Connect with us

FEATURED

Danramil 10/Lembah Gumanti Hadiri Penandatanganan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Published

on

Laporan: Ride A

Eranusantara, Solok – Danramil 10/Lembah Gumanti Kapten Chb Indra Gunawan menghadiri kegiatan deklarasi janji kinerja dan penandatanganan komitmen bersama pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2021 yang digelar di Aula Lapas Kelas IlI Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, Selasa, (23/2).

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, menyanyikan lagu lndonesia Raya dan dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama perjanjian kinerja tahun 2021 oleh Kalapas Alahan Panjang Darwan, SH yang disaksikan oleh Forkopimcam Lembah Gumanti.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kalapas Kelas llI Alahan Panjang Darwan, SH. Beliau mengatakan, penerapan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) ini adalah salah satu formulasi yang tepat untuk dapat meningkatkan pelayanan dengan mengamalkan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Setelah menjadi saksi penandatanganan pakta integritas, Danramil 10/Lembah Gumanti Kapten Chb Indra Gunawan mengatakan pejabat dari Lapas maupun aparat penegak hukum lainnya agar betul – betul mengabdikan diri dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui unit standing Lapas dan lmigrasi sehingga tercipta inovasi – inovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Dengan Pencanangan Zona lntegritas ini, kedepannya diharapkan terdapat perbaikan nyata sebagai sebuah landasan yang kokoh. Dengan integritas yang kokoh bisa mewujudkan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat”, ungkap Kapten Chb Indra.

lanjutnya “semoga deklarasi janji kinerja dan pencanangan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBBM) aparat penegak hukum di Alahan Panjang yang telah kita saksikan bersama tadi , kiranya akan dapat menjadi pondasi yang kuat dalam mewujudkan kinerja Penegak Hukum yang Profesional, Berintegritas dan Bersih dari Korupsi,” tutupnya.

Turuk hadir dalam acara tersebut Kalapas Kelas llI Alahan Panjang Darwan, SH, Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Nirdes Ali dan undangan lainnya serta para pegawai Lapas Kelas III Alahan Panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FEATURED

Sambut 2021, Presiden: Indonesia Mampu Bangkit

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wahyu / Setpres

Eranusantara, Jakarta – Selama tahun 2020 ini, pandemi Covid-19 yang melanda setidaknya 215 negara telah mengakibatkan krisis kesehatan dan perekonomian dunia. Bangsa Indonesia pun tak luput dari cobaan yang tidak mudah ini.

Namun, dalam pernyataannya di penghujung tahun 2020, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap bersyukur karena tetap mampu menghadapi persoalan global tersebut.

“Bangsa Indonesia, kita, juga tak luput dari cobaan yang tidak mudah ini. Tapi, kita harus bersyukur, alhamdulillah kita mampu menghadapinya dengan ketegaran,” ujarnya dalam tayangan yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, (31/12).

Meski diterpa dampak pandemi, Indonesia saat ini masih tetap dapat menjalankan roda kehidupan. Masyarakatnya juga mampu beradaptasi dengan cara-cara baru agar wabah ini dapat segera diatasi dan menyelesaikan satu per satu dampak perekonomian yang ditimbulkan.

Kepala Negara optimistis bahwa memasuki tahun 2021, Indonesia mampu bangkit dan melahirkan banyak inovasi. Demikian halnya kondisi perekonomian yang akan berangsur membaik.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

FEATURED

Sosok Jakob Oetama di Mata Jusuf Kalla

Published

on

JAKARTA – Kepergian Jakob Oetama mengisahkan duka yang teramat dalam.

“Indonesia berduka, tokoh yang banyak menginspirasi, terutama untuk bangsa ini, tentunya kita semua sangat merasa kehilangan,” jelas Jusuf Kalla usai melangsungkan Upacara pemakaman di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, (10/09/2020).

Dengan menggunakan jas hitam, kemeja putih dan peci, Jusuf Kalla hadir ditemani istri, Mufidah Jusuf Kalla, dengan menggunakan baju gamis abu-abu serta hijab yang sepadan.

Jusuf Kalla hadir beriringan dengan kedatangan jenazah Jakob Oetama pada pukul 11.00 wib, di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Saat jenazah tiba, awan di TMP Kalibata, tampak begitu cerah, seraya kepergian tokoh pers dan Pendiri Kompas Gramedia telah direlakan langit.

Meski kepergian beliau nampaknya masih menjadi duka yang mendalam untuk pihak keluarga dan rekan-rekannya.

Baginya, Jakob Oetama bukanlah hanya sebatas teman biasa.

“Dirinya mampu menginspirasi banyak masyarakat melalui media yang ia bangun,” ujarnya.

Sebagai tokoh pers, Jakob Oetama memang telah pergi meninggalkan Bangsa ini, pers tetap harus berjalan dengan menjadi sosok informatif dan wadah untuk memberikan solusi.

“Untuk insan pers, tetaplah berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan, dan ikuti jejak beliau dalam mengoreksi dengan melihat sesuatu yang baik,” katanya.

Jusuf Kalla juga mengaku, dirinya sangat dekat dengan Jakob Oetama, bahkan hampir setiap kegiatannya yang berhubungan dengan diskusi publik.

“Saya selalu menyempatkan hadir di acara beliau, dari dulu hingga saat ini,” ujar Jusuf Kalla.

Jakob Oetama selalu melihat sisi positif, dimana hal sulit tetap dibicarakan untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Continue Reading

FEATURED

Jauh Dari Keluarga, Pengrajin Janur Kuning Hidup di Emperan Toko

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

JAKARTA – Helaian demi helain daun kelapa, ia lekatkan pada batang pohon pisang, tersusun rapi membentuk rangkaian janur kuning.

Andi (28), bertubuh mungil dengan kulit sawo matang, seorang pengrajin janur kuning, tengah sibuk memainkan jemarinya pada helaian daun kelapa sambil duduk sendiri dibangku kecil berwarna hijau.

Di sampingnya terdapat dua kotak dengan tinggi 30 cm dan panjangnya 100 cm di trotoar jalan besar kawasan Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat (11/09/2020).

Andi mengungkapkan, dirinya telah bekerja sebagai pengrajin janur kuning selama 13 tahun.

Diusia ke-19 tahun, ia terjun menjajakan dagangannya di Pasar Rawa Belong, Jakarta Selatan.

Selama 9 tahun, ia selalu duduk di trotoar jalan depan Pasar Rawa Belong, Jakarta Selatan, dengan bermodalkan helaian daun kelapa, batang pisang dan steples.

Andi meninggalkan seorang istri dan 1 anak perempuannya yang saat ini berusia 2 tahun. Mereka tinggal di daerah Serang, Banten.

“Sekali seminggu pulangnya, naik kereta” ujar Andi.

Ia juga menyebutkan, selama 9 tahun hidup di Jakarta dirinya hanya tinggal di emperan depan toko Pasar Rawa Belong, Jakarta Selatan.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending