Connect with us

Seni & Budaya

3 Ketua DPRD Jamu Musisi Sumatera Barat di Rajo Durian

“Tiga ketua DPRD ini yakni, Supardi, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Dodi Hendra, Ketua DPRD Kab. Solok dan Bambang Surya Irwan, Ketua DPRD Kab. Sijunjung yang sama – sama dari Partai berlambang Garuda besutan Prabowo Subianto”

Published

on

Laporan: Wahyu

Eranusantara, Padang – Tiga ketua DPRD di Sumatera Barat dari Partai Gerindra menjamu beberapa perwakilan musisi Sumatera Barat di Rajo Durian, simpang By Pass Katapiang, Kota Padang, pada Sabtu, (9/10) malam.

Tiga ketua DPRD ini yakni, Supardi, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Dodi Hendra, Ketua DPRD Kab. Solok dan Bambang Surya Irwan, Ketua DPRD Kab. Sijunjung yang sama – sama dari Partai berlambang Garuda besutan Prabowo Subianto. Selain 3 Ketua DPRD, rombongan musisi ini juga dijamu langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman yang merupakan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Sumbar dan juga sekretaris DPD Gerindra Sumbar.

Menurut Evi Yandri, yang juga owner Rajo Durian, ini adalah silaturahmi antara tokoh – tokoh Gerindra bersama rekan – rekan musisi dari Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Republik Indonesia (PAPPRI).

“Ia, kita bersama Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Ketua DPRD Kab. Solok dan Ketua DPRD Kab. Sijunjung, bersilaturahmi dengan rekan – rekan musisi Sumatera Barat. Tidak ada pembicaraan khusus, ini hanya dalam rangka menjalin sialturahmi dan mengisi waktu akhir pekan. Kedepan mungkin banyak hal yang akan kita bangun untuk ranah minang, terutama yang berkaitan dengan seni,” ungkap Evi Yandri, keapda Eranusantara.co di Rajo Durian By Pass.

Pada agenda silaturahmi ini terlihat perbincangan hangat namun santai antara Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI Provinsi Sumbar Husin Daruhan, SH. Msi Dt Mangkuto beserta jajaran dengan para tokoh Gerindra Sumbar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ERA NEWS

Wagub Sumbar Dukung Concert Tribute To Elly Kasim

Published

on

Eranusantara- Padang Joynaldi, wagub Sumbar memberi dukungan dan semangat kepada panitia Konser Tribute to Elly Kasim. Konser yang direncanakan akhir September ini adalah bentuk penghargaan Yayasan Sumbar Talenta Indonesia terhadap artis legendaris Minang yang telah mengabdikan hidupnya untuk mempopulerkan lagu2 Minang ke Mancanegara.

Konser akan diiringi orchestra mini yang dipimpin musisi Ioqo Alhamra.Pada saat audiensi 5 september malam, Sastri Bakry, Founder Sumbar Talenta Indonesia, Ioqo Alhamra dan Indra GM hotel Kyriad Bumi Minang menyampaikan gagasan membuat konser , Buku Elly Kasim dan museum Elly Kasim.”

Wah museum Elly Kasim itu bagus sekali, kalau bisa rumah masa kecilnya dijadikan museum dan diserahkan ke pemda untuk mengelolanya, jika keluarga mau mengelolanya juga boleh” ujar Audy semangat.

Sastri menjelaskan alasan Elly Kasim perlu diberi penghargaan adalah karena satu2nya artis legendaris yang mendapat perhatian masyarakat banyak bukan hanya Indonesia bahkan mancanegara. Orang Indonesia tak ada yang tak kenal lagu Elly Kasim seperti Ayam den Lapeh.”

Makanya saya juga mendukung dan mau berpartisipasi untuk konser ini, bumi minang adalah tempat Elly Kasim berasal, orang Minang harus mengapresiasi karya2 almarhumah” ujar Indra yang diamini oleh Ioqo yang dalam konser bertindak sebagai koordinator musik.Semoga konser ini lancar dan sukses , tentu saja atas dukungan artis-artis dan Musisi Minang di Ranah maupun di rantau***

Continue Reading

Seni & Budaya

Besok Kota Solok Resmi Miliki Dewan Kesenian

Published

on

Willy Desrial

Laporan: Wandre Dp


Eranusantara, Solok – Besok, Selasa(24/8) kalau tidak ada aral melintang, Walikota Solok Zul Elfian Umar akan menghadiri sekaligus mengukuhkan Dewan kesenian.

Pengukuhan Dewan Kesenian wujud perhatian pemerintah Kota Solok terkait pelestarian budaya akan berlansung di Hotel Taufina.

Willy Desrial akrab disapa QD bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Kesenian yang pertama kali terjadi dalam catatan sejarah kepemimpinan di Kota Solok.

Menurut Alfajri Pratama turut didampingi Taufan Wijaya bagian dari pengurus yang akan dikukuhkan pengukuhan dewan kesenian dipayungi Dinas Pariwisata tersebuy tercantum dalam Surat Keputusan Walikota Nomor : 188.46-384-2021

” Dengan hadirnya dewan kesenian di Kota Solok tentunya hal ini menjadi pintu wadah sebuah harapan besar bagi pengiat seni di Kota Solok dalam menjaga dan melestarikan budaya kesenian yang ada di Kota Solok, ” ujarnya.

Continue Reading

Seni & Budaya

Buko Basamo, Budaya Merekat Tali Silaturahmi Sasaran Silek Tradisi Limbago Budi

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Laporan: Hendra Ferizal

Eranusantara, Solok – Silek adalah sebuah bentuk kekayaan tak benda yang dimiliki dan diwarisi oleh masyarakat minangkabau dari para pendahulunya. Hingga saat ini silek etap lestarikan secara turun temurum dikalangan masyarakat minang. Jurus-jurus gerakan Silek secara gerak nyata dipergunakan oleh penganutnya dalam bertahan dari serangan musuh, karna konsep dan ajarannya silek bersipat menanti(bertahan) tidak menyerang terlebih dahulu.

Namun jauh lebih dalam, sasaran silek adalah sebuah wadah pendidikan informal yang telah ada dibumi minangkabau jauh sebelum adanya sekolah-sekolah formal yang mana didalam kajian dan filosofinya terdapat banyak kaedah-kaedah dan nilai moral yang terkandung didalamnya dan sangat berguna dipakai dalam kehidupan Sehari-hari.

Sehingga bisa dikatakan silek adalah miniatur kehidupan orang minangkabau. Karena pada zaman dahulunya sasaran silek adalah salah satu pemegang peranan penting dalam tatanan kehidupan disetiap nagari yang ada diminangkabau.

Selain sebagai pusat latihan beladiri, sasaran silek juga tempat mengasah ilmu adat dan agama.

Maka tak salah dalam ajaran silek minang lahirlah slogan “dilahia mancari kawan, dibatin mancari tuhan” artinya setiap orang bertanggung jawab dalam keselarasan hidup dilingkungan dan hidup berketuhanan. Tak hanyq itu, silek juga adalah sebagai gambaran perilaku kehidupan sehari hari dari para leluhur minangkabau, maka lahir lah istilah silek adalah pakaian ulama dan sisampiang niniak mamak diminangkabau.
Setidak nya pada saat ini kita mewarisi sifat itu. Caranya tentu dengan belajar silek secara sungguh-sungguh.

Mangaruak saabih bangka.
Marasok saabih gauang..

Hal ini diurai kan panjang lebar oleh Rizal Intan Sati Pandeka Alam, (44) seorang tuo silek disasaran limbago budi, pria yang memiliki 3 orang anak ini adalah putra asli Nagari Cupak, Kab. Sollok, yang beristrikan orang Kota Baru dan menetap tinggal di Jorong Simpang Sawah Baliak, Nagari Koto Baru, Kec. Kubung.
Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang minuman dikomplek gor batutupang ini telah mengajarkan ilmu silek sejak pada tahun 2004 silam hingga sekarang.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending