Connect with us

ERA INVESTIGASI

Merasa Berita Opini, CV. Hilma Putra Suplayer BPNT Akan Layangkan Surat Ke Dewan Pers

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wasim Mursalim/ Kang Ben

ERANUSANTARA KARAWANG, JABAR : CV. Hilma Putra Suplayer Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Wilayah Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang akan mengirimkan surat pengaduan ke Dewan Pers terkait pemberitaan di salah satu media online, bahwa dalam isi berita di Desa Gepolkarya tersebut tidak benar.

Seharus pihak media konfirmasi terlebih dahulu kepada beberapa warga atau ke suplayer yang memasok barang tersebut, dan ini jelas sudah melanggar kode etik Jurnalis, bukan itu saja saat dilihat website beritanya dalam bentuk Blogger bukan wordpress. Hal tersebut dikatakan oleh Samsudin Kmd biasa di sapa Ewon kepada eranusantra.co, Selasa (17/11/2020).

Lanjut Samsudin, dalam berita tersebut di sebutkan bahwa karung tidak bermerk, satu ekor ayam kurang lebih 6,ons juga buah salak campur yang busuk sekira 5 ons dan kacang ijo 2,5 ons semua itu saya ambil di warung Wakil Asep Desa Gepolkarya Kecmatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Itu semua tidak benar, “yang kami kirim Ayam satu Ekor 1 kg, Kacang Ijo 4 Ons, Beras 10 Kg, Telur 15 Butir, buah satu kilo dalam bentuk salak, kalau di situ ada tulisan busuk itu tidak semua dan selama ini warga yang tidak ada yang komplin.” Tegasnya

Samsudin, menjelaskan kembali, masalah beras tidak ada mereknya, betul beras yang kami tidak ada merek, tetapi dalam keadaan Transisi. Bahwa BPNT sudah tidak kerjasama lagi dengan BULOG per oktober 2020, bisa dikatakan masih masa transisi, nantinya BPNT akan memakai PT. PERTANI atau memakai BUMD (Badan Usaaha Milik Daerah).” Ujar Samsudin biasa di sapa Ewon

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA INVESTIGASI

BUMNag Tiku Utara Patut Dipertanyakan Dimana Rimbanya

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan : Hari

Agam, EraNusantara – Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, patut di pertanyakan. BUMNag yang bergerak secara langsung dalam Budi Daya ikan dan Jual Beli Gas Elpiji itu pada Tahun 2018 penyertaan Modalnya sebanyak Rp. 218.432.018, di belanjakan sebanyak Rp.188.471.936 dengan sisa saldo Rp. 25.960.082. Namun saat ini  diduga tak tau dimana rimbanya.

Sebagaimana diketahui bersama BMUMnag itu sangat Bermanfa’at dalam penopang perekonomian masyarakat, karena bentuk bidang usahanya yang bisa bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat nagari. Bahkan, setiap penggunaan uang negara, wajib memberikan laporan pertanggung jawaban terhadap segala bentuk usaha, seperti halnya BUMNag (Badan usaha milik nagari).

Ketika di konfirmasi Ketua BUMNag Nagari Tiku Utara Batharudin (25/06/2021), ketika di hubungi melalui telpon celulernya Beliau, mengatakan ” kami dari kepengurusan BUMNag sedang menyiapkan pelaporan”, ucapnya

Akan tetapi berbanding terbalik dengan dengan keterangan yang disampaikan Pemerintah Nagari Tiku Utara. Wali Nagari Tiku Utara Amris menyampaikan, bahwa sebagai pemerintah Nagari sudah berupaya melakukan penyuratan bersama pengawas BUMNag, agar bisa membuat laporan pertanggung jawaban keuangan BUMNag.

” Sampai saat ini tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan, dan persoalan BUMNag ini sendiri sudah kami laporkan juga kepada pihak inspektorat”, ungkap Walinagari Selasa (27/07/2021) melalui telpon celulernya.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Soal Kebun Warga di Hutan CA, BKSDA Agam Sebut Telah Beri Data Pendukung ke Polres

Published

on

Laporan : Honest

Agam, EraNusantara.co – Pihak Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Agam, Sumatera Barat menyebutkan, persoalan masyarakat yang masih kedapatan melakukan aktivitas perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan Cagar Alam (CA) sebelumnya sudah ditindaklanjuti.

Kepala BKSDA Resort Agam Ade Putra mengungkapkan bahwa pihaknya beberapa hari lalu bersama tim Polres Agam telah turun ke lokasi Perkebunan oknum masyarakat yang berada di Kampung Melayu, Balai Ahad, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Ade Putra membenarkan, kalau lahan perkebunan kelapa sawit oknum Masyarakat tersebut memang berada dititik kordinatnya masuk dalam kawasan Hutan Cagar Alam (CA).

” Kemarin itu kami sudah turun dengan satreskrim Polres Agam dan sudah kami sampaikan data-data terkait mengenai hal ini,” ungkap Ade Putra Kepada Media Online EraNusantara.co Via WhatsApp kemarin.

Tidak Hanya itu Kepala BKSDA tersebut juga tidak menampik kemungkinan adanya dugaan Oknum ASN yang terlibat berkebun di Kawasan Hutan tersebut.

” Kalau berpedoman kepada data tahun 2014 benar ada Oknum ASN. Tapi apakah sekarang sudah dialih tangankan atau berganti pemilik kami tidak mengetahuinya,” ujarnya pula.

Lebih lanjut Ade menyarankan kepada Media Online EraNusantara.co agar untuk proses selanjutnya dapat ditanyakan ke pihak Polres.

” Kemaren Polres yang melakukan lidik itu. Kami dari BKSDA Resort Agam hanya menyiapkan data-data pendukung yang sudah ada pada kami,” tutupnya.

Sebelumnya, Tokoh masyarakat setempat meinformasikan bahwa beberapa masyarakat dan dugaan oknum ASN dikabarkan terlibat melakukan aktivitas perkebunan kelapa sawit yang berstatus berada di Kawasan Hutan Cagar Alam (CA), Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi.

Berdasarkan hasil investigasi Media dan DPW LSM Garuda Nasional Provinsi Sumatera Barat, dirangkum informasi bahwa peralihan fungsi kawasan hutan menjadi lahan perkebunan yang diduga dilakukan masyarakat dan oknum ASN tersebut lebih kurang 80 Hektar.

Dikabarkan, aktivitas ini telah berlangsung lama dan sejak lima tahun belakangan dikabarkan masing-masing pemilik telah menghasilkan berton-ton kelapa sawit pada setiap bulannya.

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Masyarakat Minta Segera Proses Oknum yang Berkebun di Hutan CA Kampung Melayu

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan : Honest

Agam, EraNusantara.co – Masyarakat, Balai Ahad, Lubuk Basung, Kabupaten Agam meminta Penegak hukum dan pihak terkait untuk segera memproses masyarakat dan dugaan adanya keterlibatan oknum ASN yang membuka lahan perkebunan sawit di tanah titik koordinat berstatus di Hutan Cagar Alam (CA).

” Tidak hanya Hutan Cagar Alam (CA), Hutan Lindung (HL), dan Hutan Produksi pun tak luput dari garapan. Lokasi kebun oknum ASN dan masyarakat itu Beralamat di Kampung Melayu RK 09 Jorong II Balai Ahad Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,” jelas “RP” salah satu masyarakat Sabtu siang (24/7/21) di Lubuk Basung.

Disampaikan oleh masyarakat sekitar bahwa dugaan oknum ASN dan masyarakat yang terlibat berkebun di Hutan Cagar Alam itu sudah berlangsung lama dan sepertinya sudah leluasa menggarap di Lokasi Hutan yang dilindungi.

Diinformasikannya, padahal beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2014, sudah di lakukan penertipan oleh pihak terkait (BKSDA) Resort Agam bersama tim tentang pembukaan lahan perkebunan itu.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending