Connect with us

ERA BISNIS

Ada Apa dengan Bank Plat Merah Ini? -Berita II

Published

on

Eranusantara.com – Bank Mandiri
Waduh…Kredit Bermasalah Bank Mandiri Mencapai Rp1,1 T

Eranusantara.com, Jakarta – NS Group merupakan group usaha yang bergerak di bidang usaha industri kemasan plastik, bersama dengan PT NPA, PT KAD, PT AMM, PT AKP, PT TKS, dan PT MTP. Selain itu diketahui juga beberapa grup usaha NS yang merupakan non debitur di Bank Mandiri di antaranya: PT NSI, PT KP, PT SK, dan PT NSP.

NS Group telah menjalin hubungan dengan Bank Mandiri sejak tahun 1998, diawali dengan bergabungnya AKP sebagai debitur. Hampir seluruh grup usaha NS bergerak pada bidang usaha yang sama, yaitu industri kemasan plastik.

Dari kerja sama tersebut diketahui bahwa pemberian fasilitas kredit kepada NS Group dengan Baki Debit per 30 Juni 2017 adalah sebesar Rp1.148.351.662.764,00. Kredit ini ternyata berpotensi menjadi kredit bermasalah.

Berdasarkan dokumen Tim Investigator LJ, kondisi performa keuangan NS Group setelah restrukturisasi tidak mengalami peningkatan. Menyikapi hal tersebut, Bank Mandiri melalui IAD melakukan audit atas pemberian fasilitas kredit kepada NS Group sesuai dengan Laporan Nomor IAU/692/2016 tanggal 2 Agustus 2016.

Berdasarkan hasil analisa Tim Investigator LJ terhadap hasil audit tersebut, diketahui penyebab menurunnya performa keuangan NS Group, dan pengelola kredit NS Group di SAM Group membuat analisa sesuai dengan NAK Nomor SAM.SA1/LW3.014/2017 tanggal 10 April 2017.

NAK tersebut telah mendapat persetujuan dari Komite Kredit Restrukturisasi Kategori A2 Segmen Commercial pada 18 April 2017. Sementara restrukturisasi kedua ini disetujui untuk dilakukan s.d April 2018 (berlaku 1 tahun). Adapun skema restrukturisasi sesuai dengan Hasil RKK Restrukturisasi terakhir sebagai berikut:

A. Penerapan kebijakan makloon/tooling menyebabkan penurunan kapasitas produksi dan cashflow perusahaan.
B. Pemberian Fasilitas Kredit pada NS Group dengan baki debit per 30 Juni 2017 sebesar Rp1.148.351.662.764,00 berpotensi over leverage.

Padahal jelas sekali, hal tersebut tidak sesuai dengan SPK Commercial Edisi 31 Desember 2015, Bab VIII perihal penanganan kredit bermasalah dan PTO Proses Kredit Segmen Commercial 2 Mei 2016, Bab III poin F.4 perihal pemenuhan covenant yang menyatakan bahwa tujuan pemenuhan covenant.

Sehingga mengakibatkan pemberian fasilitas kredit NS Group dengan nilai baki debit per 30 Juni 2017 sebesar Rp1.148.351.662.764,00 berpotensi menjadi kredit bermasalah. Dan, Bank Mandiri harus membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) per 30 Juni 2017 sebesar Rp519.026.324.325,00 terkait dengan fasilitas NS Group yang berada pada kolektibilitas 3 (Kurang Lancar). Sehingga mengurangi laba operasional tahun berjalan.

Kondisi tersebut terjadi karena pengelola kredit NS Group belum cermat dan optimal dalam monitoring repayment capacity NS Group terhadap fasilitas kredit yang bersumber dari first way out.

Publik menilai, Bank Mandiri harus memberikan sanksi sesuai peraturan internal yang berlaku kepada pengelola kredit NS Group pada CBC Bandung. Supaya dalam melakukan pengelolaan kredit mempedomani ketentuan yang berlaku di Bank Mandiri.

Publik juga menuntut agar Direksi Bank Mandiri menginstruksikan Group Head SAM 1 Group untuk melaksanakan langkah-langkah recovery atas fasilitas kredit NS Group untuk melaksanakan restrukturisasi ulang secara menyeluruh dan komprehensif untuk debitur NS Group sesuai asumsi restrukturisasi yang saat ini dalam proses penyusunan oleh Konsultan Independen PKF.

Di antaranya dengan memasukkan klausula agar debitur tetap mengupayakan untuk mencari investor stratejik dan covenant/syarat terkait kewajiban penyediaan dana minimal sebesar nilai kewajiban yang akan jatuh tempo.

Fahad Hasan_Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA BISNIS

Carousell Group Galang US$100 Juta dari STIC Investments Untuk Percepatan Classifieds 4.0 di Asia Tenggara

“Dengan nilai US$1,1 miliar, pemimpin dalam iklan kolom di kawasan ini akan terus mempertahankan posisi terdepannya di seluruh lini Barang, Kendaraan, dan Properti, serta mempercepat dorongan transaksionalnya ke dalam perdagangan ulang”

Published

on

SINGAPURA – Media OutReach – Carousell Group, grup iklan kolom terkemuka di Asia Tenggara Raya, pada hari ini mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh investasi sebesar US$100 juta untuk mempercepat kepemimpinannya di kawasan ini, dan untuk menata kembali pengalaman iklan kolom dengan fokus pada kenyamanan dan kepercayaan, untuk menjadikan barang bekas sebagai pilihan utama.

Pada putaran pendanaan kali ini, yang dipimpin oleh STIC Investments, ekuitas swasta Korea terkemuka yang berinvestasi di seluruh Asia, menandai tonggak penting yang akan meningkatkan penilaian Carousell menjadi US$1,1 miliar. Investasi ini akan memberdayakan ambisi grup untuk mendefinisikan kembali perdagangan barang bekas dan mobil di kawasan yang makin cerdas secara digital, makmur, dan sadar akan keberlanjutan ini.

“Pandemi telah menunjukkan kepada kami bahwa misi kami adalah menginspirasi dunia untuk mulai menjual dan membeli barang bekas menjadi lebih relevan daripada sebelumnya. Sebagai komunitas dengan pengguna yang memiliki minat yang sama, mereka menggunakan platform kami untuk memenuhi kebutuhan, membeli apa yang mereka butuhkan dengan harga yang terjangkau, atau hanya karena berbelanja barang bekas lebih mendukung keberlanjutan. Kami percaya bahwa adopsi pengalaman digital yang dipercepat adalah suatu kesempatan bagi kami untuk melipatgandakan upaya perdagangan ulang kami dengan fokus pada kenyamanan dan kepercayaan, untuk membuka perubahan langkah pertumbuhan dalam komunitas kami,” kata Quek Siu Rui, Pendiri Pendamping dan CEO Carousell.

“Investasi STIC merupakan pengesahan terhadap misi dan arah strategis kami. Kami akan memperdalam investasi kami dalam perdagangan ulang di lebih banyak kategori dan pasar, dan akan terus mencari akuisisi oportunistis dalam peningkatan skala.”

“Kami telah memantau Carousell sebagai salah satu platform terkemuka di Asia Tenggara Raya, dan sangat bersemangat untuk bermitra dengan saham yang mengalami pertumbuhan signifikan di sepanjang riwayatnya,” kata Jason Cho, Direktur Pengelola STIC Investments. 

“Carousell terus mencapai pertumbuhan pengguna yang luar biasa saat mereka melakukan perubahan pada pasar perdagangan ulang, menambahkan berbagai fitur baru yang berfokus pada penciptaan lokapasar tepercaya dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Kami sangat yakin bahwa Carousell akan menjadi pusat perekonomian barang bekas di kawasan ini pada saat makin banyak konsumen yang sadar akan lingkungan dan sosial ekonomi beralih ke ekonomi sirkular”. Sebagai bagian dari putaran pendanaan tersebut, Mr. Cho akan bergabung dalam Dewan Direksi Carousell. Sejak didirikan pada tahun 2012, Grup tersebut telah melayani komunitas yang terdiri dari puluhan juta pengguna di delapan pasar di Asia Tenggara Raya dengan merek Carousell, Mudah.my, Cho Tot, dan OneKyat. Pendekatan perdana Carousell yang mengutamakan perangkat seluler telah mengaktifkan kembali ruang iklan kolom, sehingga penjualan dan pembelian menjadi lebih mudah dan terbukti sebagai toko serba ada yang penting di semua kategori. 

“Kami telah tumbuh jauh melampaui kategori seperti mode, elektronik, dan barang umum,” kata Siu Rui, “Ketika kawasan tersebut menjadi lebih makmur, orang ingin menikmati hal-hal yang lebih baik dalam hidup. Kami memperhatikan kemampuan otentikasi untuk produk-produk yang bernilai lebih tinggi, termasuk barang mewah dan mobil. Tujuan kami adalah menjadikan proses transaksi di pasar barang bekas menjadi sama nyaman dan tepercaya seperti platform perdagangan elektronik mana pun sehingga barang bekas benar-benar bisa menjadi pilihan utama.”

Pada tahun ini saja, Carousell telah menguji coba program Ponsel Bersertifikat di Singapura, menawarkan garansi 12 bulan untuk ponsel bekas guna menawarkan pengalaman seperti baru kepada pengguna dengan harga barang bekas, dan meluncurkan pengiriman terintegrasi dengan PosLaju (layanan pos nasional Malaysia) untuk memberikan opsi transaksi tanpa kontak bagi para penjual dan pembeli selama Perintah Kendali Pergerakan Malaysia. Carousell Auto Group, yang dibentuk pada awal tahun ini untuk mendayagunakan posisi kepemimpinan kawasannya dalam iklan kolom mobil, meluncurkan program Kendaraan Bersertifikat di Malaysia dalam waktu singkat yang mencapai inventarisasi mobil bersertifikat terbesar di negara ini, yang akan diikuti oleh pasar utama lainnya.
“Kami bersyukur dan beruntung karena memiliki investor, rekan tim, dan pengguna yang percaya pada misi kami dan perjalanan kami dalam membangun perusahaan yang bermakna dan bertahan lama,” lanjut Siu Rui.

Continue Reading

ERA BISNIS

Basko Hotel Tak Bayar Gaji Hingga 1,9 Milyar, Puluhan Karyawan Mengadu Disnaker Sumbar

Published

on

Laporan: Wahyu

Eranusantara, Padang – Dinas tenaga kerja Provinsi Wilayah 1 Sumatera Barat kembali didatangi oleh puluhan Karyawan Hotel Basko, kedatangan karyawan Basko hotel ini dengan harapan Dinas Tenaga Kerja dapat mencarikan solusi terhadap nasib mereka setelah 1,5 tahun lebih gaji mereka tidak dibayarkan oleh pihak Hotel Basko. Kepada Eranusantara.co Puluhan karyawan ini mengatakan bahwa pihak Hotel Basko seperti menghindar dan tidak mengindahkan panggilan Dinas Tenaga Kerja Wilayah 1 Sumbar.

Salah seorang Karyawan mengatakan bahwa kejadian ini sudah berlarut larut.

“Pada awal pandemi kita dirumahkan, rencana hanya 1 bulan, namun sudah 1,5 tahun tiba- tiba sudah operasional saja di Grand Basko Hotel. Sementara kami tidak lagi dipanggil untuk bekerja, jadi kami bingung bagaimana status kami, karna tidak ada surat pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja. Untuk itu kami menuntut hak hak kami, mana gaji kami yang belum dibayarkan sebelumnya, total semuanya lebih kurang 1,9 Milyar rupiah dengan jumlah sekitar 60 karyawan,” ungkap mereka.

Ditambahkan sebelum pandemi, dikatakan memang gaji tidak lancar juga, kadang dibayarkan 500 ribu seminggu atau 300 Ribu seminggu, makanya setelah kita dirumahkan gaji kami jadi tidak ada kejelasan dengan gaji yang belum dibayarkan itu. Rata – rata karyawan sudah bekerja 5 sampai 10 tahun,” jelas HD, kepada eranusantara.co.

Sementara itu Kadis Bagian Pengawasan ketenagakerjaan wilayah 1 Sumbar, Nazrizal mengatakan, bahwa mereka telah mempertemukan kedua belah pihak, namun belum ada kesepakatan.

“Peristiwa ini sudah cukup lama dan masih dalam proses penyelesaian. Dengan perlakuan sama, dalam hal teknis penyelesaian kita sudah undang baik pekerja maupun owner. Dari kedua belah pihak sudah kita pertemukan disini, cuman belum ada penyelesaian akhir. Kita tidak bisa pula dengan alasan PPKM sebagai alasan untuk menghindari penyelesaian ini, karena pihak yang ingin kita hadirkan disini, dikontak beberapa kali tidak bisa hadir. Yang bersangkutan tidak ada dikota padang, bahkan di Sumbar, sekali kali dia ada dipadang tapi dia tidak melaporkan atau tidak memberitahukan bahwa dia ada dipadang. Kita berkeinginan berdamai saja, Damai sesuai dengan aturan ketenaga kerjaan, kita berharap semua bisa diselesaikan pada tingkat pengawasan ketenaga kerjaan saja,” ungkapnya.

Continue Reading

ERA BISNIS

RISE Conference Kembali ke Hong Kong Selama Lima Tahun Berturut-turut

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse


HONG KONG SAR – Media OutReach – 2 September 2021 – Hari ini Dewan Pariwisata Hong Kong (HKTB) dan Web Summit mengumumkan bahwa RISE, “salah satu acara teknologi paling berpengaruh di dunia”, akan kembali ke Hong Kong pada Maret 2022, sebagai -acara orang. Ini menyoroti ekonomi startup Hong Kong yang berkembang pesat, posisi terdepan dalam inovasi dan teknologi, serta statusnya sebagai Tempat Pertemuan Dunia untuk acara bisnis guna memanfaatkan peluang luar biasa di kawasan ini.

RISE diluncurkan di Hong Kong pada tahun 2015 dan telah menyelenggarakan lima acara yang sukses, menjadi acara teknologi terbesar di Asia, menurut CNBC. Selama bertahun-tahun, acara ini telah menarik ribuan pendiri teknologi global, perusahaan rintisan, dan investor ke kota ini, seperti Joseph Tsai, Co-founder & Executive Vice Chairman Alibaba, John Collison, Co-founder & President of Stripe, Peggy Johnson, CEO Magic Leap, dan Neil Shen, Mitra Pelaksana Pendiri Sequoia Capital China. Acara ini telah menjadi jendela penting bagi perusahaan dari Timur dan Barat untuk menjalin hubungan di pasar baru. Dengan HKTB bekerja sama dengan InvestHK dan AsiaWorld-Expo, Hong Kong sekali lagi menang sebagai kota tuan rumah RISE untuk 5 tahun mendatang.

Sekretaris Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi, Edward Yau, mengatakan: “Saya sangat senang melihat RISE, acara teknologi terkenal di dunia, kembali ke Hong Kong. Ini adalah kesaksian keberhasilan Hong Kong dalam mengatasi pandemi dan menjaga infeksi. peringkat di antara yang terendah di dunia, sehingga memberikan kepercayaan kepada penyelenggara acara internasional bahwa mereka dapat menggelar acara mereka di sini dengan aman. Saya yakin pementasan RISE akan menunjukkan kapasitas Hong Kong untuk memberikan di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh epidemi, dan menghubungkan awal teknologi kami -meningkatkan ekosistem dengan dunia. Saya berharap dapat menyambut lebih banyak acara bisnis kelas dunia ke Hong Kong, menyuntikkan kekuatan baru ke dalam ekonomi kita.”

Paddy Cosgrave, Co-founder dan CEO RISE Conference and Web Summit mengatakan: “Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan kota Hong Kong kepada RISE selama lima tahun terakhir, dan kami sangat bersemangat untuk kembali orang pada tahun 2022. Kami telah melihat teknologi dan ekonomi rintisan di kawasan ini tumbuh semakin kuat sejak kami meluncurkan RISE pada tahun 2015.”

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending