Connect with us

ERA SUMATERA

Berkunjung ke Sumbar, Sandiaga Uno Ingin Rasakan Rendang Asli Masakan Emak Emak Minang

Published

on

Eranusantara.com – Sandiaga Uno, dikabarkan akan berkunjung ke ranah minang. (Img/Wandre DP/Solok/Red)

ERANUSANTARA, Padang, SUMBAR – Cawapres no urut 2 Sandiaga Uno, dikabarkan akan berkunjung ke ranah minang dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh Septrismen selaku wakil ketua DPRD Kab. Solok, Sumatera Barat dari Partai Gerindra dalam akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Septrismen menulis bahwa ia baru menerima telepon atas agenda kedatangan Sandiaga Uno ke daerah yang memenangkan Prabowo Subianto pada pilpres 2014 lalu.

Baca Juga : Penetapan Nomor Urut Kepesertaan, Jokowi Nomor 1, Prabowo Nomor 2

“Barusan Saya dapat Informasi Bahwa Calon Wakil Presiden RI Bapak Sandiaga Salahuddin Uno akan ke Padang dalam Waktu dekat ingin ketemu dgn Mak-mak sambil makan Sambal Rendang yg langsung dimasak oleh Mak-mak ..sebagai bentuk ke dekatan beliau dgn Mak-mak Minang bisa juga nanti akan memberdayakan kelompok UMKM..
demi mengangkat Ekonomi Kerakyatan…,” tulisnya.

Saat hal ini dikonfirmasi, via telpon selularnya, ketua dewan penasehat parta Gerindra Kab. Solok ini membenarkan hal ini.

“Memang benar, ia akan berkunjung kesumbar dalam waktu dekat, namun tanggal pastinya masih dirahasiakan,” ungkapnya kepada eranusantara.com, Jumat, (21/9) pagi.

Baca Juga : Neno Warisman Jadi Timses Prabowo, #2019GantiPresiden Kedok Dari Pergerakan Politik

Menanggapi status medsos kader Partai Gerindra ini, netizen langsung antusias mengomentari. Beberapa emak emak malah mendaftar untuk menghadiri acara yang di agendakan nanti.

“Daftar pak Septrismen, saya juga emak emak, kalau perlu dari saya akan bawa satu komplek bertemu pak sandiaga uno,” tulis mereka.


(Wandre DP/Solok/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA NEWS

Wawako Hendri Septa Resmikan Relokasi Kantor Bank Mandiri Taspen Padang

Published

on

ERANUSANTARA,PADANG – Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa meresmikan relokasi kantor Bank Mandiri Taspen (Mantap) KC Padang secara virtual di kediaman resminya di Jalan Ahmad Yani Nomor 51 Padang, Senin (15/2/2021).

“Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan selamat kepada Bank Mandiri Taspen atas relokasi kantor Bank Mandiri Taspen KC Padang,” ucap Wawako.

Sebagaimana diketahui, kantor lama Bank Mantap berlokasi di jl. Proklamasi No.51 D saat ini pindah ke jl. Diponegoro No.9 berdasarkan izin relokasi kantor oleh otoritas jasa keuangan (OJK) nomor surat: S-11/KO.052/2021.

Hendri Septa mengharapkan Bank Mantap KC Padang dapat bersinergi dengan lebih kurang 9000 PNS Pemko Padang, terutama bagi yang telah memasuki masa pensiun.

“Besar harapan kami kepada Bank Mandiri Taspen untuk dapat melayani dana tabungan, asuransi PNS, serta bantuan modal usaha, baik ketika aktif menjadi PNS maupun memasuki masa pensiun atau purnabakti,” harap Wawako.

“Semoga dengan relokasi kantor Bank Mantap KC Padang ini pelayanan terbaik dan profesional dapat diberikan kepada para nasabah, serta target sebagai The Best Pension Business Bank in Indonesia 2021 dapat diraih,’ pungkas Wawako.

Hms

Continue Reading

ERA CITIZEN CERDAS

Pembelajaran Tatap Muka Perlu Persiapan Matang

Published

on

ERANUSANTARA,PADANG PANJANG, —– Rencana pemberlakuan pembelajaran tatap muka bagi para murid SD, pelajar SMP dan siswa SMA sederajat pada awal 2021 ini, membutuhkan persiapan matang.

Banyak hal yang harus dipersiapkan sesuai mekanisme pembelajaran tatap muka yang mengacu pada SK bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Merujuk pada kesiapan dan persiapan itu, untuk sementara di Kota Padang Panjang belum menerapkan pembelajaran tatap muka ini. Kita masih tetap belajar daring pada 4 Januari 2021. Sembari menyiapkan secara matang rencana pembelajaran,” sebut Sekdako Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si kepada Kominfo, Sabtu (2/1).

Dikatakannya, berdasarkan rapat koordinasi (Rakor) persiapan pembelajaran tatap muka tingkat provinsi pada 28 Desember lalu di Padang, kebijakan pembelajaran tatap muka diserahkan kewenangannya kepada bupati/walikota. Belum tentu semua daerah akan menerapkan pembelajaran tatap muka ini secara bersamaan nantinya, tergantung bagaimana pertimbangan kondisi daerah terkait angka penyebaran dan zonasi Covid-19.

Sejauh ini Padang Panjang tengah melakukan persiapan untuk memastikan kesiapan sekolah memberlakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah sudah disurvey dan dilakukan visitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak hanya melihat fasilitas belajar mengajar juga sarana prasarana kesehatan yang sesuai dengan protokol Covid-19 ini.

“Jika semua sudah siap, baru diberlakukan PBM tatap muka,” tutur Sonny.

Dari catatan Kominfo, berdasarkan hasil Rakor provinsi, jika memang dilaksanakan pembelajaran tatap muka, peserta didik dalam kelas hanya boleh 50%. Paling banyak hanya 18 orang. Tidak ada pembagian shift pagi dan siang.

Di samping itu, guru yang akan mengajar, wajib mengikuti rapid test antigen. Ini salah satu langkah, mengantisipasi penyebaran Covid-19, maupun mencegah terjadinya cluster sekolah.

Kebijakan yang diatur SK bersama (SKB) Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri, berprinsip pada kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat yang merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Di samping itu, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19.

Di SKB ini juga ditetapkan persyaratan pembelajaran yang harus dipenuhi di satuan pendidikan. Di antaranya harus ada ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet yang bersih, tempat cuci tangan dengan sabun di air mengalir, sanitizer. Lalu mampu mengakses layanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, mendapat persetujuan komite dan orang tua murid.

Yang paling utama, sekolah harus bisa memetakan peserta didik yang memiliki comorbid (penyakit bawaan-red), yang tidak memiliki akses transportasi yang aman, serta daftar riwayat perjalanan peserta di daerah tingkat risiko Covid-19 yang tinggi dan riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pengawasan dan pemantauan pelaksanaan pembelajaran, ditetapkan dalam SKB dari unsur kepolisian dan TNI serta Satpol PP. Mereka memantau kemungkinan terjadinya kerumunan sebelum pembelajaran dimulai dan setelah jam sekolah selesai.

Persiapan yang matang seperti ini yang harus dipastikan Pemko, sehingga pembelajaran tatap muka belum dimulai pada 4 Januari. Sekaligus melihat bagaimana perkembangan penyebaran kasus positif di Kota Padang Panjang.

HMS

Continue Reading

ERA SUMATERA

1300 Personil Gabungan Disiagakan Untuk Antisipasi Bencana

Published

on

Laporan:Afrizal Y

ERANUSANTARA, PEKANBARU – Sebanyak 1.300 personil gabungan dari berbagai unsur disiagakan untuk mengantisipasi bencana di wilayah Provinsi Riau akibat dampak La Nina.

“Personil gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, SAR, dan Dinas Kesehatan serta Relawan. Jumlah semuanya ada 1.300 personil,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH DIK MSI, usai gelar Apel Kesiapan Menghadapi Bencana Alam di Pekanbaru, dilapangan kantor Gubernur Riau pada Senin (9/11/2020).

Selain 1.300 personil gabungan juga disiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk antisipasi dan penanganan bencana di wilayah setempat.

“Termasuk kebutuhan helikopter bila diperlukan nantinya ,” kata Agung.

“Semua Peralatan kita sudah siap, tidak ada masalah lagi, termasuk tenda pengungsian sudah siap. Ada yang di semua Kabupaten dan Provinsi, kalau di Kabupaten kurang, nanti kita siapkan dari Provinsi,” ujarnya.

Dijelaskan Agung, akibat dan dampak La Nina yang melanda Indonesia, ada beberapa daerah di Provinsi Riau yang berpotensi mengalami bencana, tidak hanya banjir saja. Rawan banjir sendiri diantaranya di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir dan Kampar.

“Terutama di sekitar sungai Kampar, Pelalawan, kemudian Rengat, Rohil, ini ada beberapa spot di daerah kita yang menjadi langganan banjir, termasuk Pekanbaru,” sambungnya.

“Namun demikian sudah diingatkan kepada semua daerah, dan hari ini kita lakukan apel bersama untuk menyampaikan bahwa kita harus bersiap menghadapi bencana,” tutup Agung.

Continue Reading

Trending