Connect with us

ERA MEGAPOLITAN

Menko PMK : Generasi Millenial Garis Dari Nasib Bangsa Indonesia ke Depannya

Published

on

Eranusantara.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani/Foto/KemenkoPMK.

Eranusantara.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani menilai tantangan terbesar bangsa ini adalah bagaimana Generasi muda Indonesia mampu bersaing pada tingkat Internasional. Tentunya hal ini harus dilandasi dengan pendidikan dan pedoman karakter anak bangsa.

“Nasib bangsa Indonesia ke depannya ada ditangan para generasi muda, baik, bagus, tidak baik atau tidak bagus semua ada ditangan generasi milenial yang dari tahun 1996-2012 merupakan generasi yang nantinya insyaallah akan membawa bangsa Indonesia ini kedepannya,” Terang Puan
pada pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model dalam rangka penguatan pendidikan karakter dan ekspresi kebudayaan Provinsi Jawa Timur 2019.

Baca Juga : Jokowi Jajal MRT : Ini Peradaban Dan Budaya Baru di Masyarakat

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan bahwa saat ini banyak sekali berita-berita hoax yang bertebaran dimasyakarat, karena saat ini bangsa Indonesia berada dalam generasi gudget, untuk itu Menko PMK berpesan agar para peserta Jambore dapat mempergunakan gudget dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Ditemukan Keganjilan PT.PNM, Pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro Diduga Bermasalah

Dalam kesempatan ini juga Menko PMK menjelaskan bahwa saat ini keberagaman Indonesia sudah diikat oleh Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kedua hal ini sudah disepakati bersama oleh para pejuang bangsa terdahulu yang membuat kita semua tetap menjadi bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia. Menko PMK juga menyampaikan bahwa yang paling penting dilakukan dalam Jambore ini adalah selain mempelajari hal-hal terkait kepramukaan juga mempelajari karakter bangsa Indonesia sebagai bentuk jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA MEGAPOLITAN

Anies Instruksikan Sampah Sisa Demo Omnibus Law Harus Bersih Sebelum Jam 6 Pagi

Published

on

ERANUSANTARA Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan kepada jajaran pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengupayakan agar masyarakat bisa menggunakan fasilitas umum pada Jumat pagi.

Instruksi itu keluar usai sejumlah fasilitas umun rusak dalam aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

“Lakukan langkah-langkah Identifikasi semua kerusakan. Sampah harus bersih 6 jam setelah unjuk rasa selesai,” kata Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

Dia mengatakan Gubernur menginstruksikan agar fasilitas taman harus pulih dalam 24 jam. Serta, kata dia, semua jalan harus bersih dan berfungsi normal sebelum jam 6 pagi.

Adapun dia mengatakan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiapkan 100 personel penyedia jasa lainnya perorangan(PJLP) #PasukanOrangeDLH

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan kendaraan street sweeper atau penyapu jalan otomatis 10 unit, mobil pickup 12 unit, dan truk sampah anorganik 20 unit.

Untuk sarana yang digunakan, kata dia, terdapat sarung 1.000 lebar dan sapu 500 batang

Tempo.Co

Continue Reading

ERA MEGAPOLITAN

Tanggapan Masyarakat Mengenai Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di wilayah DKI Jakarta mulai diterapkan, Senin (14/09/2020).

Kebijakan dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Ibu Kota yang terus melonjak.

Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai pemberlakuan kembalinya PSBB di DKI?

Selamet Anggoro (32), pengemudi Ojek Online menilai, kebijakan ini sangat merugikan para pekerja lepas.

“Tidak tahu mau bicara apa mas, terserah pemerintah saja, yang jelas kami pasrah ke ilahi, kalo dibilang rugi, sudah pasti, mau dapat uang dari mana” jelas Selamet di kawasan Bunderan HI, Jakarta Pusat, Sabtu (12/09/2020).

Sama halnya dengan Selamet, pengemudi Ojek Online, Wahyu Adi Nugroho yang juga mantan karyawan salah satu restaurant makanan di daerah Sudirman, Jakarta Selatan mengeluh akan kebijakan PSBB kembali.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA MEGAPOLITAN

Pemprov DKI Kumpulkan Dana 3.5 M dari Pelanggaran PSBB Transisi

Published

on

Jakarta – Penerapan denda pelanggaran PSBB transisi yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta hingga 21 Agustus 2020 telah terkumpul sebanyak Rp.3,5 miliar.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan denda tersebut diperoleh selama masa PSBB transisi, yakni dari 5 Juni hingga 21 Agustus 2020.

“(Denda) sudah di angka Rp 3,5 miliar,” ujar Arifin, Sabtu (22/8/2020).

Dirinya mengungkapkan, denda tersebut diperoleh dari pelanggaran penggunaan masker, pelanggaran di tempat fasilitas umum, dan pelanggaran di lokasi kegiatan sosial-budaya. Khusus denda dari pelanggaran penggunaan masker diperoleh Rp 1,7 miliar.

“Kalau yang (denda) dilakukan keseluruhan, ya besar. Artinya beberapa yang sudah (denda) untuk masker saja Rp 1,7 miliar,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menerapkan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Dikutip dari detik.com, pada sebelumnya, denda yang didapat Pemprov DKI Jakarta dari para pelanggar PSBB transisi sebanyak Rp 2,8 miliar. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan denda itu sudah disetorkan ke kas daerah.

“Keseluruhan Rp 2,8 miliar,” ujar Arifin saat dihubungi, Selasa (11/8).

Continue Reading

Trending