Connect with us

ERA HUKUM

Kelompok Tani Fiktif Dilaporan ke Polisi

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Sofyan H

Eranusantara, Pasaman Barat – Kelompok Tani (Keltan) fiktif terungkap setelah adanya laporan masyarakat kepada pihak yang berwajib, Khoiron Warga Parik, Kecamatan Koto Balingka beserta warga lainya menjadi korban penipuan pada Selasa, (23/2).

Didampingi Penasehat Hukum (PH) dan LSM Format Pasbar, Khairon dan beberapa korban lainya, melaporkan kasus dugaan penipuan ke Polres Pasaman Barat dengan nomor : STTLP/46/II/2021-SPKT-Res-Pasbar.

Menurut Khairon, di surat laporannya ia menyebut inisial AN (37) bersama 15 orang lainnya diduga telah menipunya. Dimana lahan yang ditawarkan terlapor pada tahun 2016 seharga Rp 36 juta, hingga saat ini lahan tersebut tidak ada kepastian. sedangkan korban yang lain membeli lahan tersebut sekitar tahun 2015 dengan harga berkisar Rp 18-22 juta.

“Ketika ditanyakan prihal lahan tersebut, terlapor AN yang mengaku sebagai sekretaris koperasi serba usaha (KSU) Serumpun, Silayang Julu Kecamatan Ranah Batahan berdalih masih dalam tahap proses,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, “kita selaku masyarakat merasa dirugikan karna tidak adanya kepastian mengenai lahan yang telah kami beli,” ujar Khairon kepada wartawan usai melaporkan dugaan penipuan tersebut.

“Kami berharap semoga dengan menempuh jalur hukum, terlapor dapat menyerahkan lahan atau membayar seluruh kerugian yang kita alami,” ujarnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA PERISTIWA

Pasca Dugaan Teror Niniak Mamak Bawan, Ketua KAN Bawan Minta Anak Kemanakan Tahan Diri

Published

on

Laporan : Honest

Eranusantara, Agam – Aksi yang sangat luar biasa yang dialami oleh dua orang Niniak Mamak Nagari Bawan menyisakan persoalan. Yang mana dua rumah Niniak Mamak tersebut diduga di Bakar oleh sekelompok orang tidak dikenal Kamis dini hari sekira Pukul 03.00 WIB.


Dua unit rumah tempat tinggal, masing-masingnya satu rumah berlokasi di Sago Kenagarian Manggopoh yang satunya lagi berada di simpang Ampek Tapi Kenagarian Lubuk Basung. Adapun rumah Niniak Mamak yang nyaris hangus antara lain rumah Kaidir Dt Palimo dirajo, dan Aprianto Dt Tan Majo lelo.


Akibat peristiwa itu Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, Kecamatan Ampek Nagari Adrian Agus Dt Kando Marajo angkat bicara. Ia meminta kepada anak Kemanakan di Nagari Bawan untuk menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


” Kita meminta anak Kemanakan untuk tidak berbuat yang tidak diinginkan. Mari kita serahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk mengungkap peristiwa yang membuat gempar ini,” ungkapnya ketika konferensi Pers di Kantor Sekber jalan Melayu, lubuk Basung, Kabupaten Agam Kamis Siang didampingi Sekretaris KAN Bawan F. Dt Rangkayo Kaciak dan Dt Paduko Basa.


Tidak hanya itu Ketua KAN tersebut sangat mendukung upaya Pihak Kepolisian untuk mengungkap kasus teror yang luar biasa ini. Dikatannya, pihaknya akan terus memantau perkembangan persoalan ini.

” Berharap kepada Pihak Kepolisian untuk mengungkap peristiwa ini dan semuanya bisa terang menerang, kita siap untuk bekerjasama agar aksi ini bisa terungkap,” harapnya pula.


Lebih lanjut Dt Kando Marajo berucap bahwa pihaknya bersama Ninik mamak lainnya akan berupaya memberikan bukti-bukti yang bisa jadi pertimbangan bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini.


” Kita mendukung semua upaya Kepolisian untuk selidiki aksi teror ini, Dalam waktu dekat kita dari KAN Nagari Bawan juga akan menyerahkan seluruh petunjuk untuk mengungkap kasus ini,” bebernya.

Kini Peristiwa ini telah dilaporkan oleh kedua Niniak Mamak sebagai korban kepada pihak Polres Agam sejak Kamis Pagi. Ditempat kejadian ditemukan ada bekas jiregen minyak, sumbu kain, sebo, dan peralatan lainnya yang diduga milik pelaku Aksi teror.

Continue Reading

ERA INVESTIGASI

Dunia Malam Kota Padang Makin Liar, Den Hot Café Hadirkan Live Dancer dan Jasa Wanita Penghibur

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

“Sejauh ini kita belum pernah mengeluarkan rekomendasi izin apapun untuk Den Hot Café,” ungkap Arfian,

Eranusantara, Padang – Pademi Covid-19 berpegaruh besar terhadap sector ekonomi masyarakat. Beberapa sector usaha dan aktifitas perputaran ekonomi sangat merasakan dampak penyebaran virus yang terjadi hampir diseluruh dunia ini. Khusus terhadap penyedia jasa hiburan seperti Karaoke, Pub dan tempat hiburan lainnya, tentu juga merasakan dampak yang sama. Pasca dicabutnya status PSBB oleh pemerintah, semua aktifitas ekonomi ini perlahan mulai berjalan kembali dengan berbagai aturan demi mencegah penyebaran virus yang telah merenggut puluhan ribu nyawa di Indonesia ini.

Meski sudah diterapkan berbagai aturan ketat dibeberapa pusat ekonomi ini, termasuk tempat hiburan, masih ada juga beberapa pengusaha tempat hiburan yang memanfaatkan kondisi untuk melakukan kecurangan. Seperti salah satu tempat hiburan malam Den Hot Café yang terletak di Jl. Hangtuah, Kec. Padang Barat, Kota Padang.

Didapati, Den Hot Café menyediakan jasa wanita penghibur dan Live Show Dancer setiap harinya. Wanita – wanita berpakaian sexy terpantau dan selalu mengisi acara setiap malamnya di tempat yang disebut tak memiliki izin operasi ini.

Saat hal ini dionfirmasikan kepada DPMPTSP Kota Padang, Selasa, (16/3) siang, pihak DPMPTSP memita waktu untuk mencari data izin yang dimiliki Den Hot Cafe dulu.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA PERISTIWA

Terpancing Emosi, Ribut Terjadi Di PWI Agam

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan : Honest

Eranusantara, Agam- Telah terjadi keributan di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis sore (11/3/21). Informasi Keributan itu dipicu ada ketidakpuasan anggota terhadap perilaku Pemimpin di Organisasi yang sudah terkenal itu.

Awal mulanya salah satu anggota PWI Agam Rahmad Hidayat (Wartawan Haluan) berargumentasi dengan cara berdiskusi dan menyampaikan unek-uneknya terhadap Ketua PWI Agam Mursidi dan Sekertaris PWI Agam Yusrizal soal tindakan mereka selama memimpin.

Sehingga membuat suasana menjadi tegang dan Rahamat Hidayat saat itu terasa disudutkan dan ingin mengajak diskusi bersama-sama dengan menghadirkan orang yang dituakan di PWI Agam yaitu Lukman sebagai Penasehat yang juga mantan Ketua PWI Agam. Guna, menengahkan persoalan yang menjadi kisruh di internal yang dihadapi PWI Agam saat ini.

Akan tetapi, kedatangan Lukman yang saat itu berniat untuk menasehati tidak membuat suasana mendingin, malahan membuat Mursidi Ketua PWI Agam terpancing emosi sampai memukul Meja Kantor dihadapan Anggotanya dan beberapa wartawan yang kebetulan datang kekantor PWI setelah mendengar ada keributan itu.

Lebih lanjut, masih dalam suasana menegangkan, sampai-sampai kemarahan ketua PWI itu merembes dan mengajak salah satu wartawan yang datang untuk berduel dengannya yang saat itu kehadiran wartawan di dalam kantor PWI itu setelah sebelumnya, melihat dan mendengar ada keributan.

Saat itu media ini yang juga sedang berada dilokasi, melihat kejadian bahwasannya duel yang diajak oleh Ketua PWI itu langsung diterima oleh wartawan itu sehingga, hampirlah terjadi adu jotos yang membuat orang sekitar perkantoran PWI Agam sontak kaget dengan berbondong-bondong keluar rumah melihat peristiwa menegangkan itu. Setelah ketegangan sudah mencair dan Ketua PWI Agam Mursidi itu langsung pergi dengan membawa motornya bersama istri dan anaknya. 

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending