Connect with us

ERA CITIZEN CERDAS

Lapas II B Lubuk Basung Perkuat Imun Tubuh Warga Binaan Dengan ORP Mahatma

Published

on

Laporan : Fero

Eranusantara, Agam – Kepala Lapas II B Lubuk Basung Suroto sangat mengapresiasi dan sekaligus mendukung pelaksanaan Senam Olah Raga Pernafasan Maju Sehat Bersama (ORP Mahatma) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. 

Menurut Suroto, banyak manfaat yang didapatkan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setelah mengadakan senam Mahatma yang untuk kebugaran, sekaligus bisa mengobati berbagai penyakit. 

” Sebelumnya telah diperkenalkan senam Aerobik sebagai kebugaran, Jadwal pelaksanaan senam untuk saat ini bergantian minggu pertama Aerobik minggu kedua Mahatma atau sebaliknya,” ujar Suroto Kepala Lapas II B Lubuk Basung Selasa (14/11/21) diruang kerjanya.

Dikatakan bahwa setiap sabtu pagi pihaknya menyelenggarakan senam, baik itu senam Aerobik atau senam Mahatma. ” Dalam hal itu setiap WBP wajib mengikuti kedua senam ini sehingga, badan tetap bugar, segar dan tidak sering sakit-sakitan,” jelas Kalapas.

Sementara, mengenai senam Mahatma ini juga dijelaskan oleh Pilusman selaku Maha Guru atau Instruktur dan merupakan Kasi Minkamtib di Lapas Klas II B Lubuk Basung ini. Pilusman mengatakan, senam Mahatma ini beda jauh dengan senam lainnya. Disampaikan, salah satu perbedaan antara lain, siapa saja yang mengikuti senam Mahatma diwajibkan berwudhuk, pakaian harus menutup aurat.

” Karena kita beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Senam mahatma diperbolehkan diikuti oleh yang beragama selain islam dan sebelum melaksanakan senam mahatma dimulai dengan berdo’a sesuai kepercayaan masing-masing,” bebernya pula. 

Lebih lanjut, diantara manfaat ORP Mahatma bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Klas IIB Lubuk Basung, WBP menjadi sehat. Senam Mahatma ini diartikan sebagai senam Maju Sehat Bersama, intinya kata Maha Guru Pilusman, senam ini tidak hanya terfokus kepada kesehatan jasmani saja melainkan kesehatan rohani juga dirasakan.

Selain itu banyak manfaat dan khasiat dari Jurus-jurus senam ini yaitu Pertama jurus mengobati penyakit bagian dalam manusia, seperti (Internis), terutama penyakit lambung (maag)/sakit ulu hati dan gangguan pencernaan lainnya.

” Sekaligus meningkatkan kadar HDL dalam darah yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga peredaran darah lebih lancar. Apabila peredaran darah lebih lancar, tubuh akan menjadi lebih sehat dan semangat kerja lebih tinggi,” ulasnya.

Selanjutnya yang kedua Jurus ini Meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan semangat kerja. Seperti mengobati penyakit lesu, lelah, letih, lemah, bahkan mengobati penyakit lemah syahwat.

Seterusnya yang ketiga jurus ini mengaktifkan antibodi tubuh, mengaktifkan kelenjar getah bening yang memproduksi sel darah putih. Sehingga mengobati penyakit alergi, seperti alergi debu, alergi dingin dan alergi makanan. Sekaligus mengobati berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti penyakit hepatitis B, hepatitis C, dll.  Jurus yang keempat, dapat melancarkan saluran pernafasan, sehingga mengobati penyakit asthma. Sekaligus memperbesar volume hisap paru-paru sehingga oksigen yang dihirup lebih banyak. Dengan oksigen lebih banyak membuat hidup lebih sehat, hidup terasa lebih segar dan semangat kerja meningkat. 

Jurus yang ke lima dapat Memperbaiki fungsi keseimbangan tubuh dengan cara menormalkan fungsi otak kecil yang terdapat dibagian belakang kepala. Sehingga meningkatkan daya tahan tubuh dan menghilangkan kebiasaan mabuk perjalanan. Juga berfungsi membangkitkan kepekaan (indera ke-enam). Selanjutnnya jurus 5 putar Jurus 5 putar ini sangat ampuh membuang berbagai macam penyakit, asalkan putarnya cepat dan banyak. Namun hati-hati bila terjatuh jaga kepala jangan sampai terbentur. 

Seterusnya juru yang keenama dapat mengobati penyakit ginjal, kencing batu dan sakit pinggang. Sedangkan jurus ke tujuh bisa mengobati penyakit jantung. Jurus tujuh putar sama seperti jurus 5 putar, yaitu membuang semua penyakit, asalkan putarnya cepat dan banyak. Sementara, jurus yang kedelapan bisa mengobati penyakit kencing manis (diabetes mellitus) dengan cara menormalkan fungsi hormon insulin yang diproduksi di pankreas dan berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen dan juga memperkuat otot-otot perut. Seterunya pada jurus yang kesembilan dapat mengobati penyakit pegal linu di punggung sehingga tidak perlu lagi kerokan masuk angin, mengobati gangguan penyakit tulang belakang dan menormalkan fungsi hormon adrenalin yang mengubah glikogen menjadi glukosa sehingga semangat kerja lebih tinggi.

Jurus yang kesepuluh bisa mengobati berbagai macam penyakit di kepala seperti migrain, vertigo, sakit kepala, cepat pusing, cepat emosi dan darah tinggi, Juga bisa meningkatkan indera keenam.

” Secara teori senam ORP Mahatma (Olah Raga Pernafasan) Senam Pernapasan, sebelum dimulai kita dilatih segi pernapasan yaitu ; Nafas Tarik, Nafas Tekan, Nafas Buang, dalam Olah Raga Pernafasan Mahatma (ORP Mahatma) ada tiga Kekuatan komponen yang disatukan yakni Kekuatan Jurus, Kekuatan Nafas, Kekuatan Semangat. ORP Mahatma ini sudah terbukti banyak yang sudah sembuh dari berbagai penyakit, setelah mengikuti senam Mahatma dengan serius dan sungguh-sungguh. Yang sangat menarik Senam ORP Mahatma manfaatnya bisa menjadiakan kita ramah lingkungan, dan menstabilakan emosional kita,” ucap maha guru BY Pilusman.

Selesai mengikuti senam ini, setiap WBP diwajibkan mandi, karena keringat yang keluar dari pori-pori tubuh merupakan keringat penyakit. Maksud mandi disini yaitu mandi dimulai membasuh atau menyirami kaki, lutut, pinggang dan bahu kiri kanan. ” Diamkan beberapa menit kemudian, kepala akan mengeluarkan uap panas yang ada didalam tubuh. Setelah kepala terasa dingin siram beberapa kali lalukan mandi seperti biasa,” jelasnya.

Terpisah, menurut salah seorang WBP yang tidak mau disebut namanya, setelah mengikuti beberapa kali senam Mahatma telah banyak faedah yang dirasakannya. ” Sebelum mengikuti senam ini saya sering sakit kepala dan kembung, Alhamdulillah setelah ikuti betul kelihatan sekali khasiatnya, badan jadi ringan, tidur pun nyenyak” pungkasnya usai latihan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA CITIZEN CERDAS

Terjaring OTT, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tiba di KPK

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Eranusantara- Jakarta Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (5/1) malam.Rahmat Effendi alias Bang Pepen tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.51 WIB dengan didampingi petugas KPK dan kepolisian.

Rahmat dengan baju lengan panjang hijau enggan menjawab pertanyaan sejumlah awak media. Ia dibawa ke lantai 2 Gedung Dwiwarna KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan sumber CNNIndonesia.com, tim penindakan KPK menangkap Rahmat dan sejumlah orang lainnya dalam operasi tangkap tangan di Bekasi sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (5/1).

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Opini

Dampak Keterlibatan ASN Dalam Pilpres

Published

on

Oleh: Zarfan’s Gumanti

NETRALITAS ASN DALAM PRODUK HUKUM

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen dari birokrasi di Indonesia. Pada hakikatnya pekerjaan birokrasi memiliki tugas pokok sebagai pelayan dari masyarakat.

Pekerjaan sebagai seorang ASN dituntut untuk mengutamakan netralitas, utamanya dalam politik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Netralitas berasal dari kata “netral” (2000:688). Sikap netral dalam arti tidak berdiri memihak atau bebas. ASN khususnya Status Kepegawaian (PNS), dalam pekerjaanya didasarkan pada asas Netralitas, sebagaimana disebutkan Pasal , 2 Huruf (f) UU No. -5 Tahun 2014.

Dalam Pasal 2 (f), dijelaskan bahwa “Asas Netralitas” berarti bahwa pegawai ASN tidak mempengaruhi dan tidak menguntungkan siapa pun. Penegasan ini tidak memungkinkan pegawai ASN di Indonesia berpihak pada pengaruh politik atau kelompok dalam bentuk apapun dari partai politik manapun.

Pada terbitan 5 Tahun 2014, istilah PNS diganti dengan Pegawai Aparatur Sipil Negara atau disingkat ASN. ASN diangkat lewat sistem merit, memiliki tugas mengabdi pada negara dan melayani masyarakat, mempunyai nilai dasar, etika profesi, tidak memiliki campur tangan dengan politik, tidak ada praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dan dibayar berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan Pejabat Negara (ASN) (Faisal Abdullah, 2012: 3).

DAMPAK KETERLIBATAN ASN DALAM KOMPETISI PILPRES

Apabila ASN tidak netral dan terlibat dalam kepentingan politik, maka kemungkinan besar akan mengintervensi kewajiban, peran, tugas dari seorang ASN. Maka demi mencegah beragam ancaman tersebut, merupakan alasan yang sangat logis bahwa ASN wajib bersikap netral (Bagus Samawa 2018:182).

Maka dari itu, sebelum seorang ASN dilantik, maka dilakukan sumpah jabatan yang disesuaikan dengan agama dari masing-masing individu ASN. Harapannya, agar ASN sebagai birokrat akan selalu bekerja untuk kepentingan negara juga masyarakat, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan kelompok tertentu.

Meskipun telah diatur secara khusus dalam berbagai produk hukum dan perundang-undangan terkait netralitas dari seorang ASN, nyatanya masih ditemukan di lapangan mengenai praktik pemanfaatan sebagai komoditas pemilu oleh penguasa / petahana.

Sebagai penghambat penerapan Asas Netralitas ASN, perilaku netral ASN dinilai sebagai bentuk penolakan dukungan apabila melihat berbagai kasus yang terjadi di daerah. ASN masih dianggap menjadi senjata bagi seorang petahana untuk memberikan dan meraup suara, juga mempertahankan potensi terpilihnya kembali si petaha.

Apabila seorang ASN menunjukan sikap netralitas atau penolakan, maka akan mempengaruhi karir dan status yang diduduki oleh ASN tersebut. Berbagai kasus dan permasalahan terkait netralitas tersebut tentu saja memberikan dampak berupa ancaman akan demokrasi itu sendiri.

Apabila ASN pada akhirnya menjadi alat bagi petahana atau penguasa untuk memonopoli kekuatan, tentu saja akan memberikan dampak langsung berupa kekuatan demokrasi itu sendiri.

Tentu saja pada akhirnya proses pemilu alih-alih bertujuan untuk menghasilkan pemimpin yang mengabdi kepada masyarakat, pada akhirnya menjadi momentum transaksional antara berbagai pihak yang berkepentingan, dalam konteks kali ini petahana dan ASN. Selain itu, adanya keterlibatan ASN dalam pemilu juga akan mengganggu jalannya sistem merit, dikarenakan ketakutan ASN bahwa dirinya akan dimutasi ketika menunjukan sikap netral, atau iming – iming kenaikan jabatan dari calon peserta pemilu kepada ASN.

Biodata Penulis
Nama: Zarfan’s Gumanti
Universitas: Brawijaya
Prodi: Ilmu Politik 2019

Continue Reading

ERA CITIZEN CERDAS

Tidak Miliki IMB, Tower PT. IBS Untuk Smartfren Di Rimbo Panjang Sudah Berdiri

Published

on

Laporan : Afrizal

Eranusantara-co- Kendati tower Smartfren yang berada di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang sudah berdiri kokoh, namun sampai saat ini belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal tower Smartfren yang dibangun oleh PT. Inti Bangun Sejahtera (IBS) itu telah selesai dikerjakan.

Hasil investigasi awak media dilapangan selama beberapa hari belakangan, diduga kuat pihak PT. IBS juga tidak melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terdekat dengan tower tersebut. Beberapa orang warga mengatakan kepada awak media bahwa mereka tidak pernah diberitahu akan ada pembangunan tower didekat lingkungannya.

“Tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi dari pihak perusahaan yang membangun tower itu kepada warga, sekarang tau- taunya tower itu sudah berdiri aja” sebut salah seorang warga yang tidak disebutkan namanya.

Lebih lanjut ia mengatakan sangat kesal setelah mengetahui bahwa RT dan RW dikantor desa telah menandatangani persetujuan pembangunan tanpa memeriksa dan memastikan terlebih dahulu apakah pihak perusahaan telah melakukan proses-proses yang harus dilakukan sebelum pembangunan tower.

Awak media pun mengecek apakah PT. IBS sudah mengantongi izin kepada Kabid Pengaduan dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kampar, Fauzan dan diketahui ternyata IMB belum ada. ” Dia harus mengurus IMB, izin lokasi sudah ada.

Sebelum membangun dia wajib punya IMB, ketika membangun tidak punya IMB tentu penindakan dan itu Tim yustisi yakni Satpol PP. Laporkan saja ke Satpol PP, selesai itu” ujar FauzanPihak PT. IBS,

Azil saat dijumpai awak media dihalaman kantornya mengatakan bahwa tugasnya hanya menerima jika tower itu telah selesai dibangun dan ia mengatakan bahwa yang mengurus dari awal pembangunan hingga selesai yang bernama Joni dan memberikan nomor teleponnya. Namun ketika dihubungi berkali – kali, Joni tidak bersedia mengangkat telepon ataupun menjawab pertanyaan awak media melalui WhatsApp.

Continue Reading

Trending