Connect with us

ERA UMKM

Bantuan Modal Kerja Pelaku UMK Tetap Ada di Tengah Pandemi

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Wahyu / Setpres

Eranusantara, Bogor – Situasi pandemi yang dirasakan Indonesia dan sebagian besar negara-negara dunia menimbulkan dampak yang tidak sedikit, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi. Salah satu kalangan yang sangat merasakan dampak tersebut ialah para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di mana penurunan omzet menjadi keluhan yang biasa terdengar.

Presiden Joko Widodo berulang kali mendengarkan keluhan tersebut. Para pelaku UMK yang biasa ditemuinya, mulai dari pedagang rumahan, asongan, atau kaki lima kerap kali mengeluhkan penurunan omzet hingga dua atau bahkan tiga kali lipat setelah datangnya pandemi ini.

“Saya tahu karena karena saya bertemu seperti ini tidak hanya sekali atau dua kali. Di Jakarta, Bogor, maupun daerah lainnya keadaannya sama, omzet pasti turun, keuntungan usaha pasti turun,” ujarnya saat menyerahkan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada para pelaku UMK dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di teras Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, (8/1).

Keadaan serupa itu nyatanya tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara lain, yang bahkan tergolong sebagai negara maju sekalipun, juga merasakan pukulan dari dampak pandemi Covid-19 ini.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA UMKM

Presiden Kembali Serahkan Bantuan Modal Kerja Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Rizki A / Setpres

Eranusantara, Jakarta – Tahun 2020 yang baru saja berlalu merupakan tahun yang penuh ujian dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda setidaknya 215 negara termasuk Indonesia. Banyak pelaku usaha baik kecil maupun besar yang terimbas dari penurunan ekonomi sebagai dampak pandemi.

Namun, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan agar situasi saat ini dihadapi dengan tetap bekerja keras dan pantang menyerah.

“Tetap kerja keras dan jangan menyerah. Kondisi ini dialami seluruh dunia. Kita harus tetap bersyukur, setiap cobaan pasti ada hikmahnya,” ujarnya saat menyerahkan Bantuan Modal Kerja bagi pelaku usaha mikro dan kecil di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (6/1).

Pemerintah pun berupaya keras untuk memberi bantuan kepada masyarakat terdampak melalui sejumlah program bantuan sosial. Presiden sendiri turut serta meringankan beban para pelaku usaha mikro dan kecil dengan memberikan Bantuan Modal Kerja (BMK) yang telah dimulai sejak Juli 2020 lalu.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA UMKM

Berkunjung ke Aceh, Presiden Berikan Banpres Produktif bagi 220 Pelaku Usaha

Published

on

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Eranusantara.co, Aceh – Presiden Joko Widodo memberikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Aceh. Acara penyerahan dilangsungkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, pafa Selasa, (25/8).

Dalam sambutannya, Presiden memahami kondisi para pelaku usaha yang tengah mengalami masa yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19. Kondisi penurunan omzet tersebut dialami oleh semua pelaku usaha baik usaha mikro, kecil, menengah hingga besar.

“Semuanya memang masih berada pada kondisi sulit karena pandemi Covid-19, karena virus korona. Kita mungkin insyaallah nanti akan kembali pada posisi normal setelah penduduk semuanya divaksinasi. Kita memproduksi vaksin kira-kira bulan Desember-Januari sehingga nanti mulai divaksinnya ya bulan itu, bulan Januari,” kata Presiden.

Kondisi tersebut mendasari pemerintah untuk memberikan bantuan berupa Banpres Produktif yang secara resmi programnya diluncurkan Presiden di Istana Negara, kemarin. Bantuan tersebut berupa hibah dengan besaran Rp2,4 juta yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA UMKM

Belanja Infrastruktur 2021 untuk Penguatan Infrastruktur Digital dan Penunjang Dasar

Published

on

Jakarta – Pemerintah mengarahkan belanja infrastruktur dalam RAPBN tahun 2021 untuk penguatan infrastruktur digital serta infrastruktur penunjang dasar lainnya.

Hal ini dinilai bahwa ketersediaan dan berfungsinya infrastruktur digital menjadi sangat penting dan strategis.

“Belanja infrastruktur diarahkan untuk penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas, infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, serta pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan kebutuhan dasar seperti air, sanitasi, dan permukiman,” ujar Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2021 beserta nota keuangannya di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

RAPBN tahun 2021 mendatang mengalokasikan anggaran sebesar Rp414 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang utamanya digunakan untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, serta peningkatan konektivitas.

Di samping itu, pemerintah juga menganggarkan Rp30,5 triliun untuk akselerasi transformasi digital guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien dan cepat, mengonsolidasi dan mengoptimasi infrastruktur dan layanan bersama.

“Serta mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan dan mendorong kesetaraan dengan tambahan akses internet pada sekitar 4.000 desa dan kelurahan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” imbuh Presiden.

Continue Reading

Trending