Connect with us

ERA PERISTIWA

Pasca Dugaan Teror Niniak Mamak Bawan, Ketua KAN Bawan Minta Anak Kemanakan Tahan Diri

Published

on

Laporan : Honest

Eranusantara, Agam – Aksi yang sangat luar biasa yang dialami oleh dua orang Niniak Mamak Nagari Bawan menyisakan persoalan. Yang mana dua rumah Niniak Mamak tersebut diduga di Bakar oleh sekelompok orang tidak dikenal Kamis dini hari sekira Pukul 03.00 WIB.


Dua unit rumah tempat tinggal, masing-masingnya satu rumah berlokasi di Sago Kenagarian Manggopoh yang satunya lagi berada di simpang Ampek Tapi Kenagarian Lubuk Basung. Adapun rumah Niniak Mamak yang nyaris hangus antara lain rumah Kaidir Dt Palimo dirajo, dan Aprianto Dt Tan Majo lelo.


Akibat peristiwa itu Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, Kecamatan Ampek Nagari Adrian Agus Dt Kando Marajo angkat bicara. Ia meminta kepada anak Kemanakan di Nagari Bawan untuk menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


” Kita meminta anak Kemanakan untuk tidak berbuat yang tidak diinginkan. Mari kita serahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk mengungkap peristiwa yang membuat gempar ini,” ungkapnya ketika konferensi Pers di Kantor Sekber jalan Melayu, lubuk Basung, Kabupaten Agam Kamis Siang didampingi Sekretaris KAN Bawan F. Dt Rangkayo Kaciak dan Dt Paduko Basa.


Tidak hanya itu Ketua KAN tersebut sangat mendukung upaya Pihak Kepolisian untuk mengungkap kasus teror yang luar biasa ini. Dikatannya, pihaknya akan terus memantau perkembangan persoalan ini.

” Berharap kepada Pihak Kepolisian untuk mengungkap peristiwa ini dan semuanya bisa terang menerang, kita siap untuk bekerjasama agar aksi ini bisa terungkap,” harapnya pula.


Lebih lanjut Dt Kando Marajo berucap bahwa pihaknya bersama Ninik mamak lainnya akan berupaya memberikan bukti-bukti yang bisa jadi pertimbangan bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini.


” Kita mendukung semua upaya Kepolisian untuk selidiki aksi teror ini, Dalam waktu dekat kita dari KAN Nagari Bawan juga akan menyerahkan seluruh petunjuk untuk mengungkap kasus ini,” bebernya.

Kini Peristiwa ini telah dilaporkan oleh kedua Niniak Mamak sebagai korban kepada pihak Polres Agam sejak Kamis Pagi. Ditempat kejadian ditemukan ada bekas jiregen minyak, sumbu kain, sebo, dan peralatan lainnya yang diduga milik pelaku Aksi teror.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA PERISTIWA

Terpancing Emosi, Ribut Terjadi Di PWI Agam

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan : Honest

Eranusantara, Agam- Telah terjadi keributan di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis sore (11/3/21). Informasi Keributan itu dipicu ada ketidakpuasan anggota terhadap perilaku Pemimpin di Organisasi yang sudah terkenal itu.

Awal mulanya salah satu anggota PWI Agam Rahmad Hidayat (Wartawan Haluan) berargumentasi dengan cara berdiskusi dan menyampaikan unek-uneknya terhadap Ketua PWI Agam Mursidi dan Sekertaris PWI Agam Yusrizal soal tindakan mereka selama memimpin.

Sehingga membuat suasana menjadi tegang dan Rahamat Hidayat saat itu terasa disudutkan dan ingin mengajak diskusi bersama-sama dengan menghadirkan orang yang dituakan di PWI Agam yaitu Lukman sebagai Penasehat yang juga mantan Ketua PWI Agam. Guna, menengahkan persoalan yang menjadi kisruh di internal yang dihadapi PWI Agam saat ini.

Akan tetapi, kedatangan Lukman yang saat itu berniat untuk menasehati tidak membuat suasana mendingin, malahan membuat Mursidi Ketua PWI Agam terpancing emosi sampai memukul Meja Kantor dihadapan Anggotanya dan beberapa wartawan yang kebetulan datang kekantor PWI setelah mendengar ada keributan itu.

Lebih lanjut, masih dalam suasana menegangkan, sampai-sampai kemarahan ketua PWI itu merembes dan mengajak salah satu wartawan yang datang untuk berduel dengannya yang saat itu kehadiran wartawan di dalam kantor PWI itu setelah sebelumnya, melihat dan mendengar ada keributan.

Saat itu media ini yang juga sedang berada dilokasi, melihat kejadian bahwasannya duel yang diajak oleh Ketua PWI itu langsung diterima oleh wartawan itu sehingga, hampirlah terjadi adu jotos yang membuat orang sekitar perkantoran PWI Agam sontak kaget dengan berbondong-bondong keluar rumah melihat peristiwa menegangkan itu. Setelah ketegangan sudah mencair dan Ketua PWI Agam Mursidi itu langsung pergi dengan membawa motornya bersama istri dan anaknya. 

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA PERISTIWA

Kaya Potensi, Pemuda Ingin Kabupaten Solok Jadi Tujuan Wisata

Published

on

Laporan: Wandre Dp

Eranusantara, Kabupaten Solok – Kaya akan potensi wisata, Kabupaten Solok masih kalah dari Kota Bukittinggi yang saat ini masih menjadi daerah tujuan wisata di Sumatera Barat. Kabupaten Solok yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil beras ternama ini, sebenarnya memiliki potensi luar biasa pada sektor pariwisata. Selain memiliki Danau Singkarak dan Danau Kembar, Kabupaten Solok juga memiliki Danau Talang dan Danau Tuo.

Tak hanya itu, Kabupaten Solok juga memiliki potensi wisata alam lainnya, jalur pendakian Gunung Talang yang menawarkan pemandangan luar biasa menjadi tujuan para pendaki lokal maupun luar daerah salah satunya, bahkan pemandian air panas juga menjadi destinasi yang patut dibanggakan di daerah yang memiliki semboyan alue jo patuik ini.

Meski demikian, beberapa pihak menilai destinasi wisata Kab. Solok tak terkelola dengan baik. Menyikapi hal itu, pemuda berharap pemimpin Kab. Solok masa depan dapat mengelola sektor pariwisita dan menjadikan Kab. Solok sebagai daerah kunjungan wisata di ranah minang. Hal ini dikatakan oleh Alamsyah (27) salahsatu pemuda Nagari Aripan, Kec. X Koto Singkarak, Kab. Solok, kepada eranusantara.co, Saptu, (28/11) malam.

“Kita berharap pemimpin Kabupaten Solok kedepan dapat memperhatikan kegiatan pemuda. Tak hanya itu, kita berharap pemimpin masa depan dapat mengelola sektor pariwisata disini dan menjadikan Kab. Solok sebagai daerah kunjungan wisata nantinya,” ungkap Alamsyah.

Saat ditanyai mengenai pilihan, Alamsyah menjatuhkan pilihan kepada paslon 02 Kabupaten Solok.

“Demi kemajuan Kabupaten Solok kedepan disemua sektor, khususnya sektor pariwisata, saya menjatuhkan pilihan kepada paslon 02, Asda-Pandu,” tegasnya.

Continue Reading

ERA PERISTIWA

Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Penangkapan Massa Aksi Tolak UU Ciptaker di Sumatera Barat

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wandre DP

Eranusantara, Padang – Penanganan pengamanan aksi demonstrasi yang terjadi tanggal 8-9 Oktober 2020 di DPRD Sumatera Barat seolah-olah dilakukan dengan tidak profesional, beberapa tindakan represif dilakukan oleh petugas pengaman yang berasal dari Polda Sumatera Barat dan beberapa Polres. Setidaknya 250 orang pelajar dan 5 orang mahasiswa ditangkap, diamankan dan diinterogasi oleh Kepolisian.

Pada tanggal 9 Oktober, setidaknya ada 163 orang masyarakat (rata-rata pelajar dan anak muda) dicokok dan diamankan pihak kepolisian di Mako Brimob. Mereka yang dicokok dan diperiksa tidak didampingi oleh orang tua dan tim penasihat hukum. Berbagai dalih yang disampaikan oleh pihak kepolisian untuk menghalang-halangi orang tua atau PH untuk menemui pelajar dan anak-anak muda yang ditangkap, salah satunya adalah adanya larangan langsung dari Kapolda. Pola yang sama juga terjadi di berbagai lokasi lain di Indonesia, seperti Surabaya, Makassar dan Jawa Barat.

Persoalan lain dari yang menjadi masalah baru adalah pernyataan Kapolresta Padang di media lokal dan Brimob Sumbar melalui akun media sosial @brimob_sumbar yang menyatakan “ tuduhan bahwa siswa STM menerima bayaran untuk melakukan aksi demonstrasi”. Tuduhan ini merupakan persoalan serius yang perlu disikapi, karena aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, petani, pelajar dan masyarakat merupakan reaksi atas kebijakan Pemerintah Indonesia (Presiden dan DPRRI) yang masih saja membahas dan mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang sedari awal telah diingatkan oleh Publik untuk tidak dilanjutkan karena cacat secara hukum dan prosedural serta tidak pro pada kepentingan rakyat (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Tuduhan-tuduhan tersebut tentu wajib dibuktikan oleh pihak Kepolisian, apabila nantinya terbukti bahwa tidak ada masyarakat yang menyuarakan penolakan omnibus law yang membayar para pelajar yang diamankan tersebut, atau yang membayar adalah para penyusup, maka pihak kepolisian berkewajiban untuk menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Jangan sampai Kepolisian sebagai penegak keamanan malah terjebak dalam membangun kontra opini dengan menyampaikan informasi-informasi yang menyesatkan.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending