNT akan memakai PT. PERTANI atau memakai BUMD (Badan Usaaha Milik Daerah).” Ujar Samsudin biasa di sapa Ewon

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Beredar Bebas di Sumbar, Dua Merek Rokok Akali Pembayaran Pajak Melalui Cukai

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wahyu

Eranusantara, Padang – Pemasukan negara melalui cukai rokok merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar di Indonesia. Pasar rokok yang cukup tinggi di Indonesia mampu meningkatkan penerimaan negara melalui sektor ini. Meski demikian, banyak juga beberapa pengusaha rokok yang mencoba mengambil keuntungan tanpa membayar pajak ke negara. Meski beberapa kali diamankan dan dilakukan penyitaan oleh pihak berwajib, hal ini tak membuat jera para pengusaha rokok nakal ini.

Baru – baru ini kembali ditemukan di Sumatera Barat dua merek rokok yang menggunakan cukai tak sesuai dengan isi rokok yang mereka pasarkan. Dua merek rokok ini yakni Titan Bold dan NZR yang sejak beberapa waktu terakhir peredarannya cukup banyak di tengah masyarakat Sumbar.

Kedua merek rokok ini didapati menggunakan cukai 12 batang pada bungkusnya, sementara setiap bungkus berisikan 20 batang rokok. Saat hal ini dikonfirmasikan ke Kantor Bea Cukai Teluk Bayur Sumatera Barat, pihak Bae Cukai membenarkan bahwa hal ini melanggar ketentuan.

“Ini jelas melanggar ketentuan, karena jelas ada selisih jumlah batang rokok yang pajaknya tidak dibayarkan ke negara. Seharusnya setiap produk menggunakan cukai yang sesuai dengan jumlah isi pada bungkus rokoknya,” ungkap Arif kepada eranusantara.co, Rabu, (4/11) siang dikantornya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending