Connect with us

ERA NEWS

Air Mancur di Depan Kantor Bupati Agam Tidak Terurus dan Berfungsi Lagi

Published

on

Laporan : Honest

Agam, Eranusantara – Masyarakat Lubuk Basung, Kabupaten Agam selama ini sangat senang melihat tatanan wajah baru khususnya didepan halaman kantor Bupati Agam yang memiliki Air mancur dan lampu berwarna warni dan juga didepan kantor BAPPEDA Agam terlihat air keluar dari dalam kolam ikan.

Tak heran, masyarakat lubuk Basung, pada awal adanya air mancur warna-warni bergoyang yang membubung tinggi itu, berbondong-bondong untuk membawa keluarga bermain dengan bersenang ria ke lokasi yang dimaksud dari sore hari hingga malam hari.

Bahkan waktu itu tatanan wajah baru didepan halaman kantor Bupati Agam tersebut menjadi tempat yang menarik bagi anak muda-mudi untuk bersuafoto, bahkan lokasi tersebut sempat menjadi tempat wisata dadakan dan viral di media sosial.

Terlihat Foto Ikon Air mancur Berwarna yang dahulu masih berfungsi, dan ramai pengunjung

Salah satu masyarakat Lubuk Basung yang mengaku kepada media online Eranusantara.co bernama Doni, Sabtu sore (8/1/22) di sekitaran Kantor Bupati Agam mengatakan, tatanan indah tepatnya yang didepan Halaman Kantor Bupati Agam kini sudah mulai hilang.

” Setelah saya lihat lebih kurang delapan bulan terakhir ini, air mancur di depan Halaman Kantor Bupati Agam tersebut tidak hidup lagi, dan sudah tumbuh rumput liar seperti tidak ada yang mengurusi, dari Pemerintah setempat,” ucap Doni yang sering membawa keluarga ke tempat itu.

Menurutnya bahwa selama ini sama-sama dilihat air mancur warna-warni itu telah menjadi salah satu tempat dan ikon yang sangat dibanggakan oleh warga Lubuk Basung dan para perantau, karena selain indah dan menjadi tempat yang menarik perhatian bersama.

” Padahal, untuk membuat itu kita sebagai masyarakat awam memperkirakan menghabiskan biaya lebih kurang puluhan juta rupiah. Tapi sama kita lihat sekarang ikon tersebut tidak ada lagi, sudah hilang dan seperti tidak ada di perhatikan sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini menurut penglihatannya bahwa tempat dimaksud sempat ramai pengunjung, bahkan para pedagang dadakan memakai gerobak pun banyak mampir disekitaran itu untuk menjajakan dagangannya.

” Sekarang kita sangat menyayangkan, kalau ikon itu sudah tidak ada terlihat seperti awal biasanya dulu, jadi ikon yang dibanggakan warga Lubuk Basung ini sudah tidak berfungsi dan tidak ada lagi menariknya,” ocehnya pula.

Foto Ikon Air mancur Berwarna saat ini yang tidak berfungsi dan sudah menjadi gelap gulita

Doni mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Agam segera membenahi hal demikian, agar ikon yang telah dibanggakan warga Lubuk Basung sebelumnya, bisa nikmati kembali seperti awal dulu baru munculnya ikon itu.

” Masyarakat saat awal mula adanya ikon itu sangat senang dan membuat para perantau pun juga ikut bangga walaupun hanya dapat melihat dari kejauhan melalui media sosial, sehingga dengan melihat ikon itu banyak membuat perasaan perantau ingin rasa pulang kampung jadinya,” pungkas Doni mengakhiri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA NEWS

Merasa Tak di Hargai Kadis Kominfo Tanah Datar, Diskusi dengan Pimpinan Media Berlangsung Ricuh

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Eranusantara- Kab Tanah Datar — Diskusi Acuan Kerangka Kerja yang di jadwalkan dengan Pimpinan Perusahaan Media oleh Dinas Kominfo Tanah Datar , usulan acuan sudah disusun oleh Kadis Kominfo Tanah Datar Drs. ABRAR. dalam Paparannya sudah terlihat tujuannya untuk menganulir beberapa media yang sudah mendaftar, diantara paparan tersebut adalah, Media yang menjadi Mitra Kominfo Tanah Datar dengan Syarat media minimal sudah terverifikasi didewan Pers, Wartawan harus memiliki Kartu dari Dewan Pers diutamakan bagi yang sudah Uji Kompetensi Wartawan, Media dan wartawan sudah beroperasional minimal 2 tahun diKabupaten Tanah Datar.semua ini hasil diskusi dengan Dewan Pers, jelas Drs. Abrar dihadapan undangan.Kamis 13/01/22 di Aula Bupati Kabupaten Tanah Datar.

Menanggapi paparan Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar yang menyampaikan persyaratan tanpa dasar dan Undang Undang yang jelas memicu reaksi interupsi dari para tamu undangan yang akhirnya menjadi Ricuh, di picu oleh Kadis Kominfo, Drs. Abrar yang dari awal diskusi sudah membuat aturan keras kepada wartawan media undangan.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

ERA NEWS

Pemkab Agam Bungkam Soal Kekecewaan Sejumlah Wartawan, Ciptakan Management Konflik ?

Published

on

Laporan : Fero 

Agam, Eranusantara.co – Kebijakan dan aturan kerjasama media yang diterapkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Agam memantik rasa kekecewaan sejumlah wartawan di daerah itu. Mereka merasa disisihkan dari kontrak kerjasama dengan sederet syarat yang dinilai menyulitkan.

Teknis kerjasama yang diterapkan Diskominfo Agam memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pengajuan tawaran kerjasama dilakukan secara online lewat website SIMAJU yang dibuat Secara mendadak oleh Dinas itu.

Dalam Sistem itu akan otomatis menolak penawaran media apabila tidak memenuhi syarat lengkap sebagaimana diminta. Seperti membuat aturan, media wajib yang terverifikasi dewan pers dan wartawan yang bertugas di Agam wajib telah lulus uji kompetensi wartawan (UKW). 

Sementara, Dewan Pers selama ini tidak pernah ada larangan untuk kerjasama dengan media yang belum terverifikasi dan wartawan yang belum mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW). Sebab, selama ini Dewan Pers masih terus membina dan mendorong terhadap perusahaan pers agar terdata.

Ketika dikonfirmasi perihal kekecewaan sejumlah Wartawan terhadap aturan dan kebijakan yang di terapkan oleh Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Agam via WhatsApp Minggu (09/01/22) tidak menjawab.

Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Rahmad Laksmono Kadis Kominfo Agam malah memilih bungkam, karena sampai Selasa 11 Januari 2022, tidak ada balasan dari Rahmad Laksmono dengan beberapa pertanyaan yang diutarakan oleh pihak media online eranusantara.co.

Tidak hanya itu diupayakan juga melakukan konfirmasi kepada Antono sebagai Kabid Publikasi dan komunikasi di Diskominfo Agam, jangankan mendapatkan jawaban, malahan WhatsApp pihak media online Eranusantara.co di Blokirnya.

Sebelumnya, seperti diakui Zamzami Wartawan online Sergap.co.id bahwa pihaknya berupaya untuk mencoba memasukkan penawaran kerjasama media melalui website SIMAJU yang dibuat Diskominfo Agam, namun tertolak sistem karena ada beberapa item persyaratan yang kurang. 

Zamzami menilai, pola kerjasama tanpa negosiasi yang diterapkan Diskominfo Agam saat ini telah menciderai hubungan baik wartawan dengan pemerintah daerah setempat yang telah terjalin sejak lama.

” Aplikasi yang dibuat Diskominfo itu sudah tidak lagi untuk menjalin keharmonisan dengan wartawan. Sepertinya mereka ingin menciptakan manajemen konflik dan menabuh genderang untuk menyuruh mempertajam tulisan wartawan, kami pun siap untuk melakukan kontrol sosial yang lebih dalam,” tegasnya.

Menurutnya, sistem penawaran kerjasama secara online dengan segudang syarat itu terlalu prematur diterapkan. Selain mendadak juga diberlakukan tanpa komunikasi awal (sosialisasi) dengan seluruh wartawan.

Imbas prematurnya kata dia, sejumlah wartawan keteteran hingga tak memiliki waktu menyesuaikan diri untuk memenuhi seluruh syarat yang diminta. Pada akhirnya, banyak wartawan yang terisisih dari lingkaran mitra kerja bersama pemerintah daerah itu.

” Nah, ini yang saya maksud sengaja menabuh genderang agar wartawan lebih detail dan mendalami untuk mengontrol segala kebijakan dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Agam. Jika pejabat terkait beriktikad baik dan menganggap berhubungan baik dengan kita selama ini, mestinya jauh-jauh hari dibicarakan dan dimusyawarahkan. Ayo rekan-rekan wartawan, kita terapkan sistem dan syarat seperti ini, kan bisa, kami pun jadi lebih siap,” jelasnya.

Meski demikian imbuhnya, dirinya beserta beberapa wartawan lain juga tidak begitu ngotot lagi untuk dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah setempat. 

” Karena Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers dan izin Kemenkumham syarat-syarat jadi kuli tinta sudah tidak di indahkan lagi, jadi disini kita sangat kecewa dengan Diskominfo Agam yang baru dipimpin Rahmad Laksmono,” ulasnya.

Namun ia mewanti-wanti, ibarat dunia politik pihaknya saat ini telah berada di kubu oposisi dan siap jadi penentang golongan penguasa dan terus mengontrol kebijakan-kebijakan yang nantinya tidak berpihak kepada masyarakat sesuai yang telah dijanjikan.

Lebih lanjut, didapatkan kabar bahwa kondisi penawaran kontrak yang bakal dilakukan oleh para sebagian awak media yang memang ingin mendapatkan kontrak kerjasama adalah memberdayakan wartawan lain yang telah UKW untuk menjadi syarat kerjasama (Formalitas saja).

” Sementara wartawannya nanti tidak ada bertugas di Agam, dan diduga nanti rekening yang di pakai berbeda dari yang namanya dimasukkan ke persyaratan kontrak, Sehingga tetap media tersebut mendapatkan kontrak. Kalau memang seperti itu nanti kedapatan, agar Diskominfo benar-benar tegakkan aturan yang telah dikukuhkan. Bukan melirik sebelah mata,” pungkas Zamzami mengakhiri.

Editor : Honest 

Continue Reading

ERA NEWS

Preman Berkedok Decollektor Aniaya Perempuan Hingga Pingsan

“Sesampai di kantor Adira finance jl. Patimura, Kota Padang, bukan seperti yang di janjikan namun suami saya di ajak mengobrol di dalam kantor terus kami di usir di mobil dengan alasan akan mefhoto mobil, tak lama kendaran dibawa kabur oleh preman tersebut. Saat saya teriak mobil mana mobil mana dari lobi kantor Adira, beberapa pemuda itu memilintir jari jempol saya dan mendorong sehingga jatuh sampai pingsan,”

Published

on

Eranusantara, Sijunjung – Sebanyak tujuh orang preman berkedok sebagai debt collector beraksi di Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kota Solok hingga Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), pada (9/1) lalu. Mereka mencoba mengambil paksa mobil serta motor secara premanisme serta menipu dengan bujuk rayu terhadap debitur.

Zola Perempuan (37) asal Sijunjung salah satu korban dari pengeniayan sadis preman berkedok decollektor tepatnya di kantor Adira Jl. Patimura, Kota Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Zola akhirnya melaporkan kejadian ini ke direktorat kriminal umum Polda Sumbar tanggal (31/12 )dengan laporan pengeniayan serta perampasan paksa kendaraan mobil Fortuner nopol 1128 IP oleh preman berkedok decollektor.

Menurut Zola kepada awak media, kejadian berawal saat itu mobil yang dikendarai Suaminya akan mengantar saudaranya untuk mendaftar kuliah di universitas printis merdeka dengan penumpang sekitar 8 orang. Saat itu, mulai dari Solok sudah diikuti oleh sepeda motor sampai ke rumah Makan Mintuo di sitinjau laut.

“Sampai disana, setelah makan suami saya di datangi oleh sekitar 6-7 orang pria tak dikenal, mereka mengaku CSI, Preman tersebut mengatakan bahwa mereka telah memantau komsumen yang terlambat membayar kredit dan mengarahkan untuk kekantor Adira agar diberi dispensansi karena masyarakat sulit prekonomian ada keringanan, tutur pemuda bermata sipit bertato di lengan tangan yang di dampingi oleh temanya badan besar hitam dan rambut cepak,” ungkapnya.


“Sesampai di kantor Adira finance jl. Patimura, Kota Padang, bukan seperti yang di janjikan namun suami saya di ajak mengobrol di dalam kantor terus kami di usir di mobil dengan alasan akan mefhoto mobil, tak lama kendaran dibawa kabur oleh preman tersebut. Saat saya teriak mobil mana mobil mana dari lobi kantor Adira, beberapa pemuda itu memilintir jari jempol saya dan mendorong sehingga jatuh sampai pingsan,” tutur Zola.

Masih kata Zola (37)ketika kami bertanya ke pihak Adira patimura mereka satupun tidak tau dengan alasan ini mobil bukan wilayah kami ini wilayah Solok kata pihak Adira yang di sampaikan oleh satpamnya sampai- sampai kami di terlantar kan sampai pukul 22.00 wib tidak ada kejelasan sampai saat ini pihak Adira maupun Lesing tidak pernah kasih tau kami tambahnya kami mobil beli pakai uang sudah 90 juta duit kami masuk itu enak aja mobil di rampas dan hilang tidak tentu kalau semacam ini pembiayaan masyarakat kecil bisa rugi dan preman semakin meraja Lelah suka mengambil mobil dan motor orang sesuka nya di jalanan tambahnya.

Selain itu Zola (37)Korban pengeniayan Preman berkedok decollektor memintak ke Polda Sumatera BARAT ke bapak Kapolda Irjen pol Teddy Minahasa agar preman berkedok decollektor harus di tindak tegas seperti di Jakarta dan pulau Jawa karena kami dengar ucapan bapak Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan ke jajaran Polda,Polrestabes,Polresta,polres dan Polsek seluruh Indonesia agar preman yang meresahkan masyarakat harus di tindak tegas bukan di biarkan Kami berharap ke pihak penegak hukum tidak ada korban seperti zola- Zola berikutnya lagi di Sumatera barat ini harus di tindak tegas preman berkedok decollektor tersebut.

selain Itu Ben (35) menambahkan kronologi kejadian ke tvOnenews.com kalau melihat kejadian itu mas memang sakit hati kita seorang perempuan sampai dianiaya sampai pinsan ngak terima bhatin saya melihat kejadian itu memang kejam mereka makanya kami sebagai masyarakat biasa mintak keadilaan untuk kejadian ini agar preman berkedok decollektor yang suka mengeniaya masyarakat kecil dan merampas kendaran di Sumatra barat ini khususnya dan umum nya di seluruh Indonesia tidak ada lagi terjadi kedepanya ucapnya,

Masih kata Ben (37) habis kejadian itu saya menghubungi pak Kapolda Sumatera barat Irjen pol Teddy Minahasa lewat aplikasi WhatsApp lansung di respons dengan cepat oleh bapak Kapolda Dan memerintahkan jajarannya untuk merespons laporan masyarakat, kami berharap jajaran kepolisian di Polda maupun di jajaran polres seperti bapak Kapolda itu baru bagus ada keluhan dan laporan masyarakat lansung di respons tidak ada pandang bulu menjadikan contoh polisi teladan dan baik di mata masyarakat banyak sekali lagi terimakasih banyak bapak Kapolda Sumatera barat yang sudah menerima keluhan dan laporan masyarakat ungkapnya”,.

Red

Continue Reading

Trending